Kontroversi NAMRU – Munarman Tuding Dino Patti Djalal Intel Asing
Posted by musliminsuffer on April 25, 2008
bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful
=== News Update ===
23/04/2008 13:53 WIB
Kontroversi NAMRU – Munarman Tuding Dino Patti Djalal Intel Asing
Didi Syafirdi – detikcom
Jakarta – Selain menuding NAMRU-2 sebagai lab intelijen berkedok medis sehingga layak ditutup, Munarman juga menuding Jubir Presiden Dino Patti Djalal sebagai agen AS.
“Dino Patti Djalal patut dipertanyakan karena dia mendukung kerjasama laboratorium Indonesia-AS. Seorang jubir presiden menjadi intelijen asing,” ujar Munarman.
Hal tersebut disampaikan Ketua Annashar Institute ini dalam jumpa pers di kantor Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C), Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2008). Hadir dalam jumpa pers itu Joserizal Jurnalis, pimpinan Mer-C.
Munarman berpendapat, Presiden SBY tentunya juga telah tahu NAMRU-2 melakukan kegiatan intelijen. “Tapi dia lagi bingung. Menurut saya sih nggak usah bingung, rakyat pasti mendukung (NAMRU) untuk ditutup,” ujar eks Ketua YLBHI ini.
Munarman juga akan berjuang agar kerjasama NAMRU diakhiri. “Saya akan tetap berusaha,” ujarnya.
Lab NAMRU-2 telah beroperasi di Indonesia sejak 1970. Lab ini satu kompleks dengan gedung Litbang Depkes di Jl Percetakan Negara, Rawasari, Jakarta Pusat.
Menkes Siti Fadilah Supari telah melarang semua RS di Tanah Air mengirimkan sampel penyakit menular ke lab ini karena perjanjian Indonesia dengan AS terkait NAMRU yang dinilai tidak transparan belum diperbarui.
Sementara itu, Dino Patti Djalal saat dikonfirmasi detikcom soal tuduhan tersebut, menjawab,”It’ s nonsense!”
( ptr / nrl )
********************************
Munarman Usir Bule AS Pembagi Rilis Karena Tidak Sopan
Niken Widya Yunita – detikcom
Jakarta – Dua warga asing nyelonong masuk sesaat sebelum konferensi pers yang dilakukan oleh Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) dan Annashar Institute. Pengusiran dilakukan karena mereka dinilai tidak sopan.
“Sebagai orang yang beradab dia masuk ke rumah kita tidak izin, itu namanya penjajahan,” ujar Munarman kepada detikcom, Rabu (23/4/2008).
Munarman tidak melarang bila orang-orang asing itu membagikan rilis. Namun tempatnya jangan di markas Mer-C dan Annashar Institute.
“Itu konferensi pers saya yang undang. Dia bikin sendiri dong. Saya tidak larang kalau dia mau buat konferensi pers sendiri,” jelas dia.
Munarman menuding dua warga asing yang membawa rilis berkop Kedubes Amerika Serikat bermaksud mengacak-acak konferensi pers yang dilakukannya.
“Iyalah, mau ngacak-ngacak. Mereka dari Kedutaan Amerika, kop surat dari Kedubes Amerika. Makanya Amerika negara bangsat,” cetus Munarman.
Karena itu, lanjut Munarman, tindakannya mengusir dua warga asing tersebut tidak bisa disalahkan.
“Kalau tidak diusir ada yang salah dalam mentalitas. Saya tidak mau dijajah di negara sendiri,” ujar eks Ketua YLBHI ini.
Rombongan orang asing pembawa rilis berkop Kedubes AS itu adalah seorang pria berkulit putih, pria kulit hitam dan dua wanita pribumi. Salah satu wanita membagikan rilis tersebut pada wartawan saat Munarman cs hendak memulai jumpa pers di kantor Mer-C, Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat.
Munarman langsung naik pitam melihat rombongan tak diundang itu dan mengusirnya.
Rilis yang yang dibawa rombongan orang asing itu adalah fakta-fakta kebenaran NAMRU-2, laboratorium medis milik Angkatan Laut AS, yang oleh Munarman cs disebut telah melakukan kegiatan intelijen
*****************************
MoU Lama NAMRU Tidak Memadai
Didi Safirdi – detikcom
Jakarta – MoU lama Indonesia-AS yang mendasari NAMRU-2 dinilai sudah tidak memadai. Itulah yang menjadi dasar pemerintah meminta pembaruan dokumen.
“Dulu pakai MoU yang kita nilai sudah tidak memadai,” kata Menlu Hassan Wirajuda usai Dialog HAM Bilateral RI-Swedia di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
Yang kini sedang dinegosiasikan, menurut Hassan, bukanlah kontrak, namun pembaruan dokumen yang menjadi dasar kerja sama. Pemerintah kini menunggu sikap AS.
“Kita menunggu reaksi dan respons Amerika,” jelas Hassan tanpa merinci draf baru yang diajukan pemerintah.
Hassan tidak mempermasalahkan Mer-C yang menilai NAMRU merugikan. Bagi pemerintah, transparansi adalah elemen penting yang harus mendasari kerja sama dengan NAMRU-2.
“Akses penelitian lebih besar, maka pemanfaatannya juga lebih besar,” pungkasnya. ( fay / nrl )
*****************************
Laboratorium Angkatan Laut Amerika Diduga Spionase
Kamis, 17 April 2008 | 23:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah diminta mengusir seluruh tim Naval Medical Research Unit (Namru) dari Indonesia. Alasannya, kontrak kerjasama dengan lembaga riset Angkatan Laut Amerika Serikat dan Indonesia itu sudah selesai.
Selain itu, Namru diduga melakukan kegiatan spionase di luar penelitian kesehatan. “Diusir saja. Suruh angkat kaki,” kata anggota Fraksi PKS Soeripto ketika dihubungi Tempo saat ia berada di Lebanon, Kamis (17/4).
Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Suryo Legowo mengatakan pemerintah telah menyampaikan draf MOU (Memory Of Understanding) perjanjian Naval Medical Research Unit 2 (Namru 2) kepada Amerika Serikat. Namun sampai sekarang AS masih belum memberikan tanggapan terhadap draf MO tersebut.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melarang berbagai rumah sakit di tanah air menyerahkan sampe virus Avian Influenza ke Namru.
Soeripto mengatakan seharusnya hasil penelitian Namru dilaporkan ke lembaga penelitian Indonesia. Namun, selama ini Namru tidak pernah melaporkannya. Selain itu, Namru tidak pernah melibatkan peneliti Indonesia sebagai pendamping.
Menurut dia, kegiatan Namru perlu ditengarai terkait dengan berbagai konflik horisontal yang terjadi di Indonesia bagian timur. Alasannya, selama ini potensi konflik tertinggi terjadi di Indonesia bagian timur. Selain itu, wilayah penelitian Namru adalah Indonesia bagian timur. “Ini soal kedaulatan negara kita,” katanya.
Menurut dia, kinerja Badan Intelijen perlu dievaluasi terkait kontraintelijen terhadap Namru. Selama ini BIN tidak pernah secara spesifik melaporkan adanya kegiatan spionase yang dilakukan Namru. “BIN belum melaporkan case yang cukup kuat adanya kegiatan spinonase,” ujarnya.
Kurniasih Budi
http://www.tempoint
eraktif.com/
****************************
23/04/2008 13:45 WIB
Kontroversi NAMRU – Rilis Bule yang Diusir Munarman Berkop Kedubes AS
Niken Widya Yunita – detikcom
Jakarta – Rombongan orang asing diusir saat nyelonong masuk dan membagikan rilis ke acara jumpa pers Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) dan Annashar Institute yang memprotes NAMRU-2. Rilis itu berkop Kedubes Amerika Serikat.
“Di kop surat tertulis Kedutaan Amerika,” ujar Ketua Annashar Institute, Munarman, kepada detikcom, Rabu (23/4/2008).
Menurut Munarman, isi rilis tersebut yakni laboratorium NAMRU-2 merupakan lembaga medis, bukan intelijen.
“Isi rilis nggak jelas, normatif. Dia ngomong NAMRU laboratorium medis bukan intelijen. Kalau bukan intelijen kenapa dia harus datang dan klarifikasi, ” jelas Munarman.
Rombongan orang asing pembawa rilis berkop Kedubes AS itu adalah seorang pria berkulit putih, pria kulit hitam dan dua wanita pribumi. Salah satu wanita membagikan rilis tersebut pada wartawan saat Munarman cs hendak memulai jumpa pers di kantor Mer-C, Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat.
Munarman langsung naik pitam melihat rombongan tak diundang itu dan mengusirnya.
( nik / nrl )
===
-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW