Mengapa perlu Hermeneutika terhadap Alkitab?
Posted by musliminsuffer on January 22, 2008
bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful
=== News Update ===
From: TEANA LAGAMISI <mitrac007@yahoo.com
Subject: [INSISTS] Mengapa perlu Hermeneutika terhadap Alkitab?
Assalam Alaikum wr.wb.
Saya melihat banyak sekali kupasan dan perdebatan tentang hermeneutika dalam milis ini. Sekedar memberikan input, kiranya informasi berikut ini perlu direnungkan.
Mengapa perlu Hermeneutika terhadap Alkitab terutama Injil dan Surat-Surat Paulus yang ada di dalamnya?
Ketika kami berdebat dengan pendeta Dr Lengkong tentang “Misteri Injil Barnabas” dan “Benarkah Yesus Firman Allah” di Balai Pustaka Jakarta beberapa waktu lalu, isu Hermeneutika muncul ke permukaan ketika Dr. Lengkong melancarkan tuduhan bahwa saya tidak menggunakan kaidah Hermeneutika dalam menafsirkan ayat-ayat Alkitab.
Sebaliknya saya membuktikan bahwa saya sudah cukup berhati-hati menggunakan segala perangkat Hermeneutika dalam menafsirkan ayat-ayat Alkitab.
Pertanyaannya adalah, kalau kami sudah berusaha menerapkan Hermeneutika dalam penafsiran ayat-ayat Alkitab, mangapa kami mendarat pada penafsiran yang berbeda?
A. KITAB PERJANJIAN LAMA
- 1. Kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab adalah Kitab umat Yahudi yang beragama Yahudi (Tauhid)yang ditulis dalam bahasa Ibrani.
- 2. Kitab ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sekitar 300 tahun sebelum Masehi oleh Septuagint (70 penterjemah). Para pemimpin Yahudi saat itu sudah memprotes keras upaya penerjemahan tersebut karena akan berdampak pada pemerkosaan penerjemahan dan penafsiran. Dampak ini di kemudian hari ternyata benar. Dan orang yang paling “berjasa” memperkosa penafsiran Kitab Perjanjian Lama ini adalah Paulus. Di tangan Pauluslah Tuhan Allah dapat disulap menjadi “Tuhan” Yesus, hanya gara-gara penafsiran setelah dierjemahkan ke dalam bahasa Yunani.
- 3. Hal ini nampak jelas ketika kami berkunjung ke Yerusalem dan berdiskusi dengan Direktur Temple Institute, Rabbi Chaim Richman, yang memprotes penafsiran Kitab Perjanjian Lama oleh umat Kristiani.
- 4. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena hanya gara-gara terjemahan, Istilah-istilah yang bermakna Tauhid dalam Kitab Perjanjian Lama bahasa Ibrani, tiba-tiba sudah bernuansa musyrik dalam Kitab Prjanjian Lama berbahasa Yunani.
B. INJIL DAN SURAT-SURAT PAULUS.
- 1. Sejatinya, Injil adalah wahyu Allah kepada Nabi Isa as (Yesus), sebagaimana diakui oleh Yesus sendiri dalam Alkitab.
- 2. Namun Injil tersebut sudah tidak ada karena Baik Nabi Isa as sendiri maupun para muridnya tidak pernah menginstruksikan untuk menulis atau mendokumentasikan wahyu Allah tsb.
- 3. Lalu tiba-tiba muncul Injil-Injil di Romawi yang ditulis oleh orang orang Romawi pendukung Paulus yang di klaim sebagai Injil Yesus.
- 4. Jadi Injil yang ada sekarang bukan Injil Nabi Isa tetapi Injil pendukung-pendukung Paulus. Mereka mengutip ucapan-ucapan Nabi Isa as kemudian diplintir sesuai dengan keinginan mereka.
- 4. Lebih parah lagi, Para pendukung Paulus ini kemudian menciptakan ucapan-ucapan bernuansa penyembahan berhala, kemudian menyuapkan kemulut Yesus untuk diucapkan.
- 5. Dengan demikian, ayat-ayat Injil ini, sejak ditulis, isinya sudah palsu.
- 6. Kemudian Injil yang palsu ini diperparah lagi dengan perobahan-perobahan terhadap ayat-ayat Injil sepanjang sejarah yang dilakukan oleh para pemimpin Gereja yang belum puas dengan kadar kemusyrikan pada ayat-ayat yang sudah ada.
- 6. Segala kejahatan ini kemudian mendapat gempuran dari para Ilmuwan dan Sejarawan Kristen yang mendeteksi dan mengungkap segala bentuk kecurangan ini.
- 7. Akhirnya duniapun berteriak meminta segala peralatan untuk membongkar kembali segala bentuk kejahatan ini.
- 8. Perang terbukapun tidak dapat dihindari. Senjata yang dianggap paling ampuh yang digunakan kedua belah pihak yang saling menyerang ini adalah Hermeneutika.
- 9. Dan sebagaimana yang dapat anda saksikan dalam debat kami tersebut adalah Hermeneutika lawan Hermeneutika dalam bentuknya yang sangat sederhana.
C. AL QUR’AN
- 1. Apakah Al Qur’an dapat dibuktikan bukan wahyu Allah?
- 2. Apakah Al Qur’an sejak ditulis adalah sudah palsu? Artinya bukan oleh pengikut Nabi Muhammad saw, tetapi oleh musuh-musuhnya?
- 3. Apakah Telah terbukti, terjadi perobahan ayat-ayat Al Qur’an dalam perjalanan sejarah oleh musuh-musuh Islam?
- 4. Apakah penafsiran-penafsiran Al Qur’an oleh para pengikut Nabi Muhammad di abad I-II Hijriyah sudah hilang dan tidak mungkin terlacak saat ini?
Kalau keempat pertanyaan di atas jawabannya adalah ya, maka mungkin kita pun harus bersiap-siap untuk meng-Hermeneutika Al Qur’an.
Wassalam,
Sanihu Munir.
===
-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW
Diana said
Salam semuanya bagi yang baca.
Saya mau tanya, tentang ini:
Kitab Raja-raja 8 ayat 23:YA TUHAN, ALLAH ISRAEL ! TIDAK ADA ALLAH SEPERTI ENGKAU DI LANGIT DI ATAS DAN BI BAWAH.
Yang mau tanyakan apakah ayat ini hanya untuk orang Israel. dan sepengetahuan saya ayat-ayat yang ada di perjanjian lama dan perjanina baru ternyata di Khususskan, kebanyakan kepada orang israel, kalau begitu yang bukan orang Israel tidak di akui oleh Tuhan. meskipun banyak ibadah, karena Tuhannya milik orang Israel. dan bangsa yang lin ngga memiliki. Kalau begitu orang yang beragama keristen yang bukan orang Israel akan masuk neraka ??.JAWAB !!!!
Swg said
itulah kehebatan alkitab terbuka untuk d kritisi
musliminsuffer said
hebatnya dimana dul! Para ahli alkitab bible sendiri saja bilang bahwa yg asli firman tuhan hanya tinggal 20%, sedangkan 80% sudah diacak-acak oleh tangan-tangan gereja dan tidak asli lagi?!?!?!