Muslim in Suffer

Bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem. Assalamu\’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!

Kritik Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab

Posted by musliminsuffer on May 15, 2009

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Kritik Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab

Monday, March 24, 2008

Belum lama ini saya menerima kiriman berupa sebuah buku terbitan Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Judulnya cukup panjang: ”Mungkinkah Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah? Jawaban atas Buku Dr. Quraish Shihab (Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?)” Penulisnya adalah Tim Penulis Buku Pustaka SIDOGIRI, Pondok Pesantren Sidogiri, yang dipimpin seorang anak muda bernama Ahmad Qusyairi Ismail.

Membaca buku ini halaman demi halaman, muncul rasa syukur yang sangat mendalam. Bahwa, dari sebuah pesantren yang berlokasi di pelosok Jawa Timur, terlahir sebuah buku ilmiah yang bermutu tinggi, yang kualitas ilmiahnya mampu menandingi buku karya Prof. Dr. Quraish Shihab yang dikritik oleh buku ini. Buku dari Pesantren Sidogiri ini terbilang cukup cepat terbitnya. Cetakan pertamanya keluar pada September 2007. Padahal, cetakan pertama buku Quraish Shihab terbit pada Maret 2007. Mengingat banyaknya rujukan primer yang dikutip dalam buku ini, kita patut mengacungi jempol untuk para penulis dari Pesantren tersebut.

Salah satu kesimpulan Quraish Shihab dalam bukunya ialah, bahwa Sunni dan Syiah adalah dua mazhab yang berbeda. ”Kesamaan-kesamaan yang terdapat pada kedua mazhab ini berlipat ganda dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan dan sebab-sebabnya. Perbedaan antara kedua mazhab – dimana pun ditemukan – adalah perbedaan cara pandang dan penafsiran, bukan perbedaan dalam ushul (prinsip-prinsip dasar) keimanan, tidak juga dan Rukun-rukun Islam.” (Cetakan II, hal. 265).

Berbeda dengan Quraish Shihab, pada bagian sampul belakang buku terbitan Pesantren Sidogiri, dikutip sambutan KH. A. Nawawi Abdul Djalil, pengasuh Pesantren Sidogiri yang menegaskan: ”Mungkin saja, Syiah tidak akan pernah habis sampai hari kiamat dan menjadi tantangan utama akidah Ahlusunnah. Oleh karena itu, kajian sungguh-sungguh yang dilakukan anak-anak muda seperti ananda Qusyairi dan kawan-kawannya ini, menurut saya merupakan langkah penting untuk membendung pengaruh aliran sesat semacam Syiah.”

Berikut ini kita kutip sebagian kritik dari Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab (selanjutnya Quraish Shihab disingkat ”QS” dan Pondok Pesantren Sidogiri disingkat ”PPS”). Kutipan dan pendapat QS dan PPS diambil dari buku mereka masing-masing.

1. Tentang Abdullah bin Saba’.

QS: ”Ia adalah tokoh fiktif yang diciptakan para anti-Syiah. Ia (Abdullah bin Saba’) adalah sosok yang tidak pernah wujud dalam kenyataan. Thaha Husain – ilmuwan kenamaan Mesir – adalah salah seorang yang menegaskan ketiadaan Ibnu Saba’ itu dan bahwa ia adalah hasil rekayasa musuh-musuh Syiah.” (hal. 65).

PPS: Bukan hanya sejarawan Sunni yang mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sejumlah tokoh Syiah yang diakui ke-tsiqah-annya oleh kaum Syiah juga mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sa’ad al-Qummi, pakar fiqih Syiah abad ke-3, misalnya, malah menyebutkan dengan rinci para pengikut Abdullah bin Saba’, yang dikenal dengan sekte Saba’iyah. Dalam bukunya, al-Maqalat wa al-Firaq, (hal. 20), al-Qummi menyebutkan, bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang memunculkan ide untuk mencintai Sayyidina Ali secara berlebihan dan mencaci maki para sahabat Nabi lainnya, khususnya Abu Bakar, Umar, dan Utsman r.a. Kisah tentang Abdullah bin Saba’ juga dikutip oleh guru besar Syiah, An-Nukhbati dan al-Kasyi, yang menyatakan, bahwa, para pakar ilmu menyebutkan bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang Yahudi yang kemudian masuk Islam. Atas dasar keyahudiannya, ia menggambarkan Ali r.a. setelah wafatnya Rasulullah saw sebagai Yusya’ bin Nun yang mendapatkan wasiat dari Nabi Musa a.s. Kisah Abdullah bin Saba’ juga ditulis oleh Ibn Khaldun dalam bukunya, Tarikh Ibn Khaldun. (hal. 44-46).

2. Tentang hadits Nabi saw dan Abu Hurairah r.a.:

QS: ”Karena itu, harus diakui bahwa semakin banyak riwayat yang disampaikan seseorang, semakin besar potensi kesalahannya dan karena itu pula kehati-hatian menerima riwayat-riwayat dari Abu Hurairah merupakan satu keharusan. Disamping itu semua, harus diakui juga bahwa tingkat kecerdasan dan kemampuan ilmiah, demikian juga pengenalan Abu Hurairah r.a. menyangkut Nabi saw berada di bawah kemampuan sahabat-sahabat besar Nabi saw, atau istri Nabi, Aisyah r.a.” (hal. 160).

QS: “Ulama-ulama Syiah juga berkecil hati karena sementara pakar hadits Ahlusunnah tidak meriwayatkan dari imam-imam mereka. Imam Bukhari, misalnya, tidak meriwayatkan satu hadits pun dari Ja’far ash-Shadiq, Imam ke-6 Syiah Imamiyah, padahal hadits-haditsnya cukup banyak diriwayatkan oleh kelompok Syiah.” (hal. 150).

PPS: “Sejatinya, melancarkan suara-suara miring terhadap sahabat pemuka hadits sekaliber Abu Hurairah r.a. dengan menggunakan pendekatan apa pun, tidak akan pernah bisa meruntuhkan reputasi dan kebesaran beliau, sebab sudah pasti akan bertentangan dengan dalil-dalil hadits, pengakuan para pemuka sahabat dan pemuka ulama serta realitas sejarah. Jawaban untuk secuil sentilan terhadap Abu Hurairah r.a. sejatinya telah dilakukan oleh para ulama secara ilmiah dan rasional. Banyak buku-buku yang ditulis oleh para ulama khusus untuk membantah tudingan miring terhadap sahabat senior Nabi saw tersebut, diantaranya adalah al-Burhan fi Tabri’at Abi Hurairah min al-Buhtan yang ditulis oleh Abdullah bin Abdul Aziz bin Ali an-Nash, Dr. Al-A’zhami dalam Abu Hurairah fi Dhau’i Marwiyatih, Muhammad Abu Shuhbah dalam Abu Hurairah fi al-Mizan, Muhammad ‘Ajjaj al-Khatib dengan bukunya Abu Hurairah Riwayat al-Islam dan lain-lain.”

Dalam Bidayah wa an-Nihayah, Ibn Katsir mengatakan, bahwa Abu Hurairah r.a. merupakan sahabat yang paling kuat hafalannya, kendati beliau bukan yang paling utama. Imam Syafii juga menyatakan, “Abu Hurairah r.a. adalah orang yang memiliki hafalan paling cemarlang dalam meriwayatkan hadits pada masanya.” (hal. 320-322).

Karena kuatnya bukti-bukti keutamaan Abu Hurairah, maka PPS menegaskan: “Dengan demikian, maka keagungan, ketekunan, kecerdasan dan daya ingat Abu Hurairah tidak perlu disangsikan, dan karena itulah posisi beliau di bidang hadits demikian tinggi tak tertandingi. Yang perlu disangsikan justru kesangsian terhadap Abu Hurairah r.a. seperti ditulis Dr. Quraish Shihab: “Karena itu, harus diakui bahwa semakin banyak riwayat yang disampaikan seseorang, semakin besar potensi kesalahannya dan karena itu pula kehati-hatian menerima riwayat-riwayat dari Abu Hurairah merupakan satu keharusan.” (hal. 322).

“Pernyataan seperti yang dilontarkan oleh Dr. Quraish Shihab tersebut sebetulnya hanya muncul dari asumsi-asumsi tanpa dasar dan tidak memiliki landasan ilmiah sama sekali. Sebab jelas sekali jika beliau telah mengabaikan dalil-dalil tentang keutamaan Abu Hurairah dalam hadits-hadits Nabi saw, data-data sejarah dan penelitian sekaligus penilaian ulama yang mumpuni di bidangnya (hadits dan sejarah). Kekurangcakapan Dr. Quraish Shihab di bidang hadits semakin tampak, ketika beliau justru menjadikan buku Mahmud Abu Rayyah, Adhwa’ ‘ala Sunnah Muhammadiyah, sebagai rujukan dalam upaya menurunkan reputasi Abu Hurairah r.a. Padahal, semua pakar hadits kontemporer paham betul akan status dan pemikiran Abu Rayyah dalam hadits.” (hal. 322-323).

Tentang banyaknya hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a., Dr. al-A’zhami melakukan penelitian, bahwa jumlah 5.000 hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah adalah jika dihitung hadits yang substansinya diulang-ulang. Jika penghitungan dilakukan dengan mengabaikan hadits-hadits yang diulang-ulang substansinya, maka hadits dari Abu Hurairah yang ada dalam Musnad dan Kutub as-Sittah tinggal 1336 saja. “Nah, kadar ini, kata Ali as-Salus, bisa dihafal oleh pelajar yang tidak terlalu cerdas dalam waktu kurang dari satu tahun. Bagaimana dengan Abu Hurairah, yang merupakan bagian dari mu’jizat kenabian?” (hal. 324).

Memang dalam pandangan Syiah, seperti dijelaskan oleh Muhammad Husain Kasyif al-Ghitha’ (tokoh Syiah kontemporer yang menjadi salah satu rujukan kaum Syiah masa kini), yang juga dikutip oleh QS: “Syiah tidak menerima hadits-hadits Nabi saw kecuali yang dianggap sah dari jalur Ahlul bait. Sementara hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para perawi semacam Abu Hurairah, Samurah bin Jundub, Amr bin Ash dan sesamanya, maka dalam pandangan Syiah Imamiyah, mereka tidak memiliki nilai walau senilai nyamuk sekalipun.” (hal. 313).

PPS juga menjawab tuduhan bahwa Ahlusunnah diskriminatif, karena tidak mau meriwayatkan hadits dari Imam-imam Syiah. Pernyataan semacam itu hanyalah suatu prasangka belaka dan tidak didasari penelitian ilmiah apa pun. Dalam kitab-kitab Ahlusunnah, riwayat-riwayat Ahlul Bait begitu melimpah. Imam Bukhari memang tidak meriwayatkan hadits dari Imam Ja’far ash-Shadiq, dengan berbagai alasan, terutama karena banyaknya hadits palsu yang disandarkan kaum Syiah kepada Ja’far ash-Shadiq. Bukan karena Imam Bukhari membencinya. Bukhari juga tidak meriwayatkan hadits dari Imam Syafii dan Ahmad bin Hanbal, bukan karena beliau membenci mereka. (hal. 324-330).

3. Tentang pengkafiran Ahlusunnah:

QS: “Apa yang dikemukakan di atas sejalan dengan kenyataan yang terlihat, antara lain di Makkah dan Madinah, di mana sekian banyak penganut aliran Syiah Imamiyah yang shalat mengikuti shalat wajib yang dipimpin oleh Imam yang menganut mazhab Sunni yang tentunya tidak mempercayai imamah versi Syiah itu. Seandainya mereka menilai orang-orang yang memimpin shalat itu kafir, maka tentu saja shalat mereka tidak sah dan tidak juga wajar imam itu mereka ikuti.” (hal. 120).

PPS: “Memperhatikan tulisan Dr. Quraish Shihab di atas, seakan-akan Syiah yang sesungguhnya memang seperti apa yang digambarkannya (tidak menganggap Ahlusunnah kafir dan najis). Akan tetapi siapa mengira bahwa faktanya tidak seperti penggambaran Dr. Quraish Shihab? Jika kita merujuk langsung pada fatwa-fatwa ulama Syiah, maka akan tampak bahwa sebetulnya Dr. Quraish Shihab hendak mengelabui pemahaman umat Islam akan hakikat Syiah. Bahwa sejatinya, Syiah tetap Syiah. Apa yang mereka yakini hari ini tidak berbeda dengan keyakinan para pendahulu mereka.

Dalam banyak literatur Syiah dikemukakan, bahwa orang-orang Syiah yang shalat di belakang (menjadi makmum) imam Sunni tetap dihukumi batal, kecuali dengan menerapkan konsep taqiyyah… “Suatu ketika, tokoh Syiah terkemuka, Muhammad al-Uzhma Husain Fadhlullah, dalam al-Masa’il Fiqhiyyah, ditanya: “Bolehkah kami (Syiah) shalat bermakmum kepada imam yang berbeda mazhab dengan kami, dengan memperhatikan perbedaa-perbedaan di sebagian hukum antar shalat kita dan shalat mereka?” Muhammad Husain Fadhlullah menjawab: “Boleh, asalkan dengan menggunakan taqiyyah.” (348-349).

Seorang dai Syiah, Muhammad Tijani, mengungkapkan, bahwa “Mereka (orang-orang Syiah) seringkali shalat bersama Ahlusunnah wal Jama’ah dengan menggunakan taqiyyah dan bergegas menyelesaikan shalatnya. Dan barangkali kebanyakan mereka mengulangi shalatnya ketika pulang.” (hal. 350-351).

Banyak sekali buku-buku referensi utama kaum Syiah yang dirujuk dalam buku terbitan PPS ini. Karena itu, mereka juga menolak pernyataan Dr. Quraish Shihab bahwa yang mengkafirkan Ahlusunnah hanyalah pernyataan orang awam kaum Syiah. PPS juga mengimbau agar umat Islam berhati-hati dalam menerima wacana ”Persatuan umat Islam” dari kaum Syiah. Sebab, mereka yang mengusung persatuan, ternyata dalam kajiannya justru memojokkan Ahlusunnah dan memposisikannya di posisi zalim, sementara Syiah diposisikan sebagai “yang terzalimi”.

Buku terbitan PPS ini memang banyak memuat fakta dan data tentang ajaran Syiah, baik klasik maupun kontemporer. Terhadap Imam mazhab yang empat, misalnya, dikutip pendapat dalam Kitab Kadzdzabu ‘ala as-Syiah, “Andai para dai Islam dan Sunnah mencintai Ahlul Bait, niscaya mereka mengikuti jejak langkah Ahlul Bait dan tidak akan mengambil hokum-hukum agama mereka dari para penyeleweng, seperti Abu Hanifah, asy-Syafii, Imam Malik dan Ibnu Hanbal.” (hal. 366).

Terlepas dari fakta tentang Syiah dan kritik terhadap Quraish Shihab, terbitnya buku ini telah menjadi momen penting bagi PPS untuk turut berkiprah dalam peningkatan khazanah keilmuan Islam di Indonesia. PPS memang telah didirikan pada tahun 1745. Jadi, usianya kini telah mencapai lebih dari 260 tahun. Jumlah muridnya kini lebih dari 5000 orang. Sejumlah prestasi ilmiah tingkat nasional juga pernah diraihnya. Diantaranya, pada Ramadhan 1425 H, PPS berhasil meraih juara I dan III lomba karya ilmiah berbahasa Arab yang diselenggarakan oleh Depdiknas RI.

Dalam Jurnal Laporan Tahunan 1425/1426 H, disebutkan bahwa PPS juga cukup sering mendapat kunjungan tamu-tamu dari luar negeri. Termasuk dari kedutaan Australia dan Amerika Serikat. Mereka selalu menerima tamunya dengan baik. Tetapi, dengan sangat berhati-hati, selama ini, PPS senantiasa menolak dana bantuan dan hibah dari Australia dan Amerika.

PPS juga termasuk salah satu pesantren di Jawa Timur yang sangat gigih dalam melawan penyebaran paham Liberal. Ditulis dalam Laporan Tahunan tersebut: ”Tahun ini, PPS menggerakkan piranti dunia maya untuk melestarikan dan menyelamatkan ajaran Ahlusunnah dari serbuan berbagai aliran sesat. Di website http://www.sidogiri.com secara khusus disediakan rubrik ”Islam Kontra Liberal”. Rubrik ini digunakan oleh Pondok Pesantren Sidogiri untuk meng-counter wacana-wacana pendangkalan akidah yang ramai berkembang saat ini. Liberalisme, humanisme, rasionalisme, pluralisme, feminisme, sekularisme, dekonstruksi syariah dan paham-paham destruktif modern lainnya, menjadi bidikan yang terus ditangkal dengan wacana-wacana salaf yang dipegang Pondok Pesantren Sidogiri.”

Kita berdoa, mudah-mudahan akan terus lahir karya-karya ilmiah yang bermutu tinggi dari PPS. Begitu juga dari berbagai pesantren lainnya. [Depok, 13 Rabiulawwal 1429 H/21 Maret 2008/www.hidayatullah.com]

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

76 Responses to “Kritik Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab”

  1. mari bersama2 kita ciptakan generasi2 muslim yg kritis dlm menjunjung tinggi nilai2 keislaman, memperdalam kandungan quran dan hadis,tanpa meninggalkan wejangan2 ulama salaf.
    lewat dunia maya ini , lewat facebook kita bangun jaringan keislaman.

    • Sulis said

      Mari kita perkecil perbedaan dan mencari serta menimba ilmu keislaman sebanyak-banyaknya…maka kebenaran akn muncul dalam fitrah kita….jangan lupakan Al-Quran dan Al-Hadist

  2. Iqbal Firmansyah said

    assalamu’alaikum wr.wb.
    komen saya singkat, tidak usahlah lagi diperdebatkan. tak ada gunanya. sudah sekian abad orang memperdebatkan hal tersebut, tapi adakah kata sepakat? tidak bukan? sebaiknya sekarang kita yang sunni ini mulai berfikir, kenapa Hizbullah yang nota bene syi’ah justru yang pro aktif membantu perjuangan rakyat Palestina yang sunni? kenapa Iran yang syiah justru mengirimkan ribuan pucuk senjata untuk membantu perjuangan Hamas, meski akhirnya tertangkap oleh AL Israel? mana bentuk konkret bantuan kita kepada rakyat Palestina? sejauh manakah kesunnian kita? apakah pantas kita menggembar-gemborkan kesunnian kita, sementara saudara-saudara seiman kita dianiaya? saya benar2 tak habis pikir.
    wassalamu’alaikum wr.wb.

    • makanya kalau anda gak tahu dan tdk punya informasi ttg jihad orang islam sunni membantu Palestina, lebih baik diam saja. Atau anda memang begitu bego!

      • saprin hutagalung said

        orang yang awam mungkin sekali berkomentar berdasarkan hasrat menggebu-gebu terkadang terlupakan dalil, dasar pemikiran, sumber literatur, dan kutipan-kutipan lainnya sehingga sering kebablasan hingga mencederai diskusi yang sangat indah ini, namun segeralah kita menyadari bahwa sesungguhnya semua berawal dari niat yang baik ingin menyampaikan sesuatu tapi itu tadi… yah “terlupakan” dan yang merasa dikritik langsung merespon negatif alhasil kita sendiri yang jadi sunni dan syiah. oh malangnya… yok kita berbagi dan saling mengkritik tapi jangan jadi gak santun yo… wallahu alam bissawab. saprin hutagalung.. wassalamualaikum.

    • ampuni saya ya Allah... said

      ampuni saya ya Allah… said
      Your comment is awaiting moderation.
      June 25, 2012 at 11:23 am

      Assalamu’alaikum Wr. Wb.
      untuk saudara ku wahai muslim
      yang pertama apa bila ada bahasa saya yang salah tolong jangan di hina dan di hardik
      karena saya hanya makhluk ALLAH yang HINA dan ZALLIM.
      dan bukan maksud saya untuk menggurui saudara2 di BLOG ini.

      yang pada INTI nya;
      1. tolong menolong dan saling menasehati dalam kebaikan

      2. karena kita belajar melalui perantara’an kalam,

      mohon petunjuk dari bapak2 guru yang ada di BLOG ini

      wassalam

      • Hamba Allah said

        Kesempurnaan Islam itu ada pada rasa persaudaraan dan persatuannya. Janganlah kita menjadikan perbedaan Syiah dan Sunni jadi seperti bedanya Protestan,Advent dan Katolik. Kenapa Kristen Protestan dan Katolik saja tidak pernah saling serang dan bermusuhan, lalu kita Islam yang mengaku bertuhan satu yaitu Allah SWT serta mengakui bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah harus saling debat bahkan menjatuhkan. Kenapa Yahudi Israel bisa bersatu dan menjadi kaum yang cukup disegani di Timur Tengah padahal negara mereka tidak lebih luas dari Pulau Madura? Syiah maupun Sunni bisa jadi benar salah satu, atau benar dua-duanya. Ujungnya tetap kita semua akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan kita di dunia. Siapa yang benar dalam ijtihadnya maka mendapat dua pahala, sedangkan yang salah mendapat satu pahala. Insya Allah

      • Bagaimana menurut anda, bila kaum syiah itu dalam ritual ibadah sholat wajibnya (yang cuma 3x sehari!), diwajibkan mencaci maki dan melecehkan para sahabat Nabi Muhammad saw, khususnya Abubakar, Umar, Usman dan Ummul Mukminin Aishah; sebagai kafir dajjal dan pelacur?!?!?!

        Kalau baginda Rasulullah mendengarkan hal itu, kira-kira bagaimana sikap Beliau dan apa tindakan Beliau?!?!?!

  3. Khunaify said

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Waba’du.
    Sungguh saya merindukan antara sunni dan syiah dapat bergandengan tangan dengan damai. karena apa yg terjadi selama ini akibat pertikaian, yg diuntungkan adalah masuknya yahudi dan kristen utk selalu menyulutkan api perprcahan sesama muslim dalam bembuat jurang persaudaraan.

    Wassalam.

    • muslim suni tidak pernah memancing keributan, tapi kenapa syiah mengkafirkan hampir semua sahabat Rasulullah, yg telah dijamin masuk surga?

      kenapa syiah menuduh muslim suni membantai para cucu Rasulullah?

    • Taufiq Bogor said

      air dan minyak tidak menyatu karena perbedaan dasar AKIDAH, air dan minyak sedikit menyatu dalam kepentingan yang sama padahal hakekat mereka berbeda secara akidah, makanya berislamlah dengan ilmu

  4. ary (fmale) said

    selama ini saya bertanya tanya dan selalu berusaha mencari tahu.. mana yang benar dan mana yang harus saya anut??? syiah atau sunni?
    Ya Allah…. tunjukkan jalan yang benar untuk hamba-Mu ini yang miskin ilmu yang miskin ilmu yang miskin ilmu…
    Selain surga apalagi yang harus qt perdebatkan? Islam itu luas dan universal… saya sebagai orang awam dalam hati hanya ingin agar qt umat Islam menjadikan Rasulullah SAW teladan… cukuplah kata Lakum di_ nikum wa_liyadi_n…. (seharusnya umat Islam bisa bersatu), ayat terakhir surat Al-Kafirun harusnya untuk orang2 kafir, bukab untuk sesama muslim….
    Hanya Allah yang Maha Tahu mana yang benar..meski beda pendapat tapi tak boleh ada perselisihan_ Saya sangat yakin… dengan ikhlas beribadah wajib sunnah,bersedekah,dzikirullah dan kasih sayang kepada semua makhluk dengan mengharap ridho Allah sudah cukup… cukuplah qt contoh akhlak Rasulullah SAW,,,
    qt sudah berada di akhir zaman…
    Hati-hatilah dalam berucap,semua bukti2 yang ditemukan jk terjadi berselisihan paham maka rujuklah Al’Quran… jk tidak ada lebik baik diam dan jangan mempertentangkan… karena akan terjadi bid’ah wahai saudaraku seiman….
    “Sesungguhnya manusia adalah orang-orang yang pembantah yang nyata”….
    maafkan saya jika ada yang salah.. kslhn dari setan dan dr saya sendiri.. jk benar maka itu dari Allah Ta’ala yang kusayangi…

    • Coba renungkan dan tanyakan dalam hati yang paling dalam :
      1. Apa benar semua sahabat Rasulullah sudah menjadi kafir?
      2. Apakah Allah telah salah mengangkat Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul, bukannya Ali bin Abi Thalib?
      3. Apakah para sahabat Rasulullah tega dan berani membantai cucu-cucu Nabi Muhammad saw?
      4. Bagaimana mungkin 12 Imam syiah itu ditunjuk langsung oleh Allah swt dan dijaga kesucian dan kemaksumannya oleh Allah swt?

  5. kadi said

    Qusyairi, menurut saya anda terlalu bodoh untuk memahami al-qur’an, dari cara anda bicara sangat menjijikan buat saya, persatuan harus diupayakan bagaimanapun caranya, nggak usah patah arang seperti itu..bicaralah dgn hati..jgn merasa benar sendiri mas. aku sbg orang Suni malu sendiri orang tolol kayak gini kok dibanggain PPS kagak ada lagi apa yg cerdas…

  6. kadi said

    Qusyairi, antum enggak paham… apa yg dimaksud Pak Quraish Sihab, karna antum bicara dgn nafsu bukan akal…pengetahuan di Pesantren yg cuma Text book gak cukup lagi..kamu perlu belajar sama banyak ulama agar kaya pemahaman bukan mempertahankan dan membela mati2an idiologi PPS, kerdil tau ..pemikiran sprti itu..norak sprti katak dlm tempurung. gua juga dri pesantren dan hafidz qur’an tpi nggak sprti antum kalo ngomong sama ulama kasar banget bacot antum..
    Islam nggak kaku sprti kamu lagi..kalo kayak kamu orang pada jauh dari Islam kalaupun ada terpecah2…ngerti..?!!

    • Diskusi mereka pakai argumentasi dan referensi yg dalam dan ilmiah. Tidak seperti anda yg hanya bisa memaki-maki dan mengumpat, yg menandakan minimnya ilmu dan keluasan akal.

      Mereka berdiskusi dg santun dan tdk emosional. Tidak seperti anda, ngaku hafiz Qur’an, tapi kelakuannya … naudzubillahi min dzaliq!

      • aerul said

        mas kadi bicara anda seperti bukan jebolan pesantren ga sebutin nama pesantrennya ya nanti ga ada yang belajar kesana memalukan tong kosong nyaring bunyinya

      • Muhammad Junaedi said

        kadi..ente setelah hafiz qur’an segera diterusin ngaji kitab kuningnya..supaya tidak mudah kesleo bicaranya..gitu loh.

  7. surya said

    hmmmmmmm!

  8. Abu said

    banyak prof DR di indonesia yang asbun. mudah2an kita sll diberi petunjuk uuntuk mengikuti jalannya rasul dan para sahabat.

  9. mufty sulthony said

    waduh, kita kan bersaudara… jgn umpat umpat an… kan udah dijanjikan apa yg kita perselisihkan nanti dijelaskan oleh Allah diakherat kelak…

  10. Edi said

    Smg kita tdk trmasuk orang2 yg maghdzub dan dhoolin, amin

  11. suhudi said

    saya adalah orang awam dari keilmuan keagamaan tetapi saya seorang muslim yang berkiprah di dalam kehidupan praktis yakni politik praktis dan pendidikan. saya ingin bertanya kepada para ahli agama di pesantren maupun di kampus-kampus Islam. pertanyaannya adalah :
    1. Kenapa alumni pesantren (santri, bisa jadi kiyai, ustadz dan sebagainya) dan perguruan tinggi islam (sarjana keislaman)cuma pandai membahas dan memperdebatkan masalah perbedaan aqidah dan tetek bengek tentang urusan hukum terapan dalam Islam (bisa disebut fiqih). tetapi rata-rata tidak pernah menggunakan Islam sebagai sumber dari segala sumber sikap dan tindakan. misalnya sikap dan tindakan di dalam mengurus pendidikan, sikap dan tindakan di dalam mengurus politik, sikap dan tindakan dalam mengurus ekonomi. dan sebagainya.
    2. apakah perlu diadakan redicovery dalam pemahaman aqidah keislaman?

  12. alyul himam said

    Aku bangga pada kader-kader sunni sekarang ini. Lebih kritis,senang dengan keilmuan. Tapi aku juga sedih jika melihat orang islam saling kafir-mengkafirkan. Bukankah selama hatinya orang itu tertancap Dua Kalimat Syahadat masih termasuk saudara kita? seharusnya kita bangga dengan perbedaan ini, karena dengan adanya perbedaan itu menunjukkan bahwa islam mempunyai keluasan dalam berilmu.

    • memang mereka mengucap dua kalimah sahadah, tapi perbuatannya berikutnya justru merusak aqidah islam dan menghancurkan ukhuwah islamiyah. Spt perbuatan orang2 munafik dan Jaringan Liberal.

      Kalau begini, apa yg akan anda perbuat?

      • Arifin said

        kalau anda tidak bisa menghargai mereka sebagai saudara seiman, hargailah mereka sebagai saudara se-penciptaan,,,,

      • Siapapun yg berani menghancurkan islam dan memecah belah ukhuwah islamiyah, maka adalah kewajiban setiap muslim yg taat untuk memeranginya.

        Hanya pengecut saja yg berani bilang. “Hargailah mereka sebagai human being”.

        Coba tanya diri sendiri, “APAKAH MEREKA MENGHARGAI HAK ASASI DAN KEBEBASAN UMAT ISLAM? PADA SAAT MEREKA MELECEHKAN DAN MERUSAK AJARAN DAN AQIDAH UMAT ISLAM!”

      • Fatimah said

        LANTAS APAKAH ANDA TIDAK MERUSAK PERSATUAN KAUM MUSLIMIN DENGAN SIKAP DAN UMPATAN-UMPATAN ANDA????

      • lalu tabiat kekanak-kanakan anda ini, masuk ke blog orang lain bukannya diskusi yg santun malah ngawur dan langsung memaki-maki orang.

        Mana itikad baik anda sendiri untuk persatuan umat, hah ?!?!?!

  13. aerul said

    mereka memang islam sunni atau syiah tpi islam yang di akui oleh allah hanya satu yaitu ahli sunnati kata rasulullah tp kita tak ada yang tahu siapa yang di maksud rasuluullah dg ahli sunnati kita hanya bisa menerka tapi tidak memastikan semua aliran mengaku ahli sunnah yang di sabdakan rasul, dalam akidah tidak ada masalah kompromi yang benar adalah benar yang salah tetap salah jadi persatuan dalam akidah itu tak akan pernah ada boleh kita bersatu secara manusiawi dengan sipapun bukan hanya sesama islam non muslimpun boleh tapi kalau mengenai akidah tetap berjalan pada masing2 rutenya sunni dan syiah tidak akan pernah bertemu dalam hal aqidah seperti halnya islam dan kristen, terima kasih …..alumni sidogiri

  14. gogo said

    Salut terhadap Pondok Pesantren Sidogiri…. ponpes seperti ini harus diperluas, kalau bisa membuat cabang2nya ditiap propinsi di Indonesia, karena kita perlu pemikir2 hebat yang tidak tercemar dari fitnah2 yang terjadi seperti saat ini

    • Fatimah said

      tercemar dari fitnah????

      suatu hal yang patut dipertanyakan….
      gugatan anda sangat banyak yang kontradiksi…..

      • gak usah ngomong kalau nggak punya ilmu …

      • Fatimah said

        DARI MANA ANDA TAHU RASA GARAM ASIN, RASA GULA MANIS JIKA ANDA TIDAK MENCOBANYA???

        DARI MANA ANDA TAU ALIRAN LAIN SESAT JIKA ANDA HANYA MENDENGAR KLAIM DAN TIDAK MANCARI TAHU DAN MEMPELAJARINYA???

        DARI MANA ANDA TAHU ORANG LAIN TIDAK BERILMU???

        ATAUKAH INI HANYA KLAIM ANDA BUAT MENYELAMATKAN IMAGE ANDA YANG SUDAH TERANCAM DI HALAMAN INI????

        ANDA MENGKRITIK ALIRAN LAIN TAPI ANDA DIAM SAJA MELIHAT MUFTI ANDA MENGIZINKAN ORANG KAFIR MASUK KE MAKKAH, MENJADIKAN ARAB SEBAGAI PUSAT MILITER INFASI KE PALESTINA DAN IRAK…
        ANDA MALAH LEBIH MEMBELA ORANG KAFIR DIBANDING SAUDARA ANDA SENDIRI…
        TIDAK USAH BANYAK BICARA DAN BANYAK KLAIM KALAU ANDA HANYA TAHU ALIRAN ANDA SENDIRI….
        YAH TENTU SAJA HANYA ALIRAN ANDA YANG BENAR DI MATA ANDA KARENA ANDA HANYA MEMPELAJARI ALIRAN ANDA SENDIRI…

      • silahkan kalau mau diskusi, ayo aku tunggu!

        Asal nggak emosional dan memaki-maki kayak anak TK begini!

  15. susanto said

    maaf..aq adalah seorang muslim tapi dalam bidang agama aku masih terlalu miskin,untuk itu aku harapkan kata-kata santun dalam berucap,bukanya celaan yang lempar sana lempar sini.
    bukankah Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak?
    bukankah surga hak preogratif allah?
    bukankah pertanggung jawaban dihadapan allah itu sendiri-sendiri?
    dengan adanya perbedaan,marilah kita berlomba-lomba dalam kebajikan menuju ridho allah swt.
    setanpun akan tertawa terbahak-bahak melihat perpecahan umat?
    sadarlah..wahai saudaraku???setan ada d’ubun-ubun kita.

  16. Try-moslem said

    Sudah suratan Info dari Nabi kita……

    Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya siapa diantara kalian yang nantinya masih hidup, dia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para khulafa rasyidin (para sahabat) yang terbimbing dan mendapat petunjuk, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian (pegang erat-erat jangan sampai lepas), dan berhati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam agama ini (bid’ah), karena setiap bid’ah adalah kesesatan.” (Hadits Riwayat Tirmidzi no.2816)

    dan tidak mungkin Kita bersatu..!!!??????????????????

  17. abdi allah said

    @Susanto >>> saya setuju mas.
    Saya sendiri juga orang yg sangat miskin ilmu islamnya. tapi paling nggak sodara/sodari disini yg lebih tinggi ilmunya mau mengapresiasi yg saya katakan walaupun tidak ada artinya bagi kalian. saya juga baru baca bahwa hadits yg mengatakan bahwa “perbedaan adalah rahmat” merupakan hal dhaif kalau dilihat dari segi matan dan sanadnya. karena dalam quran allah juga membenci perpecahan (maap saya lupa ayatnya). tapi yang terjadi sekarang ini, karena kita terlampau melihat perbedaan, kita sudah melupakan hal2 yg maslahat seperti pendidikan dan kesejahteraan umat demi kemajuan islam dan menjawab tantangan zaman. atau paling nggak kita sudah melakukan pertumpahan darah dan pem”fasik”kan santun menghadapi orang2 yg sama2 mengucapkan La Illaha Ilallah Muhammad Rasulullah. kalau begini terus maka orang2 kafir(yang oportunis) akan terus merongrong dan tertawa terpingkal2 dibelakang kita KELUARGA BESAR UMMAT ISLAM. jadi menurut saya kita sebagai orang yg sama2 mengucapkan La Illaha Ilallah Muhammad Rasulullah harus menyisihkan perbedaan dan melihat persamaan demi kemajuan dan kemaslahatan ummat. bukankan Rasulullah sendiri mengatakan bahwa pada akhirnya ummat islam akan terpecah menjadi 73 golongan (sahih). jadi bagi saya itu bukan masalah karena itu sebuah keniscayaan. pasti terjadi. dan bagi kita yang berusaha menyatukan itu dengan jalan salah (pertumpahan darah, tidak santun, dll) hanya akan memperburuk keadaan umat yg sesungguhnya lebih membutuhkan hal2 yg lebih maslahat ketimbang mana yg benar/salah. bukan berarti umat terus dibingungkan mengenai hal ini. tapi bersatulah pada hal yg lebih msslahat dan diskusikan masalah2 perbedaan pada forum2 yg khusus menangani masalah ini. untuk itu keluarga ummat yg bersyahadat ini perlu suatu wadah yang menampung aspirasi dan visi kemaslahatan sekaligus sebagai forum diskusi orang yg berilmu dan beradab. jadi jangan perbedaan disikapi dengan kekerasan. saya rasa itu yg terpenting, beradab dan bermaslahat.

  18. syafiq said

    harap tdk saling mengumpat karena RASULULLAH TDK PERNAH MENGUMPAT SELAMA HIDUPNYA. siapa kah yg anda ikuti? Kalo anda pengikut Rasul, maka perlihatkanlah sikap dan perbuatan seperti rasul. Kenapa kita selalu meributkan hal2 yang tidak penting.??? ingat, dalam peribadatan tdak ada seorg pun yg bisa menilai benar dan salah. yang bisa hanyalah Allah, karena kepadanyalah kita beribadah. ttg org itu menganut sunni, syiah, atau yg lainnya, yang penting dia bersyahadat, maka dia adalah saudara kita. pantaskah kita mencela Saudara sendiri..?????

    yang penting buat kita dalam beribadah adalah, bagaimana kita bisa diridhoi oleh Allah dan bagaimana kita bisa menjadi bermanfaat buat org lain. karena itulah inti agama. mengenai siapa yg benar dalam beribadah, itu bukan hak kita untuk men-just. tp itu adalah hak Allah. biakan org beribadah menurut cara yg mereka yakini benar dan kita menurut cara yg kita yakini benar.

    Saya bukan dari sunni bukan juga dari syiah. saya hanya seorg hamba yg berpedoman pada Alquran dan hadits. Mahzab tidaklah penting. sy menjalankan apa yg sy yakini benar berdasarkan Alquran dan Hadist.

    salam ….

  19. Totoh To'at said

    Yang tau hakikat kebenaran hanyalah Alloh SWT semata, manusia tidak luput dari kelemahan dan kekurangan justru dengan itunyalah kita harus saling mengisi supaya menjadi “kalbunyan” atau “kaljasadilwaahid”, mari kita sama sama menuntut ilmu lagi walaupun hanyalah umur kita yang akan habis…salam kasadayan dari PP BUSTAN CILEUNYI BDG,Wassalam.

  20. glend said

    kita tdk perlu perlu membahas aliran agama yg ada di permukaan bumi benar dan slh nya.yang perlu diketahui adalah aliran agama itu bukan agama, budaya agama bkn agama.Bagaimana kt mnjd ahli sunah sementara kt tdk meguasai Al-Qur’an dan maknanya.Sedang Nabi Muhammad menjalankan apa yg diperintahkan Allah melalui kitab suci.Di dlm kitab sendiri jelas menerangkan perpecahan antar aliran itu tdk akan berhenti sebelum hr kiamat.

  21. Fatimah said

    Assalamu Alaikum Wr. Wb….

    Wahai saudaraku, saya terkesan dan merasa beruntung karena diberi kesampatan membaca halaman ini. Saya tidak tahu apa tujuan saudara sekalian menulis seperti di atas. Anda mengatakan bahwa anda adalah penjaga sunnah tetapi anda tidak mau mempertahankan kata2 Rasul anda ketika mengatakan “perbedaan di antara ummatku adalah Rahmat”. Jujurlah pada sejarah, jangan membuat klaim yang tidak-tidak. aktor intelektual pembantaian cucu Nabi anda sendiri, malah anda jadikan sahabat yang utama??? Anda bebicara tentang syiah dan menghina syiah seakan-akan anda pernah mempelajari syiah, begitu juga sebaliknya… TIDAK AKAN TAHU ORANG YANG TIDAK MERASAKAN… SILAHKAN ANDA MENJALANKAN KEBENARAN ANDA DAN BIARKAN ORANG LAIN JUGA MENJALANKAN KEBENARANNYA… TIDAK USAH MENJELEK-JELEKKAN SAUDARA ANDA SESAMA MUSLIM… KELAK KITA AKAN MELIHAT KEBENARAN YANG SESUNGGUHNYA DI HARI YANG DIJANJIKAN ALLAH SWT, HARI DIMANA IMAM ZAMAN MUNCUL DAN MENEGAKKAN KEMBALI AJARAN ISLAM YANG FITRAH, AL-QUR’AN YANG SUCI (BUKAN AL-QUR’AN YANG ANDA TAFSIRKAN SEENAK PERUT ANDA DAN SESUAI KEPENTINGAN ANDA). AL-QUR’AN ITU SESUATU YANG SUCI DAN HANYA ORANG YANG DIJAMIN KESUCIANNYA YANG BISA MENGAWAL DAN MENAFSIRKAN AL-QUR’AN. KEBENARAN HANYA MILIK ALLAH SWT, MAKA JANGANLAH SALING MENYESATKAN DAN MENGKAFIRKAN.

    • Orang ngawur dan bodoh tidak mungkin mampu mengawal islam dan al-Qur’an sampai akhir jaman!

      Coba jawab pertanyaan saya:
      1. “perbedaan di antara ummatku adalah Rahmat”, itu adalah hadisth doif dan cacat menurut jumhur ulama. Tolong tunjukkan dan buktikan kalau anda benar bahwa hadist itu sahih?
      2. Anda seenaknya sendiri dan gampang memfitnah kalau orang lain menafsirkan al-Qur’an seenak perutnya sendiri, tafsir mana yang anda tuduhkan?

      • Fatimah said

        kapan saya mengatakan orang ngawur dan bodoh mampu mengawal Al-Quran???
        berati anda yang ngawur, membuat statement yang tidak pernah saya ucapkan…

        saya heran, anda mengaku sunni tapi hadis yang dikutip dari Bukhari Muslim anda seniri anda katakan dhaif…
        Allah memberikan anda petunjuk berupa Al-Quran, tapi Allah juga memberikan anda akal supaya bisa menelaahnya.
        jadi yang bego dan ngawur siapa????

        SUDAHLAH, JUJUR SAJA SAMA SEJARAH…
        SEJARAH BOLEH KALIAN BELOKKAN ATAU KALIAN TUTUPI, TAPI SEJARAH TIDAK BISA KALIAN MUSNAHKAN….

      • jawab saja dulu 2 pertanyaan saya di atas, nanti akan kelihatan siapa yg ngawur dan bodoh!

        AYO BUKTIKAN KALAU ANDA MEMANG BENAR!!!

  22. Fatimah said

    apakah ada dalil dalam Al-Qur’an yang mengatakan kalau yang akan masuk Surga adalah Sunni atau Syiah???

    Tidak usah saling menyalahkan, anda jalankan saja apa yang anda yakini benar tanpa mengumpat aliran lain.

    Mau aliran apapun, asal kita bertakwa, Janji Allah adalah Surga…
    Sungguh aneh, ulama Anda yang tahu banyak dan ber-Ilmu ternyata akur-akur saja dan tidak saling mengumpat. Nah anda yang baru tahu sedikit, dengan bangganya menyalahkan aliran lain… Mungkin ini yang dimaksud “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”….

  23. Fatimah said

    KALAU MAU TEMUKAN KEBENARAN, BELAJARLAH DARI SEJARAH DAN JUJURLAH PADA SEJARAH….

    AL-QURAN DAN SUNNAH BAGIAN DARI SEJARAH…
    PAKAI AKAL ANDA UNTUK MELIHAT KEBENARAN SEJARAH…
    JANGAN CUMA BISA JADI KORBAN SEJARAH YANG MEWARISI PEMBELOKAN SEJARAH….

    APAKAH ABU HURAIRAH YANG BARU MASUK ISLAM 2 TAHUN 9 BULAN SEBELUM NABI WAFAT BISA LEBIH BANYAK TAHU DAN LEBIH BANYAK MERIWAYATKAN HADIST DIBANDING ABU BAKAR, UMAR BIN KHATTAB, USMAN BIN AFFAN, IMAM ALI (SEPUPU SEKALIGUS MENANTU NABI), FATIMAH (PUTRI NABI)…???
    APAKAH MASUK AKAL JIKA SAYA LEBIH BANYAK BERCERITA TENTANG AYAH ANDA DAN MENULIS BANYAK TENTANG AYAH ANDA DIBANDINGKAN ANDA SENDIRI YANG NOTABENE ANAK KANDUNG DARI AYAH SENDI????
    “DAN KETIKA KEBENARAN TELAH SAMPAI PADAMU DAN KAU TIDAK MAU MENJALANKANNYA, SUNGGUH BUKAN MATAMU YANG BUTA, BUKAN TELINGAMU YANG TULI TAPI HATIMU TELAH MENJADI BATU” NGAPAIN MENDENGARKAN ORANG YANG BELUM TENTU MASUK SURGA DAN MENJELEKKAN ORANG-ORANG YANG DIJAMINKAN SURGA OLEH ALLAH SWT (IMAM ALI, FATIMAH, IMAM HASAN & IMAM HUSEIN)…?????
    PAKAI AKAL DONG, JANGAN PAKAI LUTUT MIKIRNYA…
    KALAU ANDA TIDAK MUNAFIK, TOLONG JANGAN HAPUS KOMEN INI BIAR ORANG LAIN MEMBACA DAN MEMIKIRKAN KALIMAT DI ATAS….

  24. Fatimah said

    SAYA TIDAK TAHU APA MAKSUD ANDA MENGHAPUS KOMEN SAYA…???

    APA KARENAVANDA TERANCAM ATAUKAH ANDA TAKUT ORANG LAIN TERBUKA PIKIRANNYA DAN AKAN MEMENTINGKAN PERSATUAN DARIPADA MAZHAB YANG HANYA MEMBAWA PERDEBATAN, PERCERAIAN, PERMUSUHAN…???

  25. Risalah Qalbu said

    assalamualikum….

    maaf sebelumnya..
    awalnya saya sangat tertarik dengan postingnya…
    tapi ketika saya membaca replay comment dari adminnya,saya langsung tercengang…maaf..

    saya salut dengan pengetahuan islam yg anda miliki…
    hanya saja mungkin pengendalian anda, dalam menyikapi perbedaan pendapat sedikit kurang dewasa..

    memang manusiawi kalo kita merasa benar apa yg kita utarakan..tapi setidaknya kita bisa menghargai dan rendah diri dlm bersikap..agar tidak menimbulkan emosi…

    wassalam

  26. sunni said

    Syiah itu sesat dan menyesatkan!!

  27. Rizki said

    Sejumlah tokoh sahabat telah memberikan kesaksian tentang banyaknya ilmu Abu Hurairah dan ketepatannya dalam meriwayatkan hadits.

    Seorang laki-laki datang menemui Thalhah bin Ubaidillah lalu berkata, “Wahai Abu Muhammad, bagaimana menurutmu tentang orang Yaman ini, yakniAbu Hurairah, apakah dia lebih tahu tentang hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam daripada kalian, karena kami telah mendengar darinya hadits-hadits yang tidak pernah kami dengar dari kalian, ataukah ia berkata atas Nabi apa yang tidak pernah beliau sabdakan?”

    Thalhah menjawab, “Adapun jika ia mendengar haditsyang belum pernah kami dengar, maka aku tidak meragukannya. Aku akan menceritakan kepadamu tentang hal itu. Dulu kami adalah orang-orang yang memiliki rumah, kambing dan pekerjaan. Kami mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam waktu pagi dan petang, sementara Abu Hurairah adalah orangmiskin sekaligus tamu di depan pintu rumah Rasulullah,tangannya bersama tangan Rasulullah, maka kami tidak ragu bahwa ia mendengar apa yang tidak kami dengar. Kamu tidak akan mendapati seseorang yang memiliki kebaikan akan berkata-kata atas nama Rasulullah apa yang tidak beliau katakan.” ( Siyar A’lam an Nubala’ (2/605-606), seperti yang diriwayatkan at Tirmidzi dalam Jami’ nya, al Bukhari dalam Tarikh al Kabir , al Hakim dalam al Mustadrak dan selainnya. Sanadnya hasan)

    Al Baihaqi menambahkan dalam Madkhal -nya, dari maula Thalhah, ia berkata: Ketika Abu Hurairah sedang duduk, ada seoang laki-laki lewat di depan Thalhah danberkata kepadanya, “Abu Hurairah telah banyak meriwayatkan hadits.” Thalhah menjawab, “Sungguh kami telah mendengar seperti yang ia dengar, tapi ia hafal sedang kami lupa.”

    Abu Hurairah berkata, “Apa dosaku jika aku hafal sedangkan mereka lupa?” ( Siyar A’lam an Nubala (2/208))

  28. jori ondoro said

    ibu fatimah yang baik kayaknya anda berfaham syiah.hadist itu kan ada tingkatannya, jangan jadikan hadist dhoif sebagai landasan lagian sunni(sunnah) pusaka yang diwariskan kepada kita Al Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW (hadist Sunni) lain lagi kalau syiah yaitu Al Qur’an dan Ahlul bait (Hadist Syiah) makanya sunni itu pedomannya Al Qur’an dan Sunnah sedangkan Syiah Al Qur’an dan para imam 1 ke 12.saling menjelekkan,mencaci maki itukan dilarang dalam pedoman islam

  29. jori ondoro said

    berlomba lombalah mencari kebaikan dan kebenaran dan jangan saling mencari kesalahan orang lain.toh bila anda telah mempelajari semua mashab anda dapat mengetahui yang mana menurut anda yang terbaik sebagai jalan kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat.aku banyak mempelajari faham syiah dan berbagai macam sektenya dan sunni (sunnah) dari berbagai macam kajiannya lewat internet dan menurut saya sih ya setelah nabi SAW wafat tiadalagi rujukan selain Al Qur’an dan Sunnah beliau.

  30. abu nanang said

    Umat Islam harus saling menasehati dengan kebenaran bukan dengan kebohongan. Para ahli hadist tidak mengambil hadist dari para pendusta

  31. pp sidogiri sukses………………

  32. kay said

    sudah sangat jelas bahwa syi’ah itu sesat lagi menyesatkan…
    Semoga kita tetap dalam perlindungan Allah Ta’ala…

    Utk PPS,,Alhamdulillah,,sy bangga dengan anda yg memegang teguh ajaran AhlusSunnah wal Jama’ah..

  33. mas syae said

    sy sependapat dg keduanya..tp rohmat menjalin kebersamaan lebh baik

  34. Bismillahiroohmanirrohim,
    Umat Islam harus saling menasehati dengan kebenaran bukan dengan kebohongan..bersatu padu dan bukan perpecahan…bersilaturohmi dan bukan saling membenci…saling mendoakan kepada kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akherat…

  35. yang terpenting dalam kajian apapun,

    * hendaknya kita berhati-hati sbelum berucap.
    * tak usah saling menyalahkan.
    * tak usah saling merasa paling benar.

    Se-Ilmiyah Apapun pernyataan ke-ilmuwan,
    ttap saja slalu ada celah kekurangan.

    “wa tawa showbil haqqi, wa tawa Showbis Shobri”.

  36. agus bakhtiar said

    Alhamdulillaah,,,, santri2 yg gigihh berjuang. smoga di berkahi Allaah. jadi pingin mesantren ni…

  37. hidayat said

    wahai org2 yg mmpunyai akal, sungguh terang benderang ttg apa itu syiah. jngn hnya brkomentar berdsrkan “katanya dan katanya’. bc buku2 atau kitab2 org syiah, dngarkan ceramah2 ulama syiah…. apa isinya????? isinya caci maki dan laknat kpd pr shahabat rasul, bhkn mereka memastikan Ibunda kaum mukminin ‘Aisyah masuk kdlm neraka… Alqur’an mrkpun berbeda… sdgkan Abu lu’lu’ sang pembunuh Umar ibnul khottob mrka ktkn sbgai pahlawan dan mukmin yg sebenrnya…mrk pun mnyatakan yahudi tdk kafir….. Dan.. dan… dan….. tak terhitung lg kesesatan syiah….. dr sisi mana mau dipersatukan sunni dan syiah??????? sesungguhnya yg buta itu bukan mata, ttpi hati itulh yg telah buta

  38. Aku Kenda said

    bismillah.assalamualaikum. cukup banyak kitab yg saya baca dan sungguh sering saya mendengar ceramah agama islam dari pakar-pakar ilmu tentang islam. apa yang saya dapat ??? kebingungan demi kebingungan, karena harus berfikir serta memilih dan menentukan ‘mana yang benar mana yang salah’. s nah ebelum saya menentukan pilihan saya, saya berusaha mencari berbagai pendapat tentang “masalah” yang membingungkan saya itu. saya berusaha memahami berbagai pendapat itu dengan menghadapkannya kepada ayat-ayat dalam al Qur’an dan hadits yang dinyatakan sahih oleh para ahli hadits. akhirnya semua itu saya kembalikan kepada contoh dan tauladan yang diperbuat nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, khususnya terhadap perlakuan orang-orang yang tidak menyenangi bahkan yang memusuhi beliau, dan ternyata, (anda sekalian pun sudah tahu) tidak pernah beliau mengeluarkan perkataan yang menyakitka orang-orang yang menista beliau itu, padahal orang orang itu adalah musuh-musuh Islam. mari kita contoh suri tauladan ini “uswatun hasanah”, sehingga kita tidak pernah memusuhi siapapun kecuali orang yang nyata-nyata memusuhi islam. wallahu’alam. (maaf saya bukan orang yang sok tahu, hanya berusaha dan selalu meminta kepada Allah Azza wa Jalla, untuk diberi petunjuk dalam kehidupan dunia dan akhirat)….
    wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  39. Aku Kenda said

    Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Berarti kecendrungan umat Islam dewasa ini sudah tampak, sehingga umat islam mengikuti cara-cara dan metode mereka dalam
    beragama secara perlahan akan terjadi, banyak orang islam yang shalat hanya sekali sejum’at saja (mereka sekali seminggu) tanda-tandanya sudah kelihatan, kaum muda Islam tidak mengerti tentang islam, karena sudah terbawa dengan cara-cara mereka dalam memperingati hari kelahiran anak-anaknya,begitu juga pengaruh nyanyian, pengaruh tari-tariaan, sistem pendidikan, sistem pemerintahan, sistem keuangan dan ekonomi dan seabreg cara mereka sudah kita adopsi yang mereka bumgkus dengan cara-cara kehidupan yang maju (modern)
    Menurut saya kita harus lebih kuat dalam membentengi diri dan keluarga kita dengan berpegang teguh kepada sabda Rasululullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut : “Aku tinggalkan padamu dua hal, yang tidak akan sesat kamu selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.”(HR Ibnu ‘Abdilbarri)
    Oleh karena itu, kita mengharap kepad para ulama muslim untuk benar-benar memimpin umat dengan berpegagang teguh kepada wasiat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Sering-seringlah berdiskusi dengan menghadapkan kondisi umat saat ini dengan kegiatan mereka dalam memerangi kita dengan cara yang sangat halus itu, semoga

  40. suryati said

    niatkan yang baik untuk umat…usaha yang sungguh-sungguh untuk umat…Insya Allah kita semua mendapat hidayah…dan umat islam saling tolong menolong dan nasehat menasehati dalam islam.

  41. ruali said

    rusli said.
    assalamu alaikum.
    para intelektual dan calon intelek. untuk mencari ilmu itu banyak cara, kadang dengan berdebat kita bisa dapat ilmu, yang penting jangan emosi, bila emosi ilmu yg sudah diketahui bisa lupa.

  42. huda said

    PPS: Bukan hanya sejarawan Sunni yang mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sejumlah tokoh Syiah yang diakui ke-tsiqah-annya oleh kaum Syiah juga mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sa’ad al-Qummi, pakar fiqih Syiah abad ke-3, misalnya,
    ————————————————————————————–
    abad ke 3 = 300 masehi, Rasulullah saw belum lahir, syi’ah sunni muncul abad brapa ???

  43. Abdullah said

    Yang paling penting adalah mari kita mengajak seluruh umat islam diseluruh pelosok untuk mengamalkan ajaran islam terutama RUKUN Islam dan RUKUn Iman,… dan para Ahli Agama yang sudah di anugrahi ilmu agama oleh ALLAH SWT,.. silahkan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada masyarakat kita, tentunya dengan cara yang santun, tidak menyalahkan pihak lain, apa lagi dengan menghujat sana-sini,….
    Kita perlu sadari bahwa pemahaman ilmu agama di masyarakat kita sampai saat ini memang sangat minim sehingga tugas para Ustad-ustad yang berilmu tinggi silahkan turun ke masyakat secara langsung untuk mengajak dan sekalian memperbaiki yang salah dan melengkapi apa yang belum di miliki/diketahui oleh masyarakat,…………….. JANGAN HANYA KRITIK SINI _ KRITIK SANA , HUJAT SINI – HUJAT SANA,.. Ilmu untuk diamalkan dan diajarkan,.. ..
    Perlu diingat betapa banyak orang-orang dikampung – kampung dengan keterbatas ilmu, ekonomi tapi mereka mau turun ke lapangan untuk berhotbah,. mengisi tuziah, mengajarkan baca qur’an, bahkan mengislamkan masyakar di i pelosok – pelosok naik, turun gunung tapi mereka ihklas karena ALLAH SWT & RASUL,… Apakah hasil usaha mereka2 ini dianggap salah ??? Karena keterbatasan ilmu mereka,..?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 40 other followers

%d bloggers like this: