Muslim in Suffer

Bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem. Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!

Archive for April 19th, 2008

John Perkins: Misi Kami Menguras Kekayaan Bangsa Lain ke AS

Posted by musliminsuffer on April 19, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of God, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

John Perkins: Misi Kami Menguras Kekayaan Mereka ke AS

Keputusan Berrett-Koehler Publishers Inc yang berani mengambil risiko untuk menerbitkan buku Perkins didasari oleh independensi penerbit itu. Senior Managing Editor Berrett-Koehler, Jeevan Sivasubramaniam, menjelaskan Berret-Koehler adalah penerbit yang independen yang tidak memiliki sangkut-paut dengan korporasi besar dan pemerintah Amerika. ''Independensi ini menyebabkan Berrett-Koehler tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang bisa menekan kami untuk keep quiet,'' kata Jeevan dalam e-mail menjawab Republika. Akhir tahun lalu, Amy Goodman dari Democracynow, sebuah lembaga nirlaba AS, mewawancarai John Perkins, penulis buku Confessions of an Economic Hit Man.

Berikut petikannya:

Senang berjumpa Anda. Bisa Anda jelaskan istilah preman ekonomi yang Anda ciptakan ini?

Pada dasarnya, pelatihan dan pekerjaan kami adalah membangun kerajaan AS di dunia. Tujuannya, menciptakan situasi sehingga semakin banyak sumber penghasilan mengalir ke AS; ke perusahaan-perusahaan AS dan kepada Pemerintah AS.

Hasilnya?

Kami telah sangat berhasil melakukan hal itu. Kami telah berhasil membangun kerajaan terbesar di dunia. Hal itu sudah dilakukan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II dengan sedikit kekuatan militer. Hanya dalam hal-hal tertentu seperti di Irak, kekuatan militer hadir sebagai usaha terakhir. Kerajaan ini --tidak seperti kerajaan lain dalam sejarah-- dibangun melalui manipulasi ekonomi, kecurangan, penipuan, merayu orang untuk mengikuti cara hidup kita.

Bagaimana Anda melakukannya?

Saya direkrut oleh Dewan Keamanan Nasional (NSA) ketika masih di bangku sekolah bisnis pada akhir 1960-an. Preman ekonomi pertama adalah Kermit Roosevelt, cucu mendiang Teddy Roosevelt, yang menggulingkan Pemerintah Iran. Pemerintah Iran saat itu demokratis, Pemerintahan Mossadegh yang pernah menjadi person of the year majalah Time. Roosevelt berhasil melakukan ini tanpa intervensi militer, hanya menghabiskan jutaan dolar AS untuk menggantikan Mossadegh dengan Shah Iran.

Apa itu preman ekonomi?

Ide preman ekonomi ini memang sangat bagus. Kami tidak perlu khawatir adanya ancaman perang dengan Rusia dengan cara ini. Satu-satunya masalah adalah Roosevelt itu agen CIA. Bila ia tertangkap, negara akan mendapatkan masalah besar dan menanggung malu. Sehingga pemerintah memutuskan untuk merekrut orang seperti saya melalui CIA dan NSA. Mereka mengirim kami untuk bekerja di perusahaan konsultan swasta, firma teknik, perusahaan konstruksi. Jadi, kalau kami tertangkap, tidak akan ada hubungannya dengan pemerintah.

Oke, jelaskan tentang perusahaan tempat Anda bekerja.

Perusahaan itu bernama Chas, berlokasi di Boston, Massachusetts. Saya bekerja sebagai kepala ekonomi dan membawahkan 50 orang. Tugas utama saya adalah membuat kesepakatan dengan jalan memberikan pinjaman ke negara lain, jauh lebih besar dari yang negara itu sanggup bayar. Salah satunya adalah pinjaman 1 miliar dolar AS kepada negara-negara seperti Indonesia atau Ekuador.

Negara-negara ini harus memberikan 90 persen dari pinjaman tersebut kepada perusahaan AS untuk membangun infrastruktur oleh Halliburton atau Bechtel. Perusahaan-perusahaan tersebut akan masuk dan membangun sistem listrik, pelabuhan, dan jalan tol, yang hanya dapat dinikmati oleh orang-orang kaya di negara tersebut. Orang-orang miskin di negara tersebut akan terjebak dengan utang yang besar dan tidak mungkin mereka bayar. Di Ekuador, lebih dari 50 persen anggaran negaranya hanya untuk membayar utang ini. Jadi, ketika kami ingin lebih banyak minyak, kami bisa ke sana dan berkata, ''Kamu tidak mampu melunasi utangmu, jadi berikan hutan Amazon milik negaramu yang penuh dengan minyak itu.''

Soal buku ini, katanya ada yang mencoba menghalangi.

Hmm, saya menerima suap setengah juta dolar AS pada tahun 90-an agar tidak menulis buku ini. Uang itu dari sebuah perusahaan teknik konstruksi terkemuka. Secara legal, sebenarnya itu bukan suap. Saya dibayar sebagai konsultan oleh Stoner-Webster. Tapi, sebenarnya saya tidak melakukan apa-apa. Saya hanya perlu tidak menulis buku apa pun dengan topik serupa. Karena mereka mengetahui saya sedang menulis buku kala itu, yang judulnya Conscience of an Economic Hit Man.

Kok Anda mau menjadi preman ekonomi

Ya, begitulah. Ketika NSA merekrut saya, mereka memaksa saya melewati satu hari penuh dengan tes kebohongan. Mereka menemukan semua kelemahan saya dan segera merayu saya. Mereka menggunakan cara paling ampuh dengan menyentuh sisi seksual, budaya, dan kekuatan uang. Saya berasal dari sebuah keluarga tua di New England, seorang Calvinist, yang dibesarkan dengan nilai moral sangat kuat. Secara garis besar, saya orang yang baik. Saya rasa cerita saya dapat betul-betul menggambarkan betapa sistem ini dan kekuatan seks, uang, dan kekuasaan dapat mengubah manusia. Karena saya berhasil diubah.

Anda mengatakan mampu menggiring miliaran dolar dari perminyakan di Arab Saudi kembali ke ekonomi AS.

Itu masa yang menakjubkan. Saya masih ingat di awal 1970-an, OPEC menggunakan kekuatannya dan mengurangi suplai minyak. Terdapat antrean bahan bakar di mana-mana dan kita takut akan menghadapi kembali kondisi seperti tahun 1929. Jadi, Departemen Keuangan menyewa saya dan beberapa orang preman ekonomi lainnya pergi ke Arab Saudi.

Kenapa dijuluki preman ekonomi?

Itu sindiran yang kami buat sendiri. Kala itu, saya seorang kepala ekonomi. Jadi, kami pergi ke Arab Saudi pada awal 70-an. Kami tahu, Arab Saudi adalah kunci untuk menjatuhkan ketergantungan kami. Saudi setuju untuk mengirimkan sebagian besar dari dolar minyak mereka ke AS dan menginvestasikannya dalam program keamanan Pemerintah AS. Depkeu akan menggunakan bunga dari program keamanan ini untuk menyewa perusahaan AS membangun kota di Arab Saudi. Kerajaan Saudi juga setuju untuk mempertahankan harga minyak dalam batas yang masih terjangkau oleh kami.

Mereka telah melakukan ini selama bertahun-tahun dan kami setuju untuk mempertahankan kekuatan Kerajaan Saudi selama mereka melakukan hal tersebut . Ini juga salah satu alasan kita berperang melawan Irak. Di Irak, kita mencoba untuk mengimplementasikan kebijakan yang sama yang telah berhasil dilakukan di Arab Saudi. Tapi, Saddam Husein sulit. Ketika preman ekonomi gagal melakukan hal ini, langkah berikutnya adalah memanggil para Jackals. Jackals adalah orang-orang terpilih CIA yang berusaha menciptakan kudeta atau revolusi. Bila mereka gagal, mereka membunuh atau mencoba membunuh. Dalam kasus Irak, mereka tidak berhasil menembus Saddam Husein. Jadi, langkah ketiga, ketika preman ekonomi dan Jackals gagal, adalah mengirim orang-orang muda, pria dan wanita, untuk mati dan membunuh.

Dapatkan Anda jelaskan bagaimana Torrijos tewas?

Omar Torrijos, presiden Panama, yang telah menandatangani perjanjian Terusan Panama dengan Presiden Carter. Ia membuat kesal Bechtel Corporation karena membuat negosiasi dengan Jepang dalam pembuatan kanal bawah laut. Ketika Carter dikalahkan Reagan, Presiden Bechtel, George Schultz, menjadi menlu, dan staf ahli Bechtel, Casper Weinberger, menjadi menhan. Mereka sangat marah kepada Torrijos. Ia pun tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang. Hancurnya pesawat itu dikaitkan dengan sebuah bom dalam tape recorder. Saya tahu saya telah gagal, Jackals juga. Dan ia berakhir dalam sebuah kecelakaan pesawat.

Seberapa dekat pekerjaan Anda kala itu dengan Bank Dunia?

Sangat-sangat dekat. Bank Dunia menyuplai sebagian besar uang yang digunakan oleh preman ekonomi. Tapi, ketika peristiwa 11 September terjadi, hati saya terketuk. Peristiwa itu adalah hasil perbuatan preman ekonomi. Satu-satunya jalan agar kita dapat merasa aman di negeri sendiri dan agar kita dapat memandang baik diri kita sendiri adalah jika kita menggunakan sistem yang telah kita buat ini untuk menciptakan perubahan positif di dunia. Saya percaya kita sanggup melakukannya. Saya juga percaya Bank Dunia dan institusi lain dapat diubah sehingga dapat melakukan tugas mereka yang seharusnya, yaitu, menolong restrukturisasi bagian-bagian di dunia yang telah hancur. Kemudian, secara tulus menolong kaum miskin. Ada sekitar 24 ribu orang yang kelaparan sampai meninggal setiap harinya. Kita dapat mengubah itu.

Terima kasih John Perkins.

Referens:

http://www.johnperkins.org/

===

-muslim voice-
___________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

KH. Kholil Ridwan: Sistem Demokrasi Lebih Banyak Mudharatnya

Posted by musliminsuffer on April 19, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

KH. Kholil Ridwan: Sistem Demokrasi Lebih Banyak Mudharatnya

Senin, 14 Apr 08 18:50 WIB

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ahmad Kholil Ridwan mengatakan, sistem politik demokrasi merusak prinsip-prinsip dasar kepemimpinan Islam, karena itu harus dicarikan formulasi agar sistem demokrasi ini dibenahi, sehingga setidak-tidaknya tidak terlalu melenceng dari prinsip dasar Islam.

“Sejumlah prinsip dasar Islam yang dirusak. Misalnya terkait dengan pemilihan seorang kepala pemerintahan di pusat, maupun daerah yang dilakukan melalui pemilihan langsung, ” ujarnya yang juga pimpinan Pondok Pesantren Husnayain, Pekayon, Jakarta Timur.

Menurutnya dalam praktek memilih pemimpin melalui pemilihan langsung sekarang ini prosesnya banyak menyimpang. Misalnya Nabi Muhammad SAW sudah memperingatkan jangan memilih orang yang mencalonkan diri. Tapi kenyataanya kini, banyak orang yang merasa dirinya memiliki kemampuan dan mencalonkan diri. Prosesnya pun dilalui dengan cara kampanye dan meminta agar dirinya dipilih.

“Belum lagi pemasangan baliho, tanda gambar yang besar, spanduk dan sebagainya itu merupakan bentuk dari kemubaziran. Apalagi kalau ditambah dengan bagi-bagi uang melalui praktek money politic. Saya berharap sistem demokrasi yang seperti ini layak ditinjau kembali, ” ungkapnya.

Kholil Ridwan mengatakan, dalam sistem demokrasi yang diterapkan saat ini hanya sedikit sisi positifnya, di mana orang diperbolehkan untuk mengungkapkan pendapat, maupun mengritik. Namun, banyak pula sisi negatif atau buruknya. Contohnya, dengan alasan demokrasi di Barat khususnya membolehkan orang laki-laki kawin dengan laki-laki, perempuan kawin dengan perempuan. “Ini sudah jelas merusak tatanan dasar ajaran Islam, ” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan alasan demokrasi juga sebuah ajaran yang menyimpang dari prinsip-prinsip dasar Islam dibolehkan. Misalnya Ahmadiyah “Selama ini dibolehkannya Ahmadiyah karena mereka berlindung di balik isu demokrasi dan HAM. Saya melihat demokrasi lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya, ” pungkasnya. (novel)

© 2000-2008 eramuslim.com

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Wajah Kelam Sekulerisme, Kapitalisme dan Demokrasi

Posted by musliminsuffer on April 19, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Wajah Kelam Sekulerisme, Kapitalisme dan Demokrasi

Oleh: Fadhli Yafas

Sekularisme jika diyakini dan diterapkan, akan dapat menghancurkan konsep Islam yang agung, yaitu Khilafah. Jadi sekularisme bertentangan dengan Khilafah. Sebab sekularisme melahirkan pemisahan agama dari politik dan negara. Ujungnya, agama hanya mengatur secuil aspek kehidupan, dan tidak mengatur segala aspek kehidupan. Padahal Islam mewajibkan penerapan Syariat Islam pada seluruh aspek kehidupan, seperti aspek pemerintahan, ekonomi, hubungan internasional, muamalah dalam negeri, dan peradilan. Tak ada pemisahan agama dari kehidupan dan negara dalam Islam. Karenanya wajarlah bila dalam Islam ada kewajiban mendirikan negara Khilafah Islamiyah. Sabda Rasulullah SAW:

“…dan barangsiapa mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat (kepada Khalifah) maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” [HR. Muslim]

Dari dalil yang seperti inilah, para imam mewajibkan eksistensi Khilafah. Abdurrahman Al Jaziri telah berkata:

“Para imam (Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi’i, dan Ahmad) ­rahimahumulah telah sepakat bahwa Imamah (Khilafah) adalah fardhu, dan bahwa tidak boleh tidak kaum muslimin harus mempunyai seorang Imam (Khalifah)…”

Maka, sekularisme jelas bertentangan dengan Khilafah. Siapa saja yang menganut sekularisme, pasti akan bersemangat untuk menghancurkan Khilafah. Jika sekularisme ini dianut oleh orang Islam, maka berarti dia telah memakai cara pandang musuh yang akan menyesatkannya. Inilah bunuh diri ideologis paling mengerikan yang banyak menimpa umat Islam sekarang. Padahal, Rasulullah SAW sebenarnya telah mewanti-wanti agar tidak terjadi pemisahan kekuasaan dari Islam, atau keruntuhan Khilafah itu sendiri. Sabda Rasulullah :

“Ingatlah! Sesungguhnya Al Kitab (al-Qur`an) dan kekuasaan akan berpisah. Maka (jika hal itu terjadi) janganlah kalian berpisah dengan al Qur`an!” [HR. Ath Thabrani].

Sabda Rasulullah SAW:
“Sungguh akan terurai simpul-simpul Islam satu demi satu. Maka setiap kali satu simpul terurai, orang-orang akan bergelantungan dengan simpul yang berikutnya (yang tersisa). Simpul yang pertama kali terurai adalah pemerintahan/kekuasaan. Sedang yang paling akhir adalah shalat.” [HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Hakim].

*Sekularisme dan Kerusakan Akibat Dominasinya*

Usaha bangsa Eropa untuk menguasai wilayah-wilayah kaum muslimin baru terealisir setelah Perang Dunia 1. Perancis, Inggris, Italia dan Rusia mulai menduduki wilayah-wilayah kaum muslimin. Hingga tahun 1920 hanya empat wilayah kaum muslimin yang masih tetap medeka dari berbagai bentuk pemerintahan non-muslim yaitu Turki, Arab Saudi, Iran dan Afghanistan[45], walaupun memang pemerintahan-pemerintahan tersebut­dengan segala model koneksinya­tidak lepas dari pengaruh bangsa Barat.

Penjajahan terhadap negeri-negeri muslim, sebenarnya adalah model dari respon bangsa Barat terhadap keberadaan Peradaban Islam. Islam, sebagaimana yang dinyatakan Huntington, adalah satu-satunya peradaban yang mampu membuat Barat selalu berada dalam keraguan antara hidup dan mati, dan ia (peradaban Islam-pen) telah melakukannya setidak-tidaknya dua kali[46]. Penjajahan ini merupakan sebuah bentuk dari upaya Barat untuk memenangkan kontestasi antar peradaban dan agama, peradaban dan agama Islam disatu sisi dan peradaban Barat dengan agama Kristennya di sisi lain. Kontestasi­atau konflik dalam bahasa Huntington­fundamental antara dua peradaban besar dan dua way of life ini akan terus terjadi di masa yang akan datang, sebagaimana pernah terjadi empat belas abad yang lalu[47].

Adalah penting bagi Barat untuk memastikan kelumpuhan permanen kekuatan Islam. Penjajahan secara fisik hanyalah babak awal dari periode penguasaan Barat terhadap kaum muslimin. Tahap pertama penjajahan bangsa Eropa, setelah para tentara dan birokrat, masuklah kaum misionaris. Seperti yang dinyatakan Esposito, kolonialisme Eropa memberikan ancaman ganda, kekuasaan dan salib[48]. Hal berikut yang diinduksi penjajah Eropa adalah nasionalisme. Menurut Esposito nasionalisme adalah produk abad westernisasi[49]. Nasionalisme terutama diajarkan kepada para elitis yang belajar di negara-negara Barat. Esposito menyebutkan[50] :

Banyak diantara tokoh-tokoh yang memimpin gerakan nasionalis dan kemerdekaan hasil didikan Barat dan dipengaruhi oleh keyakinan dan ideal nasionalis liberal Revolusi Perancis dan khususnya lembaga-lembaga dan nilai-nilai politik Barat modern seperti demokrasi, pemerintahan konstitusional, peraturan parlemen, hak-hak individu dan nasionalisme. Berbeda dengan ideal Islam tradisional yang mengajarkan loyalitas dan solidaritas politik dalam ummat Islam transnasional yang berdasarkan kepercayaan yang sama, nasionalisme modern mengajarkan gagasan komunitas nasional yang dasarnya bukan agama tetapi bahasa, wilayah, ikatan etnis dan sejarah yang sama.

Tokoh-tokoh ini yang kemudian menularkan ide-ide produk Barat ini ke tanah airnya. Mereka adalah orang-orang serupa Kemal Pasha Attaturk­salah seorang tokoh dibalik makar terhadap kekhilafahan Islam­yang memandang bahwa peradaban Barat adalah solusi untuk kebangkitan. Dari merekalah kemudian anak-anak di negerinya belajar ide-ide Barat seperti nasionalisme, sekularisme dan demokrasi. Seperti yang diungkapakan Soekarno, salah seorang tokoh pergerakan di Indonesia[51]:

Maka oleh karena itu, menurut pemimpin-peminpin Turki, justru buat kesuburan Islam itu, maka Islam dimerdekakan dari pemeliharaan pemerintah. Justru buat kesuburan Islam, maka khalifat dihapuskan, kantor komisariat syariat ditutup. Kode (Undang-undang) Swiss sama sekali diambil oper buat mengganti hukum famili yang tua, bahasa Arab dan huruf Arab yang tidak dimengerti oleh kebanyakan rakyat Turki diganti dengan bahasa Turki dan huruf latin.

Secara sadar ataupun tidak mereka telah mengajarkan ide-ide yang telah mengganti identitas keislaman dengan identitas kebangsaan. Ini bisa terlihat dari pola perubahan perjuangan, dari jihad melawan orang-orang kafir, menjadi sekedar perlawanan melawan penjajah asing. Penguasaan bangsa Eropa terhadap kaum muslimin memasuki fase berikutnya, penguasaan secara ide-ide. Memang secara umum negeri-negeri Islam­yang kemudian Barat menarik diri dari sana­tidak memaklumkan sekularisme sebagai asas sebagaimana yang dilakukan di Turki. Namun secara efektif berbagai model struktur sistem Barat yang sekular diterapkan secara konsisten, seperti UU atau konstitusi yang sekuler, sistem pemerintahan parlementer, trias politica dan sebagainya. Apakah itu menghasilkan kemajuan sebagaimana yang diimpikan? Sejak pertengahan abad 20, ketika para elit penguasa mulai menerapkan produk ide Barat, hingga saat ini apakah ada yang betul berubah dari kondisi kaum muslimin?

Secara jujur, gambaran yang lekat dalam kondisi muslimin adalah sebuah gambar yang lusuh. Inilah sebuah ironi kaum yang pernah menguasai dunia dan disegani semua negara di bumi ini, hidup dalam ketergantungan dan kepatuhan yang keterlaluan terhadap bangsa Barat. Negeri-negeri kaum muslimin identik dengan kemiskinan, keterbelakangan dan banyak hutang. Selama kurang lebih menerapkan sekularisme selama hampir dua abad, berbagai konsep dan ide Barat telah menancapkan kuku yang begitu dalam, dan berdampak begitu nyata dalam kondisi kaum muslimin.

Dalam bidang politik, demokrasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari panggung politik di negeri kaum muslimin. Beberapa negeri masih berusaha menolak demokrasi­seperti beberapa negara di Timur Tengah­mendapat tekanan dari Amerika. Demi untuk menyenangkan Amerika, beberapa negara Teluk mulai membentuk parlemen dan mengadakan pemilihan umum.

Konsekwensi dari penerapan demokrasi adalah bahwa hukum dan undang-undang dibuat bukan merujuk kepada Al Quran dan As Sunnah, tapi kepada pendapat-pendapat manusia. Misalnya yang terjadi di Indonesia. Pada awal tahun 2006 ini ramai dibicarakan mengenai UU anti pornografi. Dan bahan-bahan untuk UU anti pornografi bukan digali­oleh parlemen­dari sumber-sumber hukum syara’, tapi dari pendapat para seniman, aktivis feminis, budayawan bahkan penyanyi dangdut yang sering tampil tidak senonoh. Sempurna, inilah wujud demokrasi yang sesungguhnya, pendapat manusia untuk hukum dan undang-undang. Demokrasi bagi beberapa kalangan­termasuk aktivis Islam­menjadi suatu realita yang tidak terubahkan, keagungannya bahkan melebihi ajaran Islam.

Ketika beberapa kalangan merancang dan menyerukan perubahan hukum Islam, nyaris tidak ada yang menuntut untuk merubuhkan demokrasi. Demokrasi telah serupa ajaran suci dimana semua konsep lain­termasuk Islam­harus tunduk dan mengadaptasi diri. Demokrasi, dengan demikian, telah menjadi sebuah ide panutan (qiyadah fikriyah) bagi kebanyakan kaum muslimin saat ini. Dan bahkan secara keterlaluan beberapa kalangan aktivis Islam (?) dengan berani dan bangga mengatakan bahwa tidak ada dikotomi antara demokrasi dan Islam. Padahal kalau mau dipelajari lagi, sungguh terdapat perbedaan yang mendasar dan terlalu kasat mata antara demokrasi dan Islam, perbedaannya seperti langit dan bumi. Namun inilah kenyataan yang dialami oleh dunia Islam secara dominan saat ini. Atas pengaruh dan penyebaran demokrasi yang begitu luasnya dan tidak menyisakan ruang bagi konsep politik ideologi lain­termasuk Islam­tidak heran Francis Fukumaya menyebutkan masa depan politik dunia adalah kemenangan bagi demokrasi.

Kondisi politik lain yang begitu mencolok saat ini adalah rendahnya posisi tawar kaum muslimin dihadapan negeri-negeri Barat. Banyak perilaku “kurang ajar” pihak Barat yang diterima secara “qanaah” oleh para penguasan di negeri kaum muslimin. Yang terbaru adalah berbagai kasus penghinaan terhadap beberapa nilai pangkal keimanan kaum muslimin, yaitu Al Quran dan Nabi Muhammad SAW. Pelecehan terhadap Al Quran terjadi di penjara Guantanamo Kuba, tempat dimana banyak muslim yang ditahan tanpa proses peradilan dengan dalih terorisme. Di tempat ini Al Quran dijejalkan kedalam WC oleh tentara Amerika. Sementara pelecehan terhadap Nabi Muhammad dilakukan oleh harian Denmark Jylland Posten Denmark, dimana sosok Rasulullah dikartunkan secara brutal oleh para kartunis Denmark, sebagai sosok yang bersorban bom dan beringas sebagai laiknya nenek moyang orang Denmark yang kejam, bangsa Viking.

Namun segala penghinaan yang sangat prinsipil ini ditanggapi dengan respon laiknya para banci penakut oleh penguasa kaum muslimin. Mereka cuma bisa protes dan menghimbau, tidak lebih. Bahkan untuk sekedar memutus hubungan “silahturahmi” alias hubungan diplomatik dengan negara-negara kafir itu saja mereka tidak berani. Ketergantungan yang keterlaluan terhadap bangsa Barat­terutama dalam bidang perekonomian dan teknologi­yang bercampur dengan rasa inferioritas akut yang dialami para penguasa ini membuat mereka bersikap seperti ini. Bahkan seandainya massa kaum muslimin tidak bergolak terhadap penghinaan ini bisa jadi mereka juga ikut-ikutan membiarkan penghinaan terjadi dan kemudian berlalu seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. Sementara para penguasa di Eropa, justru mereka saling menguatkan dan semakin bersatu ketika massa kaum muslimin bereaksi keras terhadap penghinaan ini.

Bukan hanya mempengaruhi kondisi sistem dan dan konsep kehidupan, demokrasi pun telah melahirkan personal-personal dan kelompok pelaku politik yang pragmatis dan oportunis. Fokus perhatian dari golongan ini adalah kekuasaan. Demi kekuasaan apapun akan dilakukan, termasuk bersekutu dan berkoaliasi dengan kelompok yang berseberangan secara keyakinan visi ideologis. Bila diperhatikan gejala ini tidak hanya berlaku bagi partai dan kelompok yang sejak awal menyatakan diri sebagai kelompok sekular, tapi juga kelompok-kelompok yang diawal berdirinya menyatakan berasas Islam. Tengok saja yang terjadi di Indonesia. Beberapa partai yang mengaku berasas Islam­PKS, PBB, PPP­ikut dalam barisan pendukung SBY-Kalla, Presiden-Wapres usungan dari partai sekular, Partai Demokrat dan Golkar. Dan bahkan walaupun SBY-JK menetapkan keputusan yang menyengsarakan rakyat seperti menaikkan harga BBM, parta-partai ini tetap setia mendukung SBY-Kalla

Dalam bidang ekonomi, Identitas pembaratan secara nyata terlihat pula dalam bidang ekonomi. Ini sangat lumrah, mengingat­seperti yang telah nyinyir dibahas diatas­demokrasi dan aktivitas ekonomi kapitalisme (laissez faire namun lebih sering disebut ekonomi pasar bebas) merupakan suatu yang susah untuk dipisahkan. Mengembangkan demokrasi berarti bermakna pula mengembangkan ekonomi pasar bebas. Maka besar sekali kepentingan dari para pelaku ekonomi kapitalisme untuk mensponsori kegiatan demokratisasi. Para kapitalis ini misalnya mendirikan The Center for Democracy and Technology[52], perusahaan yang ada dibelakangnya antara lain American Online, Inc, American Association of Advertising Agencies, American Express, Association of National Advertiser, AT&T, Bell Atlantic, Bussiness Software Alliance, Cellular Telecommunications Industry Association, Coalition for Encryption Reform, Deer Creek Foundation, Disney Worldwide Services, IBM Corporation, Interactive Digital Software Association, Lotus Development Corporation, Markle Foundation, MCA/Universal, MCI WorldCom, Microsoft Corporation, Mindspring, Newspaper Association of America, Novell, Open Society Institute, Time Warner dan lainnya.

Dengan demokrasi maka meluncurlah berbagai kebijakan yang sangat berpihak kepada para kapitalis. Dengan privatisasi, deregulasi dan liberalisasi perdagangan, semakin dalamlah menancapnya kuku-kuku kekuasaan kelompok kapitalis. Peran dominan mereka secara terselubung telah membuat terjadinya pergeseran kekuasaan. Secara de jure memang pemerintahlah yang berkuasa, namun secara de facto korporasilah yang menjadi tuannya.

Dengan konsistensi yang tinggi, para penguasa negara menjaga kepentingan kelompok kapitalis. Kalau dulu sekali para penguasa adalah para pemimpin yang mempertahankan wilayah teritorial yang sifatnya fisik, maka saat ini para penguasa pemerintahan lebih banyak bertarung utnuk memperebutkan saham pasar. Salah satu pekerjaan mereka­menurut Noreena Hertz­berubah kearah penjaminan suatu lingungan yang mendukung untuk pengembangan bisnis dan ranah yang mampu menyedot aliran modal bisnis. Peranan negara saat ini lebih banyak bergeser menjadi semata-semata menyediakan barang-barang dan infrastruktur publik yang dibutuhkan oleh kehidupan bisnis denga ongkos semurah-murahnya sambil melindungi sistem perdagangan bebas dunia[53].

Sayangnya kemudian, dengan segala pengorbanan konyol para penguasa ini yang dihasilkan adalah kerusakan yang masif. Sistem kapitalisme ternyata sangat signifikan menghasilkan ketimpangan sosial. Invisible hand-nya Adam Smith yang dipercaya dalam konsep ekonomi liberal akan menjaga level kesejahteraan pada titik equilibrium tidak berfungsi. Karena memang sejak semula tangan itu tidak pernah ada. Sebagaimana terdahulu telah dibahas, bahwa ide-ide Adam Smith banyak dipengaruhi oleh pengikut Francois Quesnay yang menganggap hukum ­hukum alam dapat diterapkan untuk menjelaskan berbagai kondisi sosial. Invisible hand ini sejatinya sangat dipengaruhi pemikiran Newtonian mengenai kesetimbangan mekanis. Yang terlupa oleh Smith adalah sekumpulan manusia berbeda dengan benda-benda pada percobaan mekanis. Benda-benda tersebut tidak memiliki apa yang dimiliki oleh sekumpulan manusia : kemampuan berfikir dan kehendak.

Maka yang terjadi kemudian adalah ketimpangan yang keterlaluan. Bayangkan penjualan General Motor dan Ford ternyata melebihi GDP seluruh sub-sahara Afrika. Dan Exxon dapat disamakan tingkat ekonominya dengan kemampuan ekonomi Chili dan Pakistan[54]. Sementara di Indonesia sendiri, geliat ekonomi yang semakin liberal­dengan privatisasi BUMN, liberalisasi pengelolaan sumber daya alam dan berbagai deregulasi yang pro korporat global­ternyata semakin menaikkan tingkat kemiskinan, 36,17 juta jiwa pada 2003 menjadi 40 juta jiwa pada 2005 (BPS 2005). Inilah faktanya, kapitalisme semakin berjaya, akan tetapi hasil rampasannya tidak dinikmati oleh semua orang.

Selain di bidang politik dan ekonomi jejak suram dari sekulerisme juga akan kita dapati pada bidang kehidupan yang lain. Dalam bidang pendidikan, sekulerisme telah menghasilkan manusia didik yang cenderung materialistik dan dangkal secara pemahaman agama. Epistimologi keilmuan yang mengakar pada empirisme membuat anak didik cenderung berfikir pragmatis-materialis dan memiliki orientasi yang sangat lemah terhadap maksud penciptaan manusia; penghambaan kepada Allah. Terbiasa dengan kehidupan yang pragmatis-materialis, maka individualistik menjadi kecenderungan berikutnya dari masyarakat yang mengadopsi sekulerisme. Karakter individualistik merupakan salah satu cacat bawaan dari masyakat sekuler, karena sejak awalnya sekulerisme turut dibangun oleh filsafat individualisme[55].

Ketika empirisme, materialisme dan pragmatisme mempengaruhi bidang pendidikan dan kemudian individualisme membentuk karakter sosial masyarakat, maka dalam pola kehidupan kultural masyarakat sekulerisme dibentuk oleh konsep hedonisme. Hedonisme telah mengarahkan manusia-manusia sekuler untuk menjadikan kesenangan dan kenikmatan duniawi sebagai poros kehidupan. Maka tidak mengherankan dalam masyarakat sekuler berbagai “hal yang menyenangkan” seperti seks bebas, judi dan mabuk-mabukan merupakan hal yang biasa. Exploitasi dunia hedonisme bahkan telah menjadikan praktek hedonis sebagai sumber perputaran uang yang tidak sedikit jumlahnya melalui prostitusi, pub dan nite club, casino dan industri minuman keras.

Demikanlah wajah suram nan kelam dari sekulerisme beserta ide-ide filialnya. Padanya terkumpul kerusakan, kebobrokan, keharaman dan ancaman kehancuran ketika diadopsi oleh kaum muslimin. Maka adalah kewajiban dari kita bersama untuk melancarkan upaya dekonstruksi terhadap sekulerisme. Dekonstruksi permanen yang membuatnya tidak akan pernah bangun lagi dari kuburnya.

Footnote:
[1] The Encyclopedia Americana, International Edition, Vol. 24, Grolier Incorporated, 1983, hal.510
[2] Ibid
[3] Lihat www.newadvent.org/cathen/136a.htm
[4] Lihat www.newadvent.org/cathen/136a.htm
[5] Ahmad Suhelmi,Pemikiran Politik Barat,Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2004
[6] ibid, hal. 115-116
[7] Deisme adalah sebuah ide yang menetapkan bahwa Tuhan yang menciptakan alam dan kemudian memberkati alam tersebut dengan hukum yang abadi setelah itu alam tersebut berjalan tanpa intervensi dari Tuhan. Lihat The Encyclopedia Americana, International Edition, Vol. 8, Grolier Incorporated, 1983, hal.644
[8] Empirisme merupakan ide yang menetapkan pengetahuan langsung berakar dalam data yang kita alami, yang tidak kita alami tidak ada, sekurang-kurangnya tidak dikenal (lihat Dick Hartoko, Kamus Populer Lengkap,1986, Rajawali Pers). Dengan paham ini sebuah keyakinan terhadap hal-hal yang ghaib seperti malaikat, surga, neraka bisa dikatakan tidak ada. Inilah kesesatan paham ini menurut Iman Islam.
[9] Skeptisme secara umum ragu dengan apakah pengetahuan itu mungkin. Skeptisme dapat mengambil beberapa bentuk, sehingga seorang yang skeptis dapat meragukan apakah pengalaman inderawi itu bisa menghasilkan pengetahuan, atau apakah Tuhan, dunia eksternal dan pikiran-pikiran lain ada (lihat Diane Collinson, Lima Puluh Filosof Dunia yang Menggerakkan,2001, RajaGrafindo Persada)
[10] Aliran filsafat yang mengajarkan kenikmatan merupakan nilai tertinggi serta tujuan segala perbuatan moral. Dirintis oleh Aristipos dari Kyrene dan pada abad 18 oleh Lamettrie (lihat Dick Hartoko, op.cit).
[11] Encyclopedi yang disusun beberapa orang filosof perancis pada abad 18 seperi Mostesquieu, D’Alembert, Voltaire, Rosseau, Buffon, Quesnay dan Diderot. Rosseau sendiri kemudian keluar dari proyek ini kemudian.Lihat Filsafat Untuk Pemula, Richard Osborne, Penerbit Kanisius.
[12] The Encyclopedia Americana, International Edition, Vol. 8, Grolier Incorporated, 1983, hal.644
[13] The Encyclopedia Americana, International Edition, Vol. 8, Grolier Incorporated, 1983, hal.684
[14] Ahmad Suhelmi, op.cit, hal. 206
[15] The Encyclopedia Americana, International Edition, Vol. 8, Grolier Incorporated, 1983, hal. 690
[16] The Encyclopedia Americana, International Edition, Vol. 8, Grolier Incorporated, 1983, hal. 691
[17] The Encyclopedia Americana, International Edition, Vol. 8, Grolier Incorporated, 1983, hal. 690
[18] ibid
[19] Ahmad Suhelmi, op.cit, hal.316. Dalam bukunya Ahmad Suhelmi menyebutnya prinsip-prinsip demokrasi barat. Tapi kalau kita pahami lebih dalam lagi penggunaan kata-kata barat setelah demokrasi sebenarnya tidak diperlukan lagi, karena sudah dimafhumi bahwa demokrasi berasal dari barat (dan sangat khas barat) dan berakar pada filsafat dan pemikiran barat. Adapun dipakainya demokrasi di beberapa negara bukan barat­dan bahkan di negeri Islam­tidak kemudian menghilangkan ide-ide yang inherent dengan demokrasi (barat) seperti kontrak sosial, kebebasan individu dan kedaulatan (pembuatan hukum) di tentukan orang banyak, bukannya Tuhan.
[20] The Encyclopedia Americana, International Edition, Vol.5, Grolier Incorporated, 1983, hal. 600
[21] Aplikasinya misalnya terlihat dari kepercayaan ekomomi liberal bahwa dinamika masyarakat selalu menuju kesetimbangan, ini serupa dengan terori kesetimbangan mekanis pada teori Newton. Dalam ilmu biologi mereka mengadopsi pemikiran Darwin tentang seleksi alam (survival the fittest), dimana yang terkuatlah yang akan bertahan dalam kegiatan ekonomi
[22] ibid
[23] ibid
[24] Utilitarianisme menetapkan bahwa yang berguna juga dihalalkan, secara moral dapat dibenarkan. Kegunaan merupakan tolok ukur bagi moralitas perbuatan manusia. Bagi beberapa kritikus utilarianisme tidak lain adalah empirisme yang di reproduksi.
[25] Lihat Filsafat Untuk Pemula, Richard Osborne, Penerbit Kanisius
[26] Desacralizing Secularism, www.algonet.se/~pmanzoor/Des-Sec.htm
[27] Secularism, www.newadvent.org/cathen/136a.htm
[28] Niccolo Machiavelli (1469-1527), pemikir politik asal Italia, salah seorang penggerak zaman Renaisance. Merupakan perintis yang menjauhkan politik dari pengaruh agama.
[29] Ahmad Suhelmi, op.cit, hal. 139
[30] William Ebenstein dan Edwin Fogelman, Isme-Isme Dewasa Ini , edisi sembilan, Penerbit Erlangga, 1994, hal.148
[31] Joel Andreas, Nafsu Perang-Sejarah Militerisme Amerika di Dunia, Penerbit Profetik, 2004, hal. 5
[32]Joel Andreas, ibid. Hal. 9
[33] John L. Esposito dan John O. Voll, Demokrasi di Negara-Negara Muslim, Penerbit Mizan, 1999, hal. 22
[34] Ahmad Suhelmi, op.cit, hal. 315
[35] Jean Baechler, Demokrasi, Sebuah Tinjauan Analitis, Penerbit Kanisius, 2001, hal.272
[36] Paul Treanor, Kebohongan Demokrasi, Penerbit Istawa-Wacana, 2001, hal. 71
[37] Paul Treanor, ibid, hal. 79
[38] DR. Muhammad ‘Imarah, Perang Terminologi Islam Versus Barat, Robbani Press, 1998
[39] DR. Muhammad ‘Imarah, ibid
[40] Dalam kamus Arab-Indonesia Al Munawwir ‘ilmaniyah diterjemahkan sebagai faham yang memisahkan negara dari pengaruh agama.
[41] John L. Esposito, Ancaman Islam, Mitos atau Realitas?, Penerbit Mizan, 1995, hal. 66
[42] ibid
[43] Lihat Abdul Qadim Zallum, Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islamiyyah, Penerbit Al-Izzah, 1991
[44] Lihat Wajah Peradaban Barat oleh Adian Husaini, MA. Penerbit Gema Insani Pers, 2005
[45] Samuel P. Huntington, Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia, Penerbit Qalam, 2001 , hal. 392
[46] Samuel P. Huntington, ibid, hal. 391
[47] Samuel P, Huntington, ibid, hal. 395
[48] John L. Esposito, op.cit, hal. 64
[49] John L. Esposito, ibid, hal. 75
[50] John L. Esposito, ibid, hal. 75
[51] Adian Husaini, op.cit, hal. 276
[52] Paul Treanor, Kebohongan Demokrasi, penerbit ISTAWA-WACANA, 2001, hal.34
[53] Noreena Hertz, Membunuh Atas Nama Kebebasan, Penerbit Nuansa, 2004, hal. 18
[54] Noreena Hertz, Ibid, hal. 16
[55] Individualisme adalah suatu filsafat yang berpandangan bahwa sifat khusus tiap-tiap orang hendaknya diperhatikan. Tiap-tiap orang orang mempunyai watak dan sifat yang khas yang dibentuk oleh kemauannya sendiri yang bebas. Ind. menyangkal keterikatan manusia dan masyarakat. Untuk masalah transendensi, indv. Percaya tiap orang langsung bertanggung jawab terhadap Tuhannya, maka adalah hak tiap orang utnuk menentukan bagaimana dia berhubungan dengan Tuhannya, dan menolak intervensi atas individu.

From: “abdul rahman” <Inspiring.Rahman@gmail.com>
Subject: [INSISTS] Wajah Kelam Sekulerisme, Kapitalisme dan Demokrasi

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Kejahatan Kapitalisme dalam Angka

Posted by musliminsuffer on April 19, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Kejahatan Kapitalisme dalam Angka

Sejak 1983 hampir tidak ada tetesan pertumbuhan ekonomi bagi rata-rata keluarga di AS, kecuali peningkatan pendapatan dan kekayaan yang menumpuk pada 20% penduduk terkaya. *Edward Wolff, Jerome Levy, Economics Institute, **Bard** **College**, 2000*.

Tren kemiskinan semakin memburuk. Jumlah orang miskin yang hidupnya kurang dari 1 dollar sehari meningkat dari 1,197 milyar jiwa pada tahun 1987 menjadi 1,214 milyar jiwa pada tahun 1997 (20% dari penduduk dunia). Sementara 1,6 milyar jiwa (25%) penduduk dunia lainnya hidup antara 1-2 dolar perhari. *The United Nations Human Development Report, 1999*.

Kesenjangan pendapatan antara 1/5 penduduk dunia di negara-negara kaya dengan 1/5 penduduk di negara-negara termiskin meningkat 2 kali lipat pada tahun 1960-1990 dari 30:1 menjadi 60:1. Pada 1998 meningkat menjadi 78:1. *The United Nations Human Development Report, 1999*.

Perubahan teknologi dan liberalisasi keuangan mengakibatkan peningkatan jumlah rumah tangga tidak proposional pada tingkatan yang teramat kaya, tanpa distribusi bagi yang miskin… Dari 1988-1993, pendapatan 10% penduduk termiskin di dunia merosot lebih dari 1/4nya, sedangkan pendapatan 10% penduduk terkaya di dunia meningkat 8%. *Robert Wade, The London School of Economics, The Economist, 2001*.

Dua puluh tahun lalu, perbandingan pendapatan rata-rata di 49 negara terkebelakang dengan pendapatan negara-negara terkaya adalah 1:87. Saat ini menjadi 1:98. *Kevin Watkins, International Herald Tribune, 2001*.

Total kekayaan orang-orang yang mempunyai aset minimal 1 juta dolar meningkat hampir 4 kali lipat pada 1986-2000 dari 7,2 trilyun dolar menjadi 27 trilyun dolar. Meskipun terjadi kemerosotan keuangan global dan bisnis dotcom saat ini, Merril Lynch memprediksikan bahwa kekayaan mereka meningkat 8% setiap tahunnya dan diperkirakan tahun 2005 mencapai 40 trilyun dolar. *Merril Lynch-Cap Gemini, 2001*.

Sejak 1994-1998, nilai kekayaan bersih 200 orang terkaya di dunia bertambah dari 40 milyar dolar menjadi lebih dari 1 trilyun dolar. Aset 3 orang terkaya lebih besar dari gabungan GNP 48 negara terkebelakang. Jumlah milyuder meningkat 25% dua tahun terakhir menjadio 475 orang dengan nilai kekayaan lebih besar dari 50% penduduk termiskin dunia. *The United Nations Human Development Report, 1999*.

1/5 orang terkaya di dunia mengkonsumsi 86% semua barang dan jasa, sementara
1/5 orang termiskin di dunia hanya mengkonsumsi kurang dari 1% saja. *The United Nations Human Development Report, 1999*.

Di seluruh dunia kira-kira 50 ribu orang meninggal setiap hari akibat kurngnya kebutuhan tempat tinggal, air yang tercemar, dan sanitasi yang tidak memadai. *Shukor Rahman, Straits of Malaysia Times, 2001*.

*Kapitalisme Perusahaan Multinasional *

Sebanyak 200 perusahaan papan atas dunia menguasai 28% perekonomian global. 500 perusahaan papan atas dunia mengontrol 70% perdagangan dunia, dan 1.000 perusahaan papan atas dunia menggenggam 80% industri dunia. *Robert Kaplan, The Atlantic Monthly, 1997.*

Saat ini dari 100 pelaku ekonomi terbesar di dunia, 52 di antaranya adalah perusahaan raksasa, 48 lainnya adalah negara. Mitsubishi berada pada posisi ke 22, General Motors 26, dan Ford Motor 31. Gabungan ketiga perusahaan raksasa tersebut mengalahkan kekayaan Denmark, Thailand, Turki, Afrika Selatan, Arab Saudi, Norwegia, Finlandia, Malaysia, Chili dan Selandia Baru. Gabungan penjualan 200 perusahaan raksasa dunia masih lebih besar dari 18 kali lipat pendapatan tahunan 1,2 milyar orang miskin. *Institute for Policy Studies, Top 200: The Rise of Corporate Global Power, 2000*.

Pada tahun 1999, hasil penjualan dari 5 perusahaan raksasa (General Motors, Wal-Mart, Exxon Mobil, Ford Motor dan DaimlerChrysler) lebih besar dari GDP 182 negara. *Institute for Policy Studies, Top 200: The Rise of Corporate Global Power, 2000*.

Di AS, perolehan pajak pendapatan dari perusahaan raksasa merosot drastis. Pada tahun 1960-an jumlahnya mencapai 25% dari keseluruhan pajak penghasilan, kini hanya 9% saja. *Reuven Avi-Yonah, The American Prospect, 2000*.

41 perusahaan raksasa AS bukan hanya tidak membayar pajak federal saja, tetapi sebaliknya mereka secara terang-terangan menerima pengembalian uang dari pemerintah federal antara tahun 1996-1998. *Institute on Taxation and Economic Policy, 2000*.

20 tahun lalu, 20 perusahaan farmasi papan atas dunia memegang 5% perdagangan obat-obatan dunia dengan resep. Dewasa ini, 10 perusahaan farmasi papan atas dunia menguasai 40% pasar. 20 tahun lalu, 65 perusahaan bahan kimia untuk pertanian bersaing di pasar dunia, dewasa ini tinggal 9 perusahaan saja dengan menguasai 90%pangsa pasar pestisida. *RAFI (Rural Advancement Foundation International), The ETC Century, 2001*.

*Kelaparan*

Kelaparan disebabkan oleh kenyataan bahwa pengembangan perdagangan dunia lebih dititikberatkan pada negara-negara Utara (negara-negara maju), sementara perluasan utang lebih diarahkan ke negara-negara Selatan (negara-negara berkembang). *Shukor Rahman, New Straits of Malaysia Times, 2001*.

Peningkatan produksi pangan dalam 35 tahun terakhir telah melampaui laju pertumbuhan penduduk dunia sebesar 16%. Peningkatan tersebut belum pernah terjadi. *United Nations Food and Agriculture organization, 1994*.

Pada tahun 1997, 78% anak-anak di bawah usia 5 tahun yang kekurangan gizi di negara-negara sedang berkembang sebenarnya hidup di negara-negara yang mengalami surplus pangan. *Uinted Nations Food and agriculture Organization, 1998*.

Sementara 200 juta orang India kelaparan, pada tahun 1995 India mengekspor gandum dan tepung terigu dengan nilai $ 625 juta, beras 5 juta ton dengan nilai $ 1,3 milyar. *Institute for Food and Development Policy, Backgrounder, Spring 1998*.

Dewasa ini 826 juta manusia menderita kekurangan pangan yang sangat kronis dan serius, kendati dunia sebenarnya mampu memberi makan 12 milyar manusia (2 kali lipat dari penduduk dunia) tanpa masalah sedikit pun. *Shukor Rahman, New Straits of Malaysia Times, 2001*.

Pada tahun 1997, hampir 10 juta orang AS yang terdiri atas 6,1 juta orang dewasa dan 3,3 juta anak-anak benar-benar dililit kelaparan. Sementara itu, pada tahun 1998, 10,5 juta rumah tangga di AS atau 31 juta orang tidak bisa memperoleh makanan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. *US Departement of Agriculture, Food Insecurity Report, 1999*.

Jumlah orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan gizinya diperkirakan bertambah besar hingga 3%, dari 1,1 milyar pada tahun 1998 menjadi 1,3 milyar orang pada tahun 2008. 2/3 penduduk Afrika Sub-Sahara dan 40% penduduk Asia akan mengalami kekurangan pangan pada tahun 2008. *US Departemen of Agriculture, Food Security Asessment, 1999*.

Setiap hari 11 ribu anak mati kelaparan di seluruh dunia, sedangkan 200 juta anak menderita kekurangan gizi dan protein serta kalori. Lebih dari 800 juta menderita kelaparan di seluruh dunia dan 70% di antara mereka adalah wanita dan anak-anak. *Shukor Rahman, World Food Program, New Staits of Malaysia Times, 2001*.

IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru ataupun rudal tetapi dengan wabah kelaparan. *Carlos Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000*.

*Penghapusan Jasa/Pelayan Umum *

Tekanan fiskal telah menyusutkan pelayanan yang diberikan negara akibat Program Penyesuaian Struktural (SAP) yang dipaksakan IMF dan Bank Dunia pada negara-negara berkembang. *The United Nations Human Development Report, 1999 *.

41 negara miskin yang paling banyak berhutang, hutang luar negerinya meningkat dari 55 milyar dolar pada tahun 1980 menjadi 215 milyar dolar pada tahun 1995. Saat ini pemerintahan negara-negara Afrika menanggung utang sebesar 350 milyar dolar sehingga mereka memotong 2/5 penghasilan mereka untuk bayar utang. Akibatnya pemerintah mengurangi pembiayaan jasa/pelayan negara terhadap rakyatnya. Atas dasar itulah, *Jubilee 2000* mengatakan bahwa di 40 negara paling miskin setiap 1 menit 13 anak mati. *The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000*.

Di Zimbabwe, ketika SAP Bank Dunia mulai dilaksanakan, pembiayaan pelayan kesehatan per orang merosot 1/3nya sejak 1990. Sejak itulah kualitas pelayan kesejatan merosot 30%. Sementara jumlah perempuan yang hampir saja meninggal di rumah sakit Harare meingkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 1990. Sedangkan jumlah orang yang berobat ke klinik dan rumah sakit semakin berkurang karena mereka tidak mampu menanggung biaya pengobatan. *The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000*.

Di Kenya, munculnya peraturan baru mengenai biaya yang harus ditanggung para pasien di Klinik Pengobatan Khusus Penyakit Menular Seksual di Nairobi, berakibat pada penurunan jumlah orang yang datang berobat hanya dalam jangka waktu 9 bulan. *The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000*.

Privatisasi air merupakan kegemaran Bank Dunia dan IMF. Sebuah pemeriksaan acak atas dana-dana IMF di 40 negara selama tahun 2000, mendapatkan bahwa 12 negara peminjam yang persyaratan peminjamannya memuat klausul kebijakan kenaikan harga jasa air dan privatisasi air. *Globalization Chalengge Initiative, Water Privatization Fact Sheet, 2001*.

Dampak kebijakan IMF dan Bank Dunia memperivatisasi air dapat dilihat pada KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, di mana orang-orang miskin yang tidak mampu membayar air bersih terpaksa menggunakan air sungai yang tercemar sehingga menyebabkan wabah kolera. *Globalization Chalengge Initiative, Water Privatization Fact Sheet, 2001*.

Ketika kota terbesar ke 3 di Bolivia dipaksa melakukan privatisasi air oleh IMF dan Bank Dunia, tingkat kenaikan harga air bagi pelanggan paling miskin mencapai 3 kali lipat. Negara dengan upah minimun kurang dari 60 dolar per bulan tersebut, banyak pemakai air dengan biaya rekening perbulannya mencapai 20 dolar. Warga di kota tersebut yang telah membangun sumur-sumur keluarga dan sistem irigasi selama berpuluh-puluh tahun lalu, tiba-tiba harus membayar hak atas penggunaan air tersebut. *International Forum on Globalization, IF Bulletin, 2001*.

*Upah dan Ketenagakerjaan*

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Wall Street Journal terhadap 500 eksekutif perusahaan AS mengungkapkan bahwa kemungkinan besar mereka akan menggunakan NAFTA (kawasan perdagangan bebas Amerika Utara) untuk menekan gaji dan upah karyawan/buruh. *Economic Policy Institute, NAFTA at Seven, 2001*.

Pada akhir 1998, kira-kira 1 milyar pekerja (1/3 dari tenaga kerja dunia) menjadi pengangguran atau setengah pengangguran. Angka tersebut merupakan yang terburuk sejak Depresi Berat pada tahun 1930-an. *World Employment Report 1998-1999, International Labor Organization*.

Perluasan perdagangan tidak selalu berarti lebih banyak pekerjaan dan gaji yang lebih baik. Di negara-negara paling kaya, penciptaan lapangan kerja jauh tertinggal ke belakang, baik dari sisi pertumbuhan GDP maupun perluasan perdagangan dan investasi. Meski GDP tumbuh 2-3%, tetapi tingkat pengangguran tidak turun tetap berkutat di angka 7%. *The United Nations Human Development Report, 1999.*

Sebanyak 200 perusahaan terbesar dunia menguasai 30% perekonomian dunia kendati mereka hanya memperkerjakan 1% angkatan kerja dunia. Sementara keuntungan mereka membengkak 362,4% antara tahun 1983-1999, mereka hanya menambah tenaga kerja sebesar 14,4%. *Institute for Policy Studies, Top 200, The Rise of Corporate Global Power, 2000*.

Para pengusaha menggunakan fleksibilitas ekstra dalam undang-undang ketenagakerjaan (yang diwajibkan IMF dan Bank Dunia) untuk lebih banyak mengurangi dan merampingkan pekerjaan ketimbang memperbesar kemampuan produktif maupun menciptakan lapangan kerja. *United Nations Trade and Development Report 1995, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000*.

*Sumber: The International Forum on Globalization, Globalisasi Kemiskinan dan Ketimpangan, Diterbitkan Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas, Yogyakarta, 2003**.*

From: “abdul rahman” <Inspiring.Rahman@gmail.com>
Subject: [INSISTS] Kejahatan Kapitalisme dalam Angka

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Prof UIN Jakarta Halalkan Homoseksual”

Posted by musliminsuffer on April 19, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Prof UIN Jakarta Halalkan Homoseksual”

6 04 2008

Pertama kali denger/ baca britanya pas dapet email dari temen sekantor, bahwa ada brita penghalalan perilaku homoseksual oleh propesor dari UIN Jakarta. Pas dicek lebih lanjut, halaaah… ternyata nama ini yang muncul… siti musdah mulia, jadi gak heran lagi. Secara nama satu itu emang udah sering berkoar aneh dan melawan arus. Yaah… maklum, secara dia udah kepilih jadi salah satu perempuwan dunia “yang dianggap berani membuat perubahan demi kemajuan perempuan di negaranya” oleh tuannya, amerika dengan ms. condoleezza rice-nya. Dan demi “membuwat perubahan”, “fatwa” ngawur dari siti pun mengalir bagai mencoba menandingi kehebohan UU ITE dan pelem Fitna yang “boks-ofis” dimana-mana, mendapat review dari beragam seleb-blog Indonesia.

Rabu 02 Apr, 09:53 AM

Harian The Jakarta Post, edisi Jumat (28/3/200 8) pada halaman mukanya menerbitkan sebuah berita berjudul Islam ‘recognizes homosexuality’ (Islam mengakui homoseksualitas). Mengutip pendapat dari Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu menulis bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan oleh Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (Homosexuals and homosexuality are natural and created by God, thus permissible within Islam). Menurut Musdah, para sarjana Muslim moderat berpendapat, bahwa tidak ada alasan untuk menolak homoseksual. Dan bahwasanya pengecaman terhadap homoseksual atau homoseksualitas oleh kalangan ulama aurus utama dan kalangan Muslim lainnya hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Tepatnya, ditulis oleh Koran ini: “Moderate Muslim scholars said there were no reasons to reject homosexuals under Islam, and that the condemnation of homosexuals and homosexuality by mainstream ulema and many other Muslims was based on narrow-minded interpretations of Islamic teachings.”

Mengutip QS 49 ayat 3, Musdah menyatakan, salah satu berkah Tuhan adalah bahwasanya semua manusia, baik laki-laki atau wanita, adalah sederajat, tanpa memandang etnis, kekayaan, posisi social atau pun orientasi seksual. Karena itu, aktivis liberal dan kebebasan beragama dari ICRP (Indonesia Conference of Religions and Peace) ini, “Tidak ada perbedaan antara lesbian dengan non-lesbian. Dalam pandangan Tuhan, manusia dihargai hanya berdasarkan ketaatannya.” (There is no difference between lesbians and nonlesbians. In the eyes of God, people are valued based on their piety). Demikian pendapat guru besar UIN Jakarta ini dalam diskusi yang diselenggarakan suatu organisasi bernama “Arus Pelangi”, di Jakarta, Kamis (27/3/2008). Menurut Musdah Mulia, intisari ajaran Islam adalah memanusiakan manusia dan menghormati kedaulatannya. Lebih jauh ia katakan, bahwa homoseksualitas adalah berasal dari Tuhan, dan karena itu harus diakui sebagai hal yang alamiah.

The Jakarta Post juga mengutip pendapat seorang pembicara bernama Nurofiah, yang menyatakan, bahwa pandangan dominan dalam masyarakat Islam tentang heterogenitas adalah sebuah “konstruksi sosial”, sehingga berakibat pada pelarangan homoseksualitas oleh kaum mayoritas. Ini sama dengan kasus ”bias gender” akibat dominasi budaya patriarki. Karena itu, katanya, akan berbeda jika yang berkuasa adalah kaum homoseks. Lebih tepatnya, dikutip ucapan aktivis gender ini: “Like gender bias or patriarchy, heterogeneity bias is socially constructed. It would be totally different if the ruling group was homosexuals.”

Diskusi tentang homoseksual itu pun menghadirkan pembicara dari Majelis Ulama Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia. Kedua organisasi ini, oleh The Jakarta Post, sudah dicap sebagai “kelompok Muslim konservatif”. Ditulis oleh Koran ini: “Condemnation of homosexuality was voiced by two conservative Muslim groups, the Indonesian Ulema Council (MUI) and Hizbut Thahir Indonesia (HTI).” Amir Syarifuddin, pengurus MUI, menyatakan bahwa praktik homoseksual adalah dosa. “Kami tidak akan menganggap homoseksualitas sebagai musuh, tetapi kami akan membuat mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah,” kata Amir Syarifudin.

Demikianlah berita tentang penghalalan homoseksual oleh sejumlah aktivis liberal, sebagaimana dikutip oleh The Jakarta Post. Jika kita rajin menyimak perkembangan pemikiran liberal, baik di kalangan Yahudi, Kristen, maupun Islam, maka kita tidak akan heran dengan berita yang dimuat di Harian The Jakarta Post ini. Kaum Yahudi Liberal, juga Kristen Liberal, sudah lama menghalalkan perkawinan sesama jenis. Bahkan, banyak cendekiawan dan tokoh agama mereka yang sudah secara terbuka mendeklarasikan sebagai orang-orang homoseks dan lesbian. Banyak di antara mereka yang bahkan sudah menyelenggarakan perkawinan sesama jenis di dalam tempat ibadah mereka masing-masing. Bagi kaum Yahudi dan Kristen liberal, hal seperti itu sudah dianggap biasa. Mereka juga menyatakan, bahwa apa yang mereka lakukan adalah sejalan dengan ajaran Bibel. Mereka pun menuduh kaum Yahudi dan Kristen lain sebagai “ortodoks”, “konservatif” dan sejenisnya, karena tidak mau mengakui dan mengesahkan praktik homoseksual.

Gereja Katolik, misalnya, tetap mempertahankan doktrinnya yang menolak praktik homoseksual. Tahun 1975, Vatikan mengeluarkan keputusan bertajuk “The Vatican Declaration on Sexual Ethics.” Isinya, antara lain menegaskan: “It (Scripture) does attest to the fact that homosexual acts are intrinsically disordered and can in no case be approved of.” Dalam Pidatonya pada malam Tahun Baru 2006, Paus Benediktus XVI juga menegaskan kembali tentang terkutuknya perilaku homoseksual. Dalam Islam, soal homoseksual ini sudah jelas hukumnya. Meskipun sudah sejak dulu ada orang-orang yang orientasi seksualnya homoseks, ajaran Islam tetap tidak berubah, dan tidak mengikuti hawa nafsu kaum homo atau pendukungnya.

Tidak ada ulama atau dosen agama yang berani menghalalkan tindakan homoseksual, seperti yang dilakukan oleh Prof. Siti Musdah Mulia dari UIN Jakarta tersebut. Nabi Muhammad saw bersabda, “Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan al-Baihaki). Imam Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus dirajam (dilempari batu sampai mati) tanpa membedakan apakah pelakunya masih bujangan atau sudah menikah.

Sejak terbitnya Jurnal Justisia dari Fakultas Syariah IAIN Semarang (edisi 25, Th XI, 2004), yang menghalalkan homoseksual, kita sudah mengingatkan para pimpinan kampus Islam agar lebih serius dalam menangani penyebaran paham liberal di kampus mereka. Sebab, virus liberal ini semakin menampakkan daya rusaknya terhadap aqidah dan pemikiran Islam. Ironisnya, fenomena ini justru digerakkan dari sejumlah akademisi di kampus-kampus berlabel Islam. Kita ingat kembali, bahwa dalam Jurnal Justisia tersebut, dilakukan kampanye besar-besaran untuk mengesahkan perkawinan homoseksual.

Jurnal itu kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual, (Semarang: Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA, 2005). Dalam buku tersebut dijelaskan strategi gerakan yang harus dilakukan untuk melegalkan perkawinan homoseksual di Indonesia, yaitu (1) mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang telah dirampas oleh negara, (2) memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya, (3) melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, (4) menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus antara laki-laki dan wanita. (hal. 15) Sebagaimana Prof. Musdah Mulia, para penulis dalam buku itu pun mengecam keras pihak-pihak yang masih mengharamkan homoseksual. Seorang penulis dalam buku ini, misalnya, menyatakan, bahwa pengharaman nikah sejenis adalah bentuk kebodohan umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara kritis atas doktrin tersebut. Si penulis kemudian mengaku bersikap kritis dan curiga terhadap motif Nabi Luth dalam mengharamkan homoseksual, sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran (Surat al-A’raf: 80-84 dan Hud: 77-82). Semua itu, katanya, tidak lepas dari faktor kepentingan Luth itu sendiri, yang gagal menikahkan anaknya dengan dua laki-laki, yang kebetulan homoseks. Ditulis dalam buku ini sebagai berikut:

“Karena keinginan untuk menikahkan putrinya tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi, oleh Luth, malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth menilai buruk terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya tahu, Al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo di samping karena faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo.” (hal. 39)

Padahal, tentang Kisah Nabi Luth a.s. Al-Quran sudah memberikan gambaran jelas bagaimana terkutuknya kaum Nabi Luth yang merupakan pelaku homoseksual ini: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf:80-84).

Karena itu, para mufassir Al-Quran selama ratusan tahun tidak ada yang berpendapat seperti anak-anak syariah dari IAIN Semarang itu atau seperti Prof. Musdah Mulia yang berani menghalalkan homoseksual. Gerakan legalisasi homoseksual yang dilakukan oleh kaum liberal di Indonesia sebenarnya sudah melampaui batas. Bagi umat Islam, hal seperti ini merupakan sesuatu yang tidak terpikirkan (“unthought”). Bagaimana mungkin, dari kampus berlabel Islam justru muncul dosen dan mahasiswa yang berani menghalalkan homoseksual, suatu tindakan bejat yang selama ribuan tahun dikutuk oleh agama. Gerakan legalisasi homoseksual dari lingkungan kampus Islam tidak bisa dipandang sebelah mata. Tindakan ini merupakan kemungkaran yang jauh lebih bahaya dari gerakan legalisasi homoseks yang selama ini sudah gencar dilakukan kaum homoseksual sendiri.

Dalam catatan penutup buku karya anak-anak Fakultas Syariah IAIN Semarang tersebut, dimuat tulisan berjudul “ Homoseksualitas dan Pernikahan Gay: Suara dari IAIN”. Penulisnya, mengaku bernama Mumu, mencatat, “Ya, kita tentu menyambut gembira upaya yang dilakukan oleh Fakultas Syariah IAIN Walisongo tersebut.” Juga dikatakan dalam buku tersebut: “Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan.”

Logika ini sejalan dengan jalan pemikiran Musdah Mulia yang menyatakan bahwa pelarangan homoseksual hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Barangkali, seperti dikatakan Nurofiah, jika suatu ketika nanti kaum homoseksual sudah menjadi dominan, maka mereka akan memandang bahwa kaum heteroseksual adalah suatu kelainan. Inilah pandangan yang ‘keblinger’, yang lahir dari kekeliruan berpikir. Sebagaimana kasus perkawinan antara muslimah dan laki-laki non-Muslim yang didukung dan dipenghului oleh sejumlah dosen UIN Jakarta, kita patut khawatir, bahwa para akademisi liberal itu semakin menjadi-jadi tindakannya, dengan menjadi penghulu bagi perkawinan sesama jenis. Kita berharap hal itu tidak terjadi, meskipun Prof. Dr. Musdah Mulia sudah melontarkan pendapatnya tentang homoseksual secara terbuka di mediamassa.

Memang, jika orang sudah hilang rasa malunya, maka dia akan berbuat semaunya sendiri. Mungkin dia merasa sudah hebat, sudah jadi guru besar pemikiran Islam di suatu kampus Islam terkenal. Selama ini pun, orang-orang terdekatnya pun tidak mampu menghentikan kegiatannya. Namun, jika kita ikuti kisah perjalanan intelektual Prof. Musdah Mulia, kita sebenarnya tidak terlalu heran. Sejak awal, cara berpikirnya sudah kacau. Dia seenaknya sendiri mengubah-ubah hukum Islam, untuk disesuaikan dengan cara pandang dan cara hidup Barat. Tidak aneh, jika karena sepak terjangnya yang seperti itu, tahun lalu, pada Hari Perempuan Dunia tanggal 8 Maret 2007, Musdah Mulia menerima penghargaan International Women of Courage dari Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice di kantor kementerian luar negeri Amerika Serikat (AS), Washington. Ia dianggap sukses menyuarakan, membela dan mengembalikan hak perempuan di mata agama dengan cara melakukan ‘pembaruan hukum Islam’ – termasuk – undang-undang perkawinan. Mungkin, setelah mendukung praktik homoseksual ini, dia akan mendapatkan pujian dan penghargaan jauh lebih tinggi lagi dari “kalangan tertentu.” Kita tunggu saja! [Depok, 30 Maret 2008/www.hidayatullah.com] Catatan Akhir Pekan Adian Husaini

Sepertinya semenjak berusaha merevisi kompilasi hukum Islam dengan menyusun Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam atau Kompilasi Hukum Islam Tandingan beberapa tahun yang lalu, si musdah ini mangkin menjadi saja. Secara pemikiran-pemikiran nyeleneh dan ngawurnya itulah yang membawanya ke Washington DC bertemu tuannya, petinggi-petinggi amerika. Diantara pemikiran-pemikiran ngawur yang dirumuskan dalam Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam atau Kompilasi Hukum Islam Tandingan adalah disebutkan bahwa pernikahan bukan ibadah, perempuan boleh menikahkan dirinya sendiri, poligami haram, boleh nikah beda agama, boleh kawin kontrak, ijab kabul bukan rukun nikah dan anak kecil bebas memilih agamanya sendiri.

Entah sadar atau tidak orang-orang yg kata si musdah adalah “the so called moderat muslim scholars”, bahwa ide penggagasan Counter Legal Draft/Kompilasi Hukum Islam Tandingan tahun 2004 yang lalu dan penghalalan perilaku homoseksuwal baru-baru ini itu tak lepas dari kepentingan negara-negara adikuasa tersebut, yang juga telah mengucurkan dana yang tidak sedikit sebagai imbal-baliknya. Dimana tujuan dari semua ini bisa jadi adalah untuk memunculkan dikotomi kesadaran hukum, agar umat Islam mangkin lemah dan tidak berdaya mempersatukan persepsi tentang syariah.

Dimana skenariyo ini adalah bagiyan dari Politik Islamophobiya-nya si bush juniyor dkk. Bila umat Islam mangkin terpecah-belah maka dengan sendirinya mereka akan lebih leluwasa untuk menginjak-injaknya, seperti yang telah dilakukan oleh meraka terhadap saudara-saudara di Afghanistan dan Iraq. Herannya kok ya orang-orang seperti ini malah sering diundang berbicara atas nama Islam, seperti yang baru-baru ini terjadi. Ini sangat membahayakan, dan ironis, kayak nggak ada aja tokoh Islam Indonesia yang lebih pantas berbicara atas nama Islam. Bagaikan mengulang kebodohan media-media nasiyonal yang mengundang Roy Sruyo™ untuk berbicara mewakili duniya IT Indonesia . Mungkin sebenernya pemikiran-pemikiran seperti inilah yang perlu untuk turut diblokir dan digembok layaknya situs porno dan kekerasan yang juga meracuni anak bangsa dan seperti CD dan rok para pemijat yang juga “meracuni” lelaki pelanggannya Shock , agar tidak lagi merajalela menyebar faham-faham sesat “orderan” bos amerikanya.

source: http://titoreds.wordpress.com/2008/04/06/%E2%80%9Cprof-uin-jakarta-halalkan-homoseksual%E2%80%9D/

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

Film Menghina Islam dari Belanda

Posted by musliminsuffer on April 19, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Minggu, Februari 10, 2008

Film Menghina Islam dari Belanda

Anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, sedang membuat film provokatif tentang Al-Quran. Film ini, menurut Wilders, memang ditujukan untuk melawan Islam, yang menurutnya, karena agama ini sangat “berbahaya”.

Beberapa kalangan politisi mengatakan, film yang dibuat Wilders, mirip dengan film Submission, yang disutradarai Theo van Gogh dan Ayaan Hirsi Ali, tahun 2004. Tapi hingga saat ini, Geert Wilders belum ingin membuka rahasia isi film tersebut. Isunya film ini akan diputar pertama kali 25 Januari 2008, tapi hingga kini belum ada kejelasan kapan film kontroversi ini akan diputar.

“Orang harus menonton sendiri,” ungkap politikus Belanda dalam surat kabar “De Telegraaf”. Juga belum jelas siapa akan menayangkan film ini. Kabarnya, Wilders sedang nego dengan salah satu stasiun televisi. Tapi apabila pembicaraan gagal, Wilders tidak keberatan menayangkan filmnya pada jam tayang khusus untuk partai politik atau di internet. Lembaga penyiaran pemerintah tidak tahu soal film yang kabarnya keluar Januari mendatang. Juga perusahaan produksi film Column, pembuat film Submission, tidak terlibat film Wilders.

Terkejut

Sementara itu, kabinet Belanda mengaku terkejut atas rencana-rencana Wilders. Perdana Menteri Belanda-Jan Peter Balkenende, Menteri Kehakiman-Ernet Hirsch Ballin, Menteri Luar Negeri-Maxime Varhagen serta Koordinator Nasional Pemberantasan Terorisme-Tjibbe Joustra, telah berkumpul membicarakan semua kemungkinan dampak film Geert Wilders dan langkah-langkah apa saja yang bisa diambil. Mereka juga telah menghubungi beberapa tokoh Islam.

Kementerian Dalam Negeri dan Kehakiman Belanda memperingatkan Wilders, bahaya rencana pembuatan film. Menurut juru bicara Menteri Kehakiman, pihaknya telah diambil tindakan apabila film itu sampai menimbulkan diskusi internasional.

Kepala Dinas Keamanan Belanda, Sybrand van Hulst, dalam harian pagi De Volkskrant menyatakan, Belanda sudah terbiasa dengan orang-orang seperti Wilders.

Ide pembuatan film ini sudah terdengar sejak akhir tahun 2007. Saat itu Geert berkata akan membuat film yang menunjukkan bahwa Al Quran adalah sebuah buku fasistis, yang mendorong umatnya untuk menyebar kebencian dan kekerasan.

”Kalau Wilders dalam film itu membakar atau merobek-robek Al-Quran, maka ia telah menyebabkan terjadinya perang dan pertumpahan darah. Rakyat Belanda bertanggung jawab untuk mencegahnya!” Demikian peringatan keras Mufti Agung Suriah Ahmad Badr al-Din Hassoun pekan ini ketika mengunjungi parlemen Eropa di Strassbourg, yang dirilis oleh Radio Netherlands (17/01).

RA

source: http://arana-arana.blogspot.com/2008/02/film-menghina-islam-dari-belanda.html

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Washington ’speechless’ after Ahmadinejad 9/11 comment

Posted by musliminsuffer on April 19, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===


Washington ’speechless’ after Ahmadinejad 9/11 comment

The United States said Wednesday it was “speechless” after Iranian President Mahmoud Ahmadinejad voiced doubts about the accepted version of the September 11, 2001 attacks on New York and Washington. ADVERTISEMENT “I am not sure what you say about a statement like that. It leaves one speechless,” said State Department spokesman Sean McCormack.

Okay, allow me to fill in.

Let’s start with the fact that the BBC reported the collapse of WTC-7 20 minutes BEFORE it happened, with the building still standing in view of the camera while the news lady reported its destruction.

Then we have the way WTC-7 collapsed straight down, looking just like a controlled demolition. In the wreckage, obvious signs of the use of cutter charges were found on the load-bearing members of all three buildings.

Finally, there is the very strange manner in which President Bush, even after being told of the second impact, simply sat and read his book. More tellingly, the Secret Service protective detail, whose only task is to protect the President, did nothing, proving that they knew in advance Bush would not be a target that day.

Someone was able to warn Rudy Giuliani that the towers were going to fall. How did they know, given that no steel-framed building had ever before collapsed from fire? Was it FEMA, who coincidentally was in New York the night before, ready to go?

And who sent an advance warning to Odigo, sent before the hijacked planes had even left the ground? Who were the Mossad agents who cheered and clapped as the towers fell?

And just what is the secret evidence that links those arrested Mossad agents to 9-11, evidence which has been classified by the US Government?

source: http://www.whatreallyhappened.com/2008_04.html

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Documents Describe Murder And Torture Of Prisoners In U.S. Custody

Posted by musliminsuffer on April 19, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Documents Describe Murder And Torture Of Prisoners In U.S. Custody

Newly Released Government Documents Show Special Forces Used Illegal Interrogation Techniques In Afghanistan

By ACLU

17/04/08 “ACLU” – -NEW YORK – The American Civil Liberties Union obtained documents today from the Department of Defense confirming the military’s use of unlawful interrogation methods on detainees held in U.S. custody in Afghanistan. The documents from the military’s Criminal Investigation Division (CID), obtained as a result of the ACLU’s Freedom of Information Act (FOIA) lawsuit, include the first on-the-ground reports of torture in Gardez, Afghanistan to be publicly released.

“These documents make it clear that the military was using unlawful interrogation techniques in Afghanistan,” said Amrit Singh, an attorney with the ACLU. “Rather than putting a stop to these systemic abuses, senior officials appear to have turned a blind eye to them.”

Special Operations officers in Gardez admitted to using what are known as Survival, Evasion, Resistance and Escape (SERE) techniques, which for decades American service members experienced as training to prepare for the brutal treatment they might face if captured.

Today’s documents reveal charges that Special Forces beat, burned, and doused eight prisoners with cold water before sending them into freezing weather conditions. One of the eight prisoners, Jamal Naseer, died in U.S. custody in March 2003. In late 2004, the military opened a criminal investigation into charges of torture at Gardez. Despite numerous witness statements describing the evidence of torture, the military’s investigation concluded that the charges of torture were unsupported. It also concluded that Naseer’s death was the result of a “stomach ailment,” even though no autopsy had been conducted in his case. Documents uncovered today also refer to sodomy committed by prison guards; the victims’ identities are redacted.

“These documents raise serious questions about the adequacy of the military’s investigations into prisoner abuse,” added Singh.

The ACLU also obtained today a file today related to the death of Muhammad Al Kanan, a prisoner held at Camp Bucca in Iraq. The file reveals that British doctors refused to issue a death certificate for fear of being sued for malpractice:
www.aclu.org/pdfs/safefree/20080416/CID_ROI_Bucca.pdf

In October 2003, the ACLU – along with the Center for Constitutional Rights, Physicians for Human Rights, Veterans for Common Sense, and Veterans for Peace – filed a request under the Freedom of Information Act for records concerning the treatment of prisoners in U.S. custody abroad. To date, more than 100,000 pages of government documents have been released in response to the ACLU’s FOIA lawsuit.

Attorneys in the FOIA case are Lawrence S. Lustberg and Melanca D. Clark of the New Jersey-based law firm Gibbons, P.C.; Jameel Jaffer, Singh and Judy Rabinovitz of the ACLU; Arthur Eisenberg and Beth Haroules of the New York Civil Liberties Union; and Shayana Kadidal and Michael Ratner of the Center for Constitutional Rights.

In addition, many of the FOIA documents are also located and summarized in a recently published book by Jaffer and Singh, Administration of Torture. More information is available online at:
www.aclu.org/administrationoftorture

The documents received in the ACLU’s FOIA litigation are online at:
www.aclu.org/torturefoia

All of today’s documents are available at:
www.aclu.org/safefree/torture/34922res20080416.html

source: http://www.informationclearinghouse.info/article19766.htm

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Islamic World Calls for Boycott of Dutch Products to Protest Wilders’ Film

Posted by musliminsuffer on April 19, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Islamic World Calls for Boycott of Dutch Products to Protest Wilders’ Film

Sarah Abdullah, Arab News

JEDDAH, 14 April 2008 — Following the release of the 15-minute film “Fitna,” which was launched via the Internet on March 27, created by Dutch MP Geert Wilders’, Muslim leaders and Islamic scholars have called for the immediate boycott of Dutch products worldwide.

In the movie, Wilders links terrorism with verses of the Qur’an and described Islam’s holy book as, “fascist literature, which calls on Muslims to perpetrate acts of violence.” The movie also begins and ends with the infamous cartoon of Prophet Muhammad (peace be upon him) that was originally published in the Danish newspaper Jyllands Posten in 2005 and later in other dailies in other countries.

The Jeddah-based Organization of the Islamic Conference (OIC) Secretary General Ekmeleddin Ihsanoglu expressed his concerns on the dangerous implications of “Islamophobic actions,” such as the film and the cartoons.

He called such forms of expression a “widespread insult to the sentiment of Muslims of the world,” adding that the movie was “a reprehensible act of incitement and intolerance against peaceful inter-religious and inter-communal cohabitation that challenges the global agenda for peace and development.”

Angered reactions did not only come from within Saudi Arabia but also other Islamic countries, including Jordan, which has recently began a national campaign to push for taking Wilders to court.

Furthermore, just last week, Former Prime Minister Mahathir Mohamed urged Malaysia and the Muslim world to launch a boycott of Dutch products, saying that the impact of such consumer actions by the world’s 1.3 billion Muslims would lead to the Netherlands having to “close shop” and added that a boycott would be a productive way of putting pressure on the Dutch government to ban the screening of the film altogether.

Arab News tried for several days to speak to Ambassador Nicholaas Beets at the Embassy of the Netherlands in Riyadh to get an official reaction on the film and to inquire about the course of action that would be taken if Saudi Arabia decides to go ahead with a boycott but was met with no comment.

However a reliable source from within the embassy spoke to Arab News saying, “The ambassador has been attending meetings with top embassy officials to come to an agreement and a course of action before releasing a formal statement,” the source said.

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono, who leads the world’s largest Muslim country, which also allows freedom of religion, said he had forbidden the entry of the anti-Islamic film into his country because the film would destroy the harmonious relations among people of different backgrounds. “I have banned the entry and distribution of the film and have asked the Dutch prime minister to withdraw the film from all distribution channels,” Yudhoyono told thousands attending a service to mark the Prophet’s birthday. He also said Wilders would be banned from entering Indonesia .

Iranian Parliament Speaker Gholam Ali Hadded Adel was quoted by Iranian press TV as saying that the Muslim world should boycott trade with any country that allows insults to Islam and that sacrilege of Islamic sanctities is the worst kind of cultural onslaught and violation of human rights.

Last week, Iran also summoned Dutch Ambassador Radinck van Vollenhoven to protest at the film which, for his part voiced sorrow over the film’s release stating that it had been condemned by the Dutch government.

Still others expressing outrage over the film include the Muslim nations of Syria, Pakistan, and Bangladesh as well as top officials such as United Nations Secretary General Ban Ki-moon who said that the film was “offensively anti-Islamic” while adding that there is “no justification for hateful speech or incitement to violence.”

But what do the Dutch really think about the film despite the government’s efforts to distance themselves from Wilders? According to a poll of 1,200 persons, conducted in the Netherlands by well-known pollster Maurice de Hond, one-third of the Dutch population had seen the film in its entirety or in part a day after the film was posted on the Internet.

The poll found that 20 percent thought it was good that Wilders made and released the film while 25 percent said they thought it would have been better that Wilders did not make and release the film. The same poll found 48 percent of the Dutch were indifferent regarding the subject.

Bernard Wientjes, head of the Netherlands Employer’s Organization, has suggested that Dutch businessmen sue Wilders for financial damages should the film result in monetary losses due to any boycotting. The BBC also reported that Kurt Westergaard, the artist who painted the controversial cartoon, is suing Wilders for copyright infringement.

In an interview with Wilders published in the UK Observer in February, the freedom Party leader as saying he’s got nothing against Muslims, he just hates Islam.

“I have a problem with Islamic traditions, culture, ideology, not with Muslim people,” he reportedly said.

“Islam is something we can’t afford anymore in the Netherlands ,” he continued, adding that he wants the Qur’an banned, no more mosques, Islamic schools or Imams in Holland . “Not all Muslims are terrorists, but almost all terrorists are Muslims,” concluded Wilders, who for the past three years has been living under constant police guard due to his “honest” views, according to the same article.

http://www.arabnews .com/?page= 4&section=0&article=108927&d=14&m=4&y=2008

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Posted in Uncategorized | 1 Comment »