Muslim in Suffer

Bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem. Assalamu\’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!

Surat Terbuka kepada Presiden tentang Pembubaran Ahmadiyah

Posted by musliminsuffer on May 9, 2008

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Surat Terbuka kepada Presiden tentang Pembubaran Ahmadiyah

Kepada Yth.
Saudara *Presiden Republik Indonesia*
* Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono*
Di Jakarta

*Assalamu’ala man ittaba’a al-huda,*

Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw., penghulu para Rasul, keluarga dan para sahabat baginda. Semoga keselamatan senantiasa diberikan kepada siapa saja yang mengikuti tuntunan baginda, dan membela kehormatan agamanya.

Sehubungan dengan keberadaan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai kelompok menyimpang yang mengikuti ajaran Nabi Palsu dari India yang bernama Mirza Ghulam Ahmad, yang keberadaannya selama ini meresahkan umat Islam di Indonesia dan di dunia, karena terus menyebarkan ajaran mereka yang menyimpang dari ajaran Islam tersebut, maka Hizbut Tahrir Indonesia menuntut agar JAI ini segera dibubarkan. Semuanya itu demi mempertahankan akidah Islam, dan menjaga perasaan umat Islam.

Adapun sebab utama yang menjadi alasan tuntutan kami dan juga warga Muslim di negeri ini adalah:

1. Jamaah Ahamadiyah Indonesia telah keluar dari akidah Islam, ketika mengimani orang yang mengaku Nabi, yang bernama Mirza Ghulam Ahmad, asal India, yang diyakini kebenarannya sebagai Nabi. Dan mengklaim, bahwa keyakinan tersebut dibenarkan Islam. Padahal al-Qur’an telah menetapkan, bahwa Nabi Muhammad saw. sebagai Nabi terakhir. Allah berfirman:

*”Sekali-kali Muhammad bukanlah bapak salah seorang lelaki di antara kalian, tetapi dia adalah utusan Allah dan Nabi terakhir. Dan, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” *(*Q.s. Al-Ahzab: 40*)

Baginda saw. sendiri juga telah menyatakan tentang diri baginda, bahwa tidak ada Nabi lagi setelah baginda saw. sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab *Shahih al-Bukhari* dari Abu Hurairah ra. bahwa baginda saw. bersabda:

*”Dahulu, Bani Israel dipimpin oleh para Nabi. Tatkala seorang Nabi wafat, maka dia akan digantikan oleh Nabi yang lain. Dan, bahwa tidak ada seorang Nabi pun setelahku.” *(*H.r. Bukhari*)

Orang yang mengaku sebagai Nabi (dalam kasus Musailamah) disebut dengan sebutan pembohong besar (*al-kaddzab*). Memang, meski dalam 12 butir penjelasannya Ahmadiyah tidak menyatakan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, tapi secara implisit mereka masih mengakui. Fakta di lapangan juga membuktikannya, ketika para pengikutnya masih mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi. Kalaupun mereka tidak mengakuinya sebagai Nabi, tapi adalah suatu kebatilan yang besar menjadikan seorang Nabi Palsu sebagai seorang guru dan pemimpin seperti yang diakui oleh Jamaah Ahmadiyah Indonesia dalam 12 butir penjelasannya. Sedangkan di masa Nabi dan Khalifah Abu Bakar, para Nabi palsu dan para pengikutnya telah diminta segera bertobat. Kepada mereka diberlakukan sanksi hukum *Riddah* (murtad), atau diperangi hingga kembali ke pangkuan Islam.

2. Kelompok sempalan ini juga telah menodai kesucian al-Quran dengan kitab *Tadzkirah*-nya. Kitab yang diklaim oleh Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya sebagai wahyu yang suci (*wahyun *muqaddas). Kitab tersebut merupakan bajakan terhadap al-Quran dengan cara mencuplik-cuplik ayat-ayat al-Quran dari sana-sini, lalu dicampuraduk dengan ucapan Mirza yang diselipkan di dalamnya, dan diklaim sebagai wahyu dari Allah. Jelas ini adalah suatu penodaan terhadap kesucian ayat-ayat al-Quran. Karena itu, sekalipun dalam penjelasannya, Jamaah Ahmadiyah Indonesia tidak menyebutnya sebagai wahyu, namun tetap mengakui keberadaan kitab bajakan tersebut sebagai pangalaman ruhani Mirza Ghulam Ahmad dan menjadikannya sebagai rujukan mereka. Ini jelas merupakan penyimpangan dan kesalahan yang nyata.

3. Kelompok sempalan ini juga telah melanggar hak asasi dan perasaan umat Islam terkait dengan kesucian Nabi dan al-Qur’an mereka, melalui penodaan mereka terhadap Nabi Muhammad saw. dan al-Qur’an. Adalah suatu bentuk kelalaian pemerintah, bila membiarkan pelanggaran.

4. Kami juga mengingatkan pemerintah dengan UU No 5/69 jo Penpres No.1/PNPS/1965 tentang pelanggaran dan penodaan agama oleh sekelompok orang yang membuat-buat ajaran dan mengklaim merupakan ajaran dari ajaran agama asalnya.

Berkaitan dengan alasan-alasan di atas, penetapan bahwa akidah kelompok Ahmadiyah telah menyimpang dari akidah Islam, sekaligus memalsukan akidah Islam yang benar sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah telah dikukuhkan oleh MUI dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) hasil Munas MUI VII di Jakarta, pada tanggal 22 Jumadil Akhir 1426 H/29 Juli 2005, yang menegaskan kembali keputusan Fatwa MUI dalam munas ke II tahun 1980 yang menetapkan, bahwa aliran Ahmadiyah telah keluar dari Islam, sesat dan menyesatkan, serta orang Islam yang mengikutinya adalah murtad (keluar dari Islam), yang mengajak mereka yang terlanjur mengikuti aliran Ahmadiyah supaya kembali kepada ajaran Islam yang haq (*al ruju’ ila al haq*), dan kembali kepada umat yang sahih dan murni. Di dalamnya juga dinyatakan bahwa pemerintah berkewajiban untuk melarangnya, dan mencegah penyebaran faham Ahmadiyah di seluruh Indonesia, serta membekukan organisasinya dan menutup semua kegiatannya.

Kami juga mengingatkan Saudara Presiden, dengan pernyataan Saudara di depan para ulama di istana beberapa waktu lalu, bahwa Saudara akan merujuk kepada fatwa Majelis Ulama terkait dengan kelompok ini. Maka, sudah saatnya Saudara mengambil tindakan tegas sesuai dengan kewenangan Saudara untuk melarang kelompok sempalan ini.

Disamping itu, sudah menjadi kewajiban Saudara sebagai penguasa Muslim untuk melindungi akidah umat dan Saudara bertanggung jawab atas keselamatan dan kejernihan akidah umat, juga mencegah semua bentuk penodaan terhadap akidah warga Muslim di wilayah yang Saudara perintah.

Kami juga mengingatkan Saudara Presiden akan tugas dan fungsi seorang penguasa Muslim. Dalam sabda baginda Rasulullah saw. telah dinyatakan

*”Seorang imam (pemimpin) itu laksana perisai, dimana orang berperang di belakangnya, dan dia menjadi perisainya. Jika dia memerintahkan pada ketakwaan kepada Allah Azza wa Jalla dan adil, maka dengannya dia berhak mendapatkan pahala. Jika dia memerintahkan yang lain (kemaksiatan), maka dia pun berkewajiban untuk menanggung (dosanya)“.*(*Hr. Muslim*).

Juga sabda baginda saw. yang menyatakan:

*”Tidaklah seorang hamba yang diberi amanah oleh Allah untuk mengurus urusan rakyat, kemudian dia tidak mau memberikan nasihat, kecuali dia tidak akan pernah mencium wangi surga.” *(*Hr. Bukhari*)* *

Semoga sikap Saudara Presiden dalam melindungi kesucian dan keselamatan akidah Islam ini dicatat dalam neraca amal kebaikan Saudara. Namun, jika Saudara tidak melakukannya, maka Saudara bisa dinyatakan telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan orang Mukmin. Tentu, kami tidak berharap Saudara Presiden melakukannya.

Semoga Allah memberikan bimbingan dan hidayah-Nya kepada kami dan juga Saudara semua.

Ya Allah, saksikanlah, bahwa kami benar-benar telah menyampaikan amanat-Mu. Akhirnya, hanya kepada Allahlah, Tuhan semesta alam, segala puja dan puji kita panjatkan.

*Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.*
Jakarta, 1 Rabiul Akhir 1429 H
7 April 2008 M
*Hizbut Tahrir Indonesia*


Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
(TQS: Surat ALI IMRAN, 104)

From: “abdul rahman” <Inspiring.Rahman@gmail.com>
Subject: [INSISTS] Surat Terbuka kepada Presiden tentang Pembubaran Ahmadiyah

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

5 Responses to “Surat Terbuka kepada Presiden tentang Pembubaran Ahmadiyah”

  1. Yes Muslim suffer because of the people like you, like FPI, HTI, MMI, FUI, FUUI, GUI, GUII

  2. bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem

    Apakah kamu sdh mempunyai bukti dan melihat dg mata sendiri, bahwa saya melakukan pengrusakan dan membunuhi kaum ahmadiyah?

    Kalau anda memang ksatria, gentlemen dan ngakunya islam yg paling bener, mana bukti yg anda punya untuk mendukung tuduhan serampangan kamu itu!!!!

    Saya tunggu jawaban kamu, kalau memang kamu di pihak kebenaran!

    Kenapa ada orang islam yg mau jadi corong ahmadiyah? Kenapa musti repot2 mengurusi ‘citra baik’ dan wajib ‘meluruskan pandangan’ ttg ahmadiyah?

    Kenapa ada orang islam yg gemar pakai kacamata kuda dan yg nampak cuma gambaran islam penuh kekerasan dan biadab tanpa aturan?

    Kalau memang ajaran ahmadiyah begitu penuh cinta kasih (eh kok mirip2 dg agama sebelah … jangan2 nyontek ya!), bisa nggak tuan yg terhormat tolong jelaskan kepada kami … umat islam; bagaimana ahmadiyah begitu tega dan terang-terangan menyakiti hati umat islam seluruh dunia dg melecehkan agama islam dan membajak kitab suci al-Qur’an untuk kemudian menjelma menjadi tazkirah (kitab suci amadiyah)!

    Ya, melecehkan iman umat islam, melecehkan 200 juta umat islam Indonesia, hampir 2 milyar umat islam sedunia. Bagaimana bisa ahmadiyah melakukan itu, katanya penuh dg cinta kasih (ini kata2 atau istilah yg diomongkan oleh salah seorang cucu pendiri ahmadiyah di Indonesia)?

    Sungguh mengherankan, tuan yg terhormat tidak bisa melihat kejahatan dan pelanggaran HAM yg dilakukan kaum ahmadiyah, tapi dg lantang bisa langsung tunjuk hidung kebengisan dan kekerasan sebagian umat islam yg marah. unbelieveble!!!

    Tuan yg terhormat dg lantang menuntut umat islam untuk menghormati HAM kaum ahmadiyah dlm beragama, tapi kenapa tuan nggak bisa berlaku adil dan sama atas pelecehan HAM umat islam oleh ahmadiyah!!!!

    -muslim voice-

  3. ivan said

    opo mas….mas….!!!
    janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yg lain…..

  4. ivan said

    mbok sudah, mau apapun aliran/keyakinan jadilah umat Alloh yang baik..!! percuma aja ngaku-ngaku pejuang islam,membela islam, wira-wiri pake surban tapi ternyata hatinya…
    Siapa sebenarnya yang mencoreng wajah islam yang penuh kedamaian,penuh cinta kasih kepada seluruh umat dan makluk Tuhan…

  5. orang yg asal ngomong, asal njeplak … tanda tong kosong tdk ada isinya!!!

    Kalau kamu memang mengklaim penuh kedamaian dan cinta kasih … kok kayak agama kristen saja … emang loe …

    Gambaran sangar, tidak berlaku adil dan semacamnya serta perilaku itu dinisbatkan kepada umat Islam dan imam-imamnya, itu juga belum menunjukkan sikap yang adil. Sikap yang adil adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya. Untuk itu harus diketahui lebih dulu duduk soalnya, dan siapa mereka itu, baik yang melakukan apa yang disebut mengamuk maupun yang sesat dalam kasus ini Ahmadiyah. Lha kalau tdk tahu masalahnya lalu menulis kecaman ini dan itu; apa itu adil? Sehingga sangat tidak adil ketika Tuan begitu bersemangatnya untuk menulis kecaman hanya berlandaskan sepotong fitnah dan tuduhan.

    Menyuruh orang lain agar adil, bahkan mengecamnya, namun tidak menyadari kepada dirinya sendiri apakah memang sudah adil, itu justru lebih baik diam, karena tidak akan menjatuhkan kedzaliman kepada orang lain. Menimpakan ayat untuk orang lain tetapi untuk dirinya sendiri dilupakan, itu justru telah dikecam oleh Allah subhanahu wata’ala, yang dilontarkan kepada orang-orang yang sudah dikenal licik yaitu kaum Yahudi:

    “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (QS Al-Baqarah: 44).

    Bagaimana pula kalau memang mereka yang mengamuk itu hanya merupakan akibat dari suatu sebab yang sebabnya itu sendiri tidak ditayangkan dalam berita tivi yang memang biasanya mengejar batasan waktu yang sangat singkat? Padahal kalau Tuan mau membaca tentang kejahatan-kejahatan Ahmadiyah terhadap Islam, di antaranya memalsu kenabian, memutar balikkan dan membajak-bajak kitab suci Al-Qur’an; maka seharusnya muncul ghirah Islamiyahnya, kalau memang masih hidup ghirah Islamiyah itu, akibat Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam dan kitab suci Al-Qur’an dipalsu dan dibajak oleh Mirza Ghulam Ahmad.

    Coba dibandingkan, mana yang lebih dulu menjahati dan buruk perlakuannya: Ahmadiyah yang memalsu kenabian dan memalsu kitab suci Al-Quran, membajaknya dan memutarbalikkanya itu, ataukah tiba-tiba orang yang Tuan kecam sebagai sangar itu tanpa ada sebab ini dan itu langsung mengamuk? Dan mana yang lebih berharga, Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam yang dipalsu serta kitab suci Al-Qur’an yang dibajak atau tempat “ibadah” pemalsu dan pembajak yang diamuk orang itu?

    Coba, sudah adilkah Tuan dalam bersikap?

    Kenapa kejahatan Ahmadiyah yang sangat tinggi Tuan sembunyikan, sedang kejahatan yang hanya sebagai akibat dan tingkatnya tidak sebanding dengan penyebabnya, justru Tuan kecam lebih dulu sambil seolah tak ada masalah tentang kejahatan Ahmadiyah? Ada apa sebenarnya.

    -muslim voice-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: