‘Dosa’ Pendiri NU dan Muhammadiyah Atas Masuknya Ahmadiyah di Indonesia
Posted by musliminsuffer on May 7, 2008
bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful
=== News Update ===
‘Dosa’ Pendiri NU dan Muhammadiyah Atas Masuknya Ahmadiyah di Indonesia
Keterlibatan tokoh-tokoh pendiri NU dan Muhammadiyah yang masih bersaudara sepupu di dalam mendirikan Ahmadiyah Lahore di Indonesia, ini menunjukkan bahwa ormas NU dan Muhammadiyah punya dosa sejarah turut melahirkan aliran dan paham sesat di Indonesia. Kalau NU bisa dimengerti, karena sejak awal lahirnya memang ditujukan untuk melestarikan hal-hal yang menjadi tradisi masyarakat (kalau ditinjau dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih tradisi-tradisi yang menyimpang dari Islam biasanya disebut bid’ah, takhayul dan khurafat, bahkan kemusyrikan) maka mudah saja bagi NU untuk membiarkan berdirinya Ahmadiyah. Bagaimana dengan Muhammadiyah yang sejak awal kelahirannya dimaksudkan untuk melawan tiga penyakit di atas (TBC: takhayul, bid’ah, dan khurafat), namun dalam perjalanan berikutnya, setelah tujuh belas tahun berkiprah justru sebagian tokohnya mendirikan Ahmadiyah Lahore. Artinya, Muhammadiyah tidak konsisten pada usia yang relatif muda di dalam memurnikan ajaran Islam. Kalah telak dengan NU yang konsisten dengan upayanya menghidupkan tradisi-tradisi seperti tersebut. Jadi artinya, pemberantasnya sudah loyo duluan, sedang pengobarnya tetap bersemangat. Arahnya tampak berbeda, namun sejatinya sama, menuju kepada negative semua, plus kini telah digerogoti dan disusupi oleh dedengkot-dedengkot kemusyrikan dengan label baru yakni pluralisme agama yakni menyamakan semua agama. Pembusukan telah terjadi di sana.
Terbukti, pada zaman modern saat ini pun, Muhammadiyah selalu mengekor NU. Misalnya, setelah kalangan muda NU melahirkan paham Islam Liberal, beberapa tahun kemudian generasi Muhammadiyah pun turut melahirkan paham Islam Liberal. Dalam hal tahlilan alias upacara bid’ah peringatan orang mati, misalnya, yang selama ini diposisikan bid’ah oleh Muhammadiyah, namun tidak jarang petinggi Muhammadiyah saat ini ikut-ikutan tahlilan. Artinya, Muhamamdiyah memang kalah dari NU, baik dari jumlah massanya, main hantam kromo dalam politiknya, maupun dalam mempertahankan garis ‘perjuangannya’.
Kembali kepada tulisan Asvi –yang membingungkan dirinya sendiri dan pembaca yang tidak kritis– untuk menyelesaikan masalah Ahmadiyah ditempuh dengan jalan persaudaraan (kekeluargaan) mengingat tokoh-tokoh pendiri NU, Muhammadiyah, SI, dan Ahmadiyah berasal dari rumpun keluarga yang sama, ini jelas saran yang tidak mendidik dan dapat menjadi preseden buruk.
Misalnya, seandainya perusahaan konglomerasi yang didirikan oleh Liem Sioe Liong itu para tokoh pendirinya masih berasal dari rumpun keluarga yang sama dengan Gus Dur, Amien Rais, SBY dan JK, kemudian perusahaan konglomerasi itu melakukan kesalahan di dalam menerima dan menyalurkan dana BLBI yang nilainya ratusan triliun rupiah, apakah dapat diselesaikan secara kekeluargaan saja? Tentu tidak bisa. Kesalahan mereka harus dilihat dari hukum perdata, dan UU perbankan yang berlaku. Bukan pendekatan sejarah atas tokoh-tokohnya.
Begitu juga dengan Ahmadiyah, harus dilihat dari sudut pandang Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kalau terbukti menyimpang, dan jelas-jelas sesat, bahkan menodai Islam, meski pendirinya ada kaitan persaudaraan dengan founding fathers RI atau tokoh pendiri ormas, Ahmadiyah tetap harus dinyatakan sesat, telah menodai Islam secara tegas. Dan dibubarkan. Pengikutnya disuruh bertobat dan kembali kepada Islam.
Kalau tidak, apa mau di neraka nanti gigi geraham sampeyan lebih besar dari gunung Uhud? (haji/tede)
sumber : http://www.nahimunkar.com/?p=45#more-45
===
-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW
almumpe said
Ingat pesan nabi Muhammad SAW –>
“Telah aku tinggalkan bagi kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selamanya selagi berpegang tegung dengannya yaitu Al-Qur’an dan sunnah para nabinya”(HR Imam Malik dalam Muatta’).
Maka dari itu mari kita sama-2 memahami :QS. Al A’raaf :179 –> Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Dan Simak juga Firman Allah SWT berikut “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawaban” (QS 17:36).
musliminsuffer said
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Al-Fat-h: 29)
icha said
Masya Allah kalo gak ngerti NU jangan ngomong NU macam begini :
…… “Kalau NU bisa dimengerti, karena sejak awal lahirnya memang ditujukan untuk melestarikan hal-hal yang menjadi tradisi masyarakat (kalau ditinjau dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih tradisi-tradisi yang menyimpang dari Islam biasanya disebut bid’ah, takhayul dan khurafat, bahkan kemusyrikan) maka mudah saja bagi NU untuk membiarkan berdirinya Ahmadiyah.” ………
Hal tersebut diatas hanya akan menambah konflik antara kita umat Islam ini.
Khilafiyah adalah hal2 yang gak perlu dibesar2in, yang penting Tuhan kita Allah SWT dan Rasul kita tetap Muhammad SAW. artinya kita tetap konsisten thd Rukum Iman, Rukun Islam dan Berbuat baik kepada makhluk2-Nya.
musliminsuffer said
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (QS Al-Baqarah: 44).
Apakah kasus ahmadiyah hanyalah masalah kilafiyah?
-muslim voice-
Abah Kholit said
“Begitu juga dengan Ahmadiyah, harus dilihat dari sudut pandang Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kalau terbukti menyimpang, dan jelas-jelas sesat, bahkan menodai Islam, meski pendirinya ada kaitan persaudaraan dengan founding fathers RI atau tokoh pendiri ormas, Ahmadiyah tetap harus dinyatakan sesat, telah menodai Islam secara tegas. Dan dibubarkan. Pengikutnya disuruh bertobat dan kembali kepada Islam.”
Setuju.. dasar pertimbangan teologis harus mengacu kepada Al-Quran dan Sunah Rasulullah Muhammad saw, bukan dengan alasan “negara-negara muslim sudah mengaanggap Ahmadiyah sesat, bahkan rabithah alam islami pun sudah memfatwakan Ahmadiyah sesat”, seperti yang selalu disampaikan oleh ulama-ulama di MUI. Maka jalan terbaik adalah dialog, berdiskusi secara ilmiah berdasar Al-Quran dan Sunah. Bukan dengan cara kekerasan, menggunakan “tangan” kekuasaaan untuk memberangus Ahmadiyah. Apakah keyakinan mereka dapat dipisahkan dari jiwa-raganya dengan cara-cara yang dilakukan FPI atau MUI saat ini? Bahkan mungkin kekerasan dan pembakaran mesjid-mesjid mereka akan semakin memperteguh keyakinan mereka akan aqidah Ahmadiyah.
“Perang dapat memenangkan teritori, tapi tidak akan memperoleh hati.” Maka sekali lagi jalan yang terbaik untuk mengajak orang Ahmadiyah seperti maunya MUI adalah dengan cara dialog yang terus menerus.
musliminsuffer said
Coba pakai akal logika waras, “Apakah ulama2 seluruh dunia yg zuhud dan sholeh, yg keimanannya tak perlu diragukan lagi itu; adalah orang2 bodoh dan tdk mengerti agama islam?”
DALIL-DALIL TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH
1. QS AL AHZAB 40: “Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”
2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh batu ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi”
3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya”
4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi Muhammad SAW:
“Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku”
5. Khutbah terakhir Rasulullah …
“ …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datanng sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir.Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah tersesat …”
6. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku “(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).
7. Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).
8. Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati aku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: – Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. – Aku diberi kemenangan karena musuh gentar menghadapiku – Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. – Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. – Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku “(Riwwayat Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)
9. Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).
10. Rasulullah SAW menjelaskan: ˜Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).
11. Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa tidak mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari antara kamu”. (Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal).
12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr ibn-’As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”. “(Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).
13. Rasulullah SAW berkata: “Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku, tetapi hanya “Mubashirat”. Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”. (Musnad Ahmad, marwiyat Abu Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).
14. Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab”. (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).
15. Rasulullah SAW berkata kepada Ali, “Hubunganmu denganku ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).
16. Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan Allah, orangnya tidak lain daripada Umar.” (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)
17. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”. (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)
-muslim voice-
iik said
hai yg nulis di atas… ketemuan YUK….. kamu ngajak apa? saya ladenin…. debat pake bahasa arab/…../ ….. ente mau ngerusak Quran? pura2 aja ente pake quran tapi pada hakekatnya looo bodoh banget…. kalimatu haqqin yuridu biha al-bathil! kalian klo mau menjadi penyebar fitnah jgn lewat dunia maya….
iik said
jgn seenaknya nulis NU-MUhammadiyah… ketemuan, aku tungguu
musliminsuffer said
[2] 22:53, Al-Hajj
AGAR DIA MENJADIKAN APA YANG DIMASUKKAN OLEH SYAITAN ITU , SEBAGAI COBAAN BAGI ORANG – ORANG YANG DI DALAM HATINYA ADA PENYAKIT DAN YANG KASAR HATINYA . DAN SESUNGGUHNYA ORANG – ORANG YANG ZALIM ITU , BENAR – BENAR DALAM PERMUSUHAN YANG SANGAT ,
musliminsuffer said
[29] 48:29, Al-Fath
MUHAMMAD ITU ADALAH UTUSAN ALLAH DAN ORANG – ORANG YANG BERSAMA DENGAN DIA ADALAH KERAS TERHADAP ORANG – ORANG KAFIR , TETAPI KASIH SAYANG SESAMA MEREKA ; KAMU LIHAT MEREKA RUKUK DAN SUJUD MENCARI KARUNIA ALLAH DAN KERIDHAAN – NYA , TANDA – TANDA MEREKA TAMPAK PADA MUKA MEREKA DARI BEKAS SUJUD . DEMIKIANLAH SIFAT – SIFAT MEREKA DALAM TAURAT DAN SIFAT – SIFAT MEREKA DALAM INJIL , YAITU SEPERTI TANAMAN YANG MENGELUARKAN TUNASNYA MAKA TUNAS ITU MENJADIKAN TANAMAN ITU KUAT LALU MENJADI BESARLAH DIA DAN TEGAK LURUS DIATAS POKOKNYA ; TANAMAN ITU MENYENANGKAN HATI PENANAM – PENANAMNYA KARENA ALLAH HENDAK MENJENGKELKAN HATI ORANG – ORANG KAFIR ( DENGAN KEKUATAN ORANG – ORANG MUKMIN ) , ALLAH MENJADIKAN KEPADA ORANG – ORANG YANG BERIMAN DAN MENGERJAKAN AMAL YANG SALEH DIANTARA MEREKA AMPUNAN DAN PAHALA YANG BENAR .
hammba Alloh said
SUBHANALLOH,MAHA SUCI ALLOH,MAAF SAJA TAPI SAYA TIDAK SETUJU DENGAN ANDA,MAAF MUNGKIN ANDA TIDAK TAHU DUDUK PERSOALANYA,kalau yang berhubungan dengan muhammadiyah ini saya pernah membaca buku yang Insya Alloh dapat di percaya,di dalam buku itu tertulis bahwa satu keluarga yang tadinya berorganisasi da’wah amar ma’ruf nahi mungkar ini telah dikeluarkan setelah menjadi salah satu “penggede” dari ahmadiyah,dan muhammadiyah pun telah mencoba untuk mengembalikan keyakinan beliau,tetapi prinsip dalam da’wah adalah tidak boleh memaksa,jadi da’wah itu adl dengan hati/qolbu bukan paksaan semata,mungkin NU itu sendiri juga demikian,maaf kalau perkataan saya ada yg menyakitkan hati anda,tapi secara tidak langsung anda telah menuduh yang anda sendiri tak tahu apa itu persoalanya,nuun walqolami wamaa yasthurun,wallohu a’lam bishowab
musliminsuffer said
jelas sekali pengakuanmu itu, dan dari situ juga terlihat kamu tidak paham sama sekali ttg sejarah berdirinya ahmadiyah di indonesia.
Linda Horta said
‘Dosa’ Pendiri NU dan Muhammadiyah Atas Masuknya Ahmadiyah di Indonesia….Comment saya adalah Bahwa Islam adalah agama yang suci dan murni dari ALLAH S.W.T jadi tidak perlu adanya aliran-aliran lain seperti NU,MUHAMADIYAH,AHMADIYAHDAN LAIN-LAIN.. itu semua tidak ada guna ,,,hanya membuang masa,tenaga,uang…yang penting itu adalah fokus 100% dan melaksanakan apa yang sudah diajarkan didalam AL-QUR’AN dan Sunah-Sunah Nabi Muhamad S.A.W ….itu sudah cukup dan bahwa dlm hidup ini…. setip hari harus ada perubahan yang lebih baik..dan terus ditingkatkan..Islam itu hanya satu,,tidak ada aliran-alira lain…dan Islam itu agama yang sangat logik,, sesuai dapat diterima oleh otak yang waras…wahai semua saudara2 semuslim ,selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini,,jangan sia-siakan waktu..kita gunakan waktu yang ada ini dengan sebaik-baiknya….sebelum ajal menjemput nyawa kita…