bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful
=== News Update ===
*Mari Melihat Fatah dan Hamas Lebih Dalam*
Satu satunya Hal yang Paling Berharga Bagi Muslim dan Bernilai Tinggi adalah Keimanan.
Kenapa berharga? Tentu saja karena itulah bekal atau modal yang bisa dibawa ke alam lain, dan ternyata, selalu saja ada yang berusaha mencurinya dari kita. Baik setan golongan manusia maupun setan dari golongan jin. Dan “si pencuri iman” ini luar biasa lihainya, karena meskipun semua setan itu kafir, ternyata kadang ia bisa ”sempurna” berakting menjadi mahluk yang baik, terlihat jujur, tulus dan menampakkan empati terdalamnya. Lain ceritanya kalau setan setan ini malas berakting, dengan selalu menampakkan sikap aslinya yang memusuhi Bani Adam. Apabila mereka konsisten dengan sikap aslinya, reaksi manusia beriman tentu sama, yaitu juga selalu konsisten memusuhi mereka.
Silahkan perhatikan lagi kisah Nabi Adam a.s. dan Hawa hingga diturunkan dari *jannah. *Kemudian kisah Habil dan Qabil. Hingga istri dari seorang Nabi yang ternyata masuk kelompok *kafirun *ketika Nabi tersebut selamat dari banjir besar. Atau istri nabi lain yang juga dianggap kafir ketika Nabi tersebut meninggalkan kaumnya (termasuk istri) sebelum shubuh. Begitu juga dengan kisah seorang paman yang mati dalam keadaan musyrik, meskipun ketika hidupnya ia telah melindungi habis habisan dakwah nabi terakhir yang kini kita ikuti. Bagaimana bisa? Terbujuk rayuan setan, melakukan maksiat atau bahkan ada yang menjadi kafir sedang para nabi ada di tengah mereka? Namun, begitulah kenyataanya.
Kembali ke setan setan yang pandai berakting (di atas kemampuan akting para penerima oscar), tipuan yang selalu sama tentu saja tidak efektif, karena yang ditipu sudah tahu trik triknya menipu. Atau kalau dalam forecasting atau di statistik, ”sudah ketahuan trennya”. Jadi mudah diprediksi arahnya ke mana. Supaya efektif menyesatkan, tidak gampang dibaca trennya, maka satu satunya cara adalah: ”merusak pola”, ”menghilangkan tren”, atau memperbesar deviasi.
Suatu jamaah yang sudah terang terangan menampakkan *jihad fi sabilillah *sebagai salah satu bentuk syariat Islam, sudah tak perlu lagi diajari tentang *Dienul Islam*, justru anggota jamaah lain harus segera menyelidiki apakah jamaahnya sudah terang terangan menampakkan akan menerapkan syariat Islam. Misalnya apakah jamaahnya berani secara terbuka dan terang terangan memprakarsai Konferensi Khilafah Internasional plus memberi tema : “Selamatkan Indonesia Dengan Syariat” di jantung ibukota negara dengan penduduk yang pengaku muslimnya terbesar di dunia dan juga konferensi konferensi serupa di negara negara lain. Atau apakah amir jamaahnya dengan terang terangan berani mendatangi istana pemimpin suatu kaum agar pemimpin tersebut menerapkan syariat Islam dan diliput oleh pers. Atau yang lebih kecil lagi, secara terbuka dan terang terangan di hadapan wartawan, menyatakan agar kota tertentu segera menerapkan syariat Islam, sedang dia sendiri habis keluar penjara (dipenjara karena kegiatan dakwahnya yang menampakkan bara’ pada kekafiran dan kemusryrikan)
Kembali ke Hamas, berikut adalah intisari dari artikel tentang Hamas yang dimuat di Eramuslim. Jadi sumber utamanya adalah Eramuslim, kemudian yang kurang jelas, kami carikan dari Wikipedia (Indo & English) dan internet (meskipun porsinya sedikit).Untuk sumber utama dari Eramuslim, kami sertakan di paragraf – paragraf bawah agar bisa dicocokkan kembali apabila ada yang berminat.
Read the rest of this entry »