Muslim in Suffer

Bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem. Assalamu\’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!

*Mari Melihat Fatah dan Hamas Lebih Dalam*

Posted by musliminsuffer on April 26, 2009

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

*Mari Melihat Fatah dan Hamas Lebih Dalam*

Satu ­ satunya Hal yang Paling Berharga Bagi Muslim dan Bernilai Tinggi adalah Keimanan.

Kenapa berharga? Tentu saja karena itulah bekal atau modal yang bisa dibawa ke alam lain, dan ternyata, selalu saja ada yang berusaha mencurinya dari kita. Baik setan golongan manusia maupun setan dari golongan jin. Dan “si pencuri iman” ini luar biasa lihainya, karena meskipun semua setan itu kafir, ternyata kadang ia bisa ”sempurna” berakting menjadi mahluk yang baik, terlihat jujur, tulus dan menampakkan empati terdalamnya. Lain ceritanya kalau setan ­ setan ini malas berakting, dengan selalu menampakkan sikap aslinya yang memusuhi Bani Adam. Apabila mereka konsisten dengan sikap aslinya, reaksi manusia beriman tentu sama, yaitu juga selalu konsisten memusuhi mereka.

Silahkan perhatikan lagi kisah Nabi Adam a.s. dan Hawa hingga diturunkan dari *jannah. *Kemudian kisah Habil dan Qabil. Hingga istri dari seorang Nabi yang ternyata masuk kelompok *kafirun *ketika Nabi tersebut selamat dari banjir besar. Atau istri nabi lain yang juga dianggap kafir ketika Nabi tersebut meninggalkan kaumnya (termasuk istri) sebelum shubuh. Begitu juga dengan kisah seorang paman yang mati dalam keadaan musyrik, meskipun ketika hidupnya ia telah melindungi habis ­ habisan dakwah nabi terakhir yang kini kita ikuti. Bagaimana bisa? Terbujuk rayuan setan, melakukan maksiat atau bahkan ada yang menjadi kafir sedang para nabi ada di tengah mereka? Namun, begitulah kenyataanya.

Kembali ke setan ­ setan yang pandai berakting (di atas kemampuan akting para penerima oscar), tipuan yang selalu sama tentu saja tidak efektif, karena yang ditipu sudah tahu trik ­ triknya menipu. Atau kalau dalam forecasting atau di statistik, ”sudah ketahuan trennya”. Jadi mudah diprediksi arahnya ke mana. Supaya efektif menyesatkan, tidak gampang dibaca trennya, maka satu ­ satunya cara adalah: ”merusak pola”, ”menghilangkan tren”, atau memperbesar deviasi.

Suatu jamaah yang sudah terang ­ terangan menampakkan *jihad fi sabilillah *sebagai salah satu bentuk syariat Islam, sudah tak perlu lagi diajari tentang *Dienul Islam*, justru anggota jamaah lain harus segera menyelidiki apakah jamaahnya sudah terang ­ terangan menampakkan akan menerapkan syariat Islam. Misalnya apakah jamaahnya berani secara terbuka dan terang ­ terangan memprakarsai Konferensi Khilafah Internasional plus memberi tema : “Selamatkan Indonesia Dengan Syariat” di jantung ibukota negara dengan penduduk yang pengaku muslimnya terbesar di dunia dan juga konferensi ­ konferensi serupa di negara ­ negara lain. Atau apakah amir jamaahnya dengan terang ­ terangan berani mendatangi istana pemimpin suatu kaum agar pemimpin tersebut menerapkan syariat Islam dan diliput oleh pers. Atau yang lebih kecil lagi, secara terbuka dan terang ­ terangan di hadapan wartawan, menyatakan agar kota tertentu segera menerapkan syariat Islam, sedang dia sendiri habis keluar penjara (dipenjara karena kegiatan dakwahnya yang menampakkan bara’ pada kekafiran dan kemusryrikan)

Kembali ke Hamas, berikut adalah intisari dari artikel tentang Hamas yang dimuat di Eramuslim. Jadi sumber utamanya adalah Eramuslim, kemudian yang kurang jelas, kami carikan dari Wikipedia (Indo & English) dan internet (meskipun porsinya sedikit).Untuk sumber utama dari Eramuslim, kami sertakan di paragraf – paragraf bawah agar bisa dicocokkan kembali apabila ada yang berminat.

*Perbandingan Hamas dan Fatah*
Tujuan Perjuangan

Hamas : Menerapkan syariat, menjadikan masyarakat yang *hubbul-jihad wasysyahadah* (cinta jihad dan mati syahid)
Fatah : Kesejahteraan nasional.

Menampakkan *bara’ *Kepada Ajaran ­ ajaran di luar Islam?

Hamas : Ya. Ditampakkan dalam setiap perbuatan baik wawancara dengan pers, AD/ART, hingga *Jihad fi Sabilillah*.
Fatah : Tidak.Malah menganut sekuleris – nasionalisme

Secara Terbuka dan Terang ­ terangan Menjelaskan Tujuan Perjuangan?

Hamas : Ya.
Fatah : Ya, tapi tujuannya bukan Menerapkan Syariat Islam, tapi nasionalis dan kesejahteraan.

Terjebak dalam sistem kafir Demokrasi ala Barat?

Hamas : Menghindari dengan tidak ikut pemilu bila tidak *immune *atau menjadi mayoritas / tidak banyak dipilih umat.
Fatah : Masa bodoh.

Terhadap Resiko Menjadikan Dirinya Sebagai Tuhan (sesembahan) Selain Allah (Dengan Menghalalkan yang Haram dan Mengharamkan yang Halal)

Hamas : Menghindari dengan tidak ikut pemilu.
Fatah : Masa bodoh.

Resiko Menjadi Kafir (Murtad) Karena Menerapkan Hukum Kafir

Hamas : Dihindari dengan tidak ikut pemilu.
Fatah : Masa bodoh.

Bersumpah Untuk Setia Kepada Thaghut?
(Apabila Jawabnya Iya, Maka Sama Saja Bersumpah Untuk Melakukan Kekafiran)

Hamas : Tidak, karena menurut *draft *UUD Palestina Bab I (Section I) Pasal 4 (Article 4) menyebutkan bahwa agama resmi Palestina adalah Islam dan sumber hukumnya adalah Syariat Islam.
Fatah : Juga tidak, karena menuru t*draft * UUD Palestina Bab I (Section I) Pasal 4 (Article 4) menyebutkan bahwa agama resmi Palestina adalah Islam dan sumber hukumnya adalah Syariat Islam.

Sikap Terhadap Orang ­ orang Kafir (Yang Jelas – jelas Kafir Antara Lain Adalah Yahudi)

Hamas : Tidak duduk ­ duduk bersama mereka, justru memerangi habis ­ habisan dengan segala kemampuan.
Fatah : Tidak memerangi, melainkan duduk ­ duduk dengan mereka.

Mengamalkan Dakwah dan Jihad?

Hamas : Ya, *da’wah *dan *tarbiyyah *serta aktifitas *al-jihad wal-muqowwamah* (jihad dan perlawanan)
Fatah : Dakwah?. Jihad tidak

Menyiapkan SDM Untuk Berjihad?

Hamas : Ya
Fatah : Tidak

Menyiapkan Senjata dan Peralatan Tempur Untuk Berjihad?

Hamas : Ya, bahkan kalau perlu malah membuat sendiri.
Fatah : Tidak. Justru sebaliknya, menyiapkan senjata untuk membunuhi Hamas, Jihad Islam dll

Tujuan Ikut Pemilu?

Hamas : Membentuk opini publik dan membuka mata dunia bahwa *jihad *dan * perlawanan* adalah pilihan umat Palestina.
Fatah : Kebalikan di atas, membentuk opini publik bahwa *jihad *dan * perlawanan* bukanlah pilihan rakyat Palestina. Tapi perdamaian dan negosiasi. Ini sesuai dengan pesanan dan kemauan barat. Padahal barat
sendiri sudah dikuasai Yahudi!

Tujuan Lain Ikut Pemilu?

Hamas : Menunjukkan kepada dunia bahwa umat (Palestina) tidak menyetujui eksistensi negara Israel.
Fatah : Membantu memaksakan opini barat, bahwa rakyat Palestina pada umumnya menyetujui pula eksistensi negara Israel.

Cara Menyatukan Masyarakat Palestina?

Hamas : Merajut ikatan *ukhuwwah* dan *mahabbah* (persaudaraan dan kasih sayang) masyarakat Palestina dengan menjadikan Al-Qur’an dan Masjid sebagai perekat utama hati ummat Islam. Hamas menjadikan       masjid sebagai tempat dimana masyarakat  memperoleh berbagai bantuan baik ekonomi maupun pendidikan.
Fatah : Dengan kekuasaan yang dimiliki. Termasuk menyingkirkan lawan – lawan politiknya baik dengan fitnah, non-fisik dan fisik seperti pembunuhan.Seperti yang dilakukan kepada Hamas, Jihad Islam, Hizbut Tahrir         dll.

Apakah Ada Parpol di Pemilu Lalu yang Memperjuangkan Islam Seperti Hamas?
Partai yang benar – benar memperjuangkan Islam, secara nyata – nyata dan terang – terangan dan terhindar dari jebakan kafir demokrasi akan disebut sebagai teroris. Jadi di Indonesia tidak ada.

Hamas is considered a *terrorist* organization by *Canada*, the *European Union*, *Israel*, *Japan*, and the *United States*. Although *Australia* and the *United Kingdom* list only the military wing of Hamas, the *Izz ad-Din al-Qassam Brigades*, as a terrorist organization. The *United States* and the *European Union* have implemented restrictive measures against Hamas on an international level.

Ada Lagi yang Ingin Disampaikan Tentang Hamas?

Hamas : Dianggap anti semit oleh dunia (oleh Wikipedia versi English).* *Dan ini juga sebagai penjelasan yang kami taruh di muka, kenapa tidak ada parpol di Indonesia yang bisa disamakan dengan Hamas.* *Antara lain sbb:

*The Hamas Charter (1988). *

*Article 7* of the Hamas Covenant provides the following quotation, attributed to *Mohammed*: “The Day of Judgement will not come about until Moslems fight the Jews (killing the Jews), when the Jew will hide behind stones and trees. The stones and trees will say O Moslems, O Abdulla, there is a Jew behind me, come and kill him. Only the Gharkad tree, (evidently a certain kind of tree) would not do that because it is one of the trees of the Jews.”

*Article 22* claims that the *French revolution*, the *Russian revolution*, colonialism and both world wars were created by the Zionists or forces supportive of Zionism: “You may speak as much as you want about regional and world wars. They were behind *World War I*, when they were able to destroy the *Islamic Caliphate*, making financial gains and controlling resources. They obtained the *Balfour Declaration*, formed the *League of Nations*through which they could rule the world. They were behind *World War II*, through which they made huge financial gains by trading in armaments, and paved the way for the establishment of their state. It was they who instigated the replacement of the League of Nations with the United Nations and the Security Council to enable them to rule the world through them. There is no war going on anywhere, without having their finger in it.”

*Article 32* of the Covenant refers to an antisemitic forgery, *The Protocols of the Elders of Zion*: “Today it is Palestine, tomorrow it will be one country or another. The Zionist plan is limitless. After Palestine, the Zionists aspire to expand from the *Nile* to the *Euphrates*. When they will have digested the region they overtook, they will aspire to further expansion, and so on. Their plan is embodied in the “Protocols of the Elders of Zion”, and their present conduct is the best proof of what we are saying.”

Bagaimana dengan Indonesia?

Kalau di sini dari 44 partai tidak ada yang seperti Hamas, tapi yang sejenis Fatah atau malah lebih buruk banyak, termasuk yang mengaku partai Islam. Hanya orang yang tidak paham *dien *saja yang menganggap di Indonesia ada parpol Islam dan mengikuti pemilu.

*Belajar Dari Permainan Politik Partai Hamas*

Kamis, 16/04/2009 10:39 WIB

Bila hendak berpartisipasi dalam sistem kafir Demokrasi ala Barat  sudah sepatutnya setiap organisasi, jamaah, da’wah, *harokah* (gerakan) dan partai Islam di manapun mengambil pelajaran dari permainan politik ala Partai Hamas di Palestina. Sebab secara keseluruhan kita dapati Hamas tidak pernah terjebak oleh sistem non-Islam ini sebagaimana yang banyak dialami oleh berbagai partai Islam di negeri lainnya termasuk Indonesia. Kebanyakan partai Islam bila masuk ke dalam sistem demokrasi gagal menjadikan demokrasi sebatas kuda tunggangan untuk menggolkan tujuan Islam yang agung. Umumnya mereka bukan mewarnai melainkan terwarnai bila sudah ikut dalam permainan politik ala Barat kafir ini. Alih-alih berhasil menawarkan dan memperkenalkan kepada publik cara berpolitik Islam, malah merekalah yang semakin tahun semakin terkooptasi oleh sistem dan ideologi sekularis-nasionalis.

Sedangkan Hamas sejak sebelum memutuskan terlibat dalam Pemilu di tahun 2006 sudah sejak awal  memandang “sistem Demokrasi” sebagai sebuah sistem di luar Islam. Jadi jika mereka akhirnya berpartisipasi di dalamnya mereka memastikan diri untuk memperlakukannya sekedar sebuah kuda tunggangan untuk meraih sasaran antara perjuangan Islam. Di dalam “sistem Demokrasi” terdapat unsur *mafsadat *(kerusakan) dan *maslahat* (manfaat). Hamas memastikan bila hendak berpartisipasi dalam Pemilu, maka partainya haruslah sudah cukup immune untuk tidak terkontaminasi oleh mafsadat “sistem Demokrasi” dan cukup yakin sanggup memetik maslahatnya. Oleh karenanya Hamas melakukan * assessment* yang akurat dan teliti mengenai tingkat dukungan masyarakat terhadap ide-ide Partai Hamas. Jika mereka menilai bahwa masyarakat telah cukup kuat menunjukkan dukungan kepada visi dan misi Hamas, maka barulah Hamas bersedia masuk dalam kancah permainan politik. Bila sebaliknya, maka Hamas akan memilih untuk mendahulukan kerja-kerja nyata berupa berbagai aktifitas *da’wah, tarbiyyah, sosial-kebajikan *dan  *jihad-perlawanan *di tengah grass-root masyarakat Palestina*. *Dan mereka akan menunda keterlibatannya dalam permainan politik. (Baca: ”Mengapa Hamas Ikut Permainan Demokrasi?” Undangan ke Surga 15/4/09)

Sebab sejak hari pertama Hamas senantiasa menekankan kepada para kader dan pendukungnya bahwa aspek politik merupakan salah satu saja dari sekian banyak aktifitas seorang muslim. Sedangkan *da’wah *dan *tarbiyyah *itulah yang merupakan asas gerakan Islam yang hakiki. Dari aktifitas da’wah dan tarbiyyah kontinyu itulah akan dilahirkan para kader handal berikutnya. Tarbiyyah senantiasa dipandang sebagai awal dari segala-galanya walaupun tarbiyyah bukanlah segala-galanya. Dari tarbiyyah akan terbentuklah *Syakhshiyyah Islamiyyah Mustaqiimah *(pribadi muslim konsisten) yang memiliki *aqidah*yang kokoh dan *fikrah Islamiyyah* (pemahaman/ideologi Islam) yang komprehensif dan utuh. Bila di tengah masyarakat ditemukan muslim-mu’min yang ber-aqidah dan fikrah Islam mantap, maka mereka inilah yang akan menjadi  pendukung/pencontreng loyal terhadap partai Islam manapun yang juga secara jujur memperlihatkan visi dan misi Islam secara mantap.

Adapun partai Islam pada umumnya hanya mengandalkan apa-apa yang juga diandalkan oleh partai-partai sekular. Mereka akhirnya terlibat dalam berbagai upaya kampanya murahan ­*maaf*- yang hanya mengandalkan para selebritis, pemasangan iklan di TV, pemajangan foto caleg di berbagai tiang listrik, pohon-pohon sampai melibatkan berbagai musisi serta dangdutan. Sedangkan kegiatan utama berupa *da’wah* dan *tarbiyyah* *Islamiyyah manhajiyyah* (kaderisasi Islam sistemik) di tengah masyarakat tidak memperoleh perhatian yang semestinya. Kalaupun diupayakan kegiatan da’wah dan tarbiyyah, ujung-ujungnya lebih menekankan pada upaya promosi alias kampanye partai Islam terkait. Padahal yang dibutuhkan masyarakat bukanlah fanatisme kepada partai Islam, melainkan kesetiaan kepada nilai-nilai Islam yang abadi dan tidak mengenal batas kelompok dan organisasi buatan manusia.

Hamas menyadari dan meyakini bahwa dukungan masyarakat Islam kepada mereka sangat ditentukan oleh seberapa konsistennya partai Hamas dalam menegakkan dan memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam segenap kiprahnya. Sehingga bila *da’wah *dan *tarbiyyah Islamiyyah*  yang diselenggarakan oleh Hamas di tengah masyarakat telah mengakar, maka dengan sendirinya dukungan kepada Hamas akan menguat. Namun tentunya dengan syarat bahwa Hamas sendiri menunjukkan komitmen kepada ideologi dan syariat Islam yang katanya mereka perjuangkan itu.

Hal lain yang memastikan dukungan masyarakat ialah keterpaduan Hamas dalam mengelola berbagai program selain da’wah dan tarbiyyah Islamiyyah. Hamas terkenal sebagai sebuah gerakan Islam yang sangat aktif mengadakan kegiatan *khairiyyah-ijtima’iyyah* (sosial-kebajikan). Hamas sangat peduli dengan nasib rakyatnya seperti para janda dan yatim syuhada, para keluarga yang kepala keluarganya dipenjara Israel, para petani, kaum fakir-miskin, pegawai negeri dan lain sebagainya. Dan para petinggi dan aktifis Hamas sangat terkenal dengan kejujuran dan kebersihan jiwanya. Mereka adalah orang-orang *amanah* yang dikenal bebas dari korupsi dan penyalah-gunaan dana ummat. Dipadukan dengan kegiatan *da’wah* dan *tarbiyyah*,  Hamas berhasil merajut ikatan *ukhuwwah* dan *mahabbah* (persaudaraan dan kasih sayang) masyarakat Palestina dengan menjadikan Al-Qur’an dan Masjid sebagai perekat utama hati ummat Islam. Hamas menjadikan masjid sebagai tempat dimana masyarakat memperoleh berbagai bantuan baik ekonomi maupun pendidikan.

Lalu melalui aktifitas *al-jihad wal-muqowwamah* (jihad dan perlawanan) dalam menghadapi penjajah Zionis Yahudi Israel, Hamas berhasil menjadikan masyarakat Palestina menjadi masyarakat yang *hubbul-jihad wasysyahadah*(cinta jihad dan mati syahid). Sehingga masyarakat di bawah pengarahan dan kepemimpinan Hamas menjadi masyarakat yang memiliki *al-’izzah* (kehormatan diri) dan terbebas  dari penyakit *al-wahan* (cinta dunia dan takut mati).

Sedangkan di negeri ini berbagai Partai Islam justeru meninggalkan komitmen kepada ideologi dan Syariat Islam serta *Jihad fi sabilillah*. Hal ini mereka lakukan dengan maksud tidak ingin membuat kalangan *non-muslim*(baca: kafir) lari dan takut akan Islam. Padahal Hamas dengan segala kiprah ”militan”nya tidak pernah terasa menjadi momok yang menakutkan bagi sesama warga Palestina yang beragama Nasrani. Banyak testimony dari kaum Nasrani di Palestina yang menunjukkan penghormatan dan dukungan kepada Hamas. Mereka dapat melihat dengan jelas bahwa Hamas dengan segala *ruhul-jihad*-nya jauh lebih baik daripada para politisi korup dari partai Fatah yang sekularis-nasionalis itu.

”*Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.*

*Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.(QS Ali Imran 118-120)*

*Ya Allah, munculkanlah di tengah ummat ini suatu generasi yang Engkau cintai mereka dan merekapun mencintaiMu. Berlaku lemah-lembut kepada sesama orang beriman dan berlaku tegas/keras kepada kaum kafir. Mereka berjihad di jalanMu tanpa rasa takut akan celaan kalangan yang suka mencela.Amin ya Rabb.*
*
http://www.eramuslim.com/suara-langit/undangan-surga/belajar-dari-permainan-politik-partai-hamas.htm
*

*Mengapa Hamas Ikut Permainan Demokrasi?*

Rabu, 15/04/2009 22:08 WIB

Benarkah Hamas sebagai sebuah gerakan perlawanan Islam yang sudah membuktikan dirinya konsisten berjihad di garis terdepan menghadapi musuh utama ummat Islam yaitu Zionis Yahudi Israel, telah terjebak dalam permainan sistem kafir demokrasi? Ketika Syeikh Abu Bakar Al-Awawida, anggota Ikatan Ulama Palestina, berkunjung ke kantor redaksi Eramuslim,  muncullah pertanyaan soal keikutsertaan Hamas yang dianggap sudah mengikuti sistem demokrasi yang oleh sebagian Muslim dianggap sebagai sistem orang-orang kafir, yang diusung oleh Barat.

Apa sesungguhnya yang telah menyebabkan Hamas pada bulan Januari 2006 perlu ikut dalam pemilihan umum alias masuk dalam gelanggang pertarungan politik menurut sistem kafir Demokrasi ala Barat? Padahal bagi sebagian ummat Islam yang sangat kagum dengan keberanian dan konsistensi gerakan perlawanan Hamas tidakkah cukup Hamas sebagai sebuah gerakan yang berjihad secara suci membebaskan dirinya dari ikut serta dalam permainan politik jahiliyyah yang sarat kebusukan? Padahal di dalam anggaran dasar Hamas jelas ditulis: Hamas menjadikan Islam sebagai *manhaj*-nya, sumber pemikiran, pemahaman dan konsepsinya mengenai alam, kehidupan dan manusia. Islamlah yang menuntun seluruh tindakan dan langkah gerakan ini. Padahal Hamas tidak mengakui keberadaan negara Zionis Yahudi Israel sebagaimana mereka sebutkan di dalam konstitusinya: ”Hamas meyakini bahwa bumi Palestina  adalah tanah waqaf Islam kepada segenap generasi Islam sampai hari Kiamat. Tidak boleh dikurangi sebagian atau seluruhnya atau diserahkan kepada orang lain. Tanah ini tidak bopleh dimiliki oleh satu atau seluruh negara Arab. Tidak boleh dimiliki oleh seorang presiden atau raja atau seluruh raja dan kepala negara. Juga tidak boleh dimiliki oleh satu atau seluruh organisasi Pa;estina ataupun Arab. Karena Palestina merupakan tanah waqaf Isalm kepada seluruh generasi Islam sampai hari Kiamat. Siapakah yang memiliki hak mewakili seluruh generasi Islam hingga har Kiamat? Demikianlah hukum negeri Palestina dalam syari’at Islam.”

Perlu diingat bahwa deklarasi resmi kelahiran Gerakan Perlawanan Islam Hamas terjadi pada Desember 1987. Semenjak dideklarasikan mulailah rakyat Palestina merasakan kehadiran dan manfaat berbagai program Hamas. Hamas mengawali gerakannya dengan mensosialisasikan *Tarbiyyah Islamiyyah Harakiyyah Manhajiyyah* (Kaderisasi Islami Operasional Sistemik). Melalui berbagai halaqah, daurah, tahfidz Al-Qur’an (Menghafal Al-Qur’an), majelis ilmu, pembangunan sekolah dan universitas. Melalui sarana-sarana ini mereka mempersiapkan suatu generasi ummat yang siap menerima *aqidah* dan *fikrah Islamiyyah* (keimanan dan ideologi Islam). Hamas menekankan bahwa *tarbiyyah * merupakan awal segala-galanya, walaupun tarbiyyah bukanlah segala-galanya. Hamas senantiasa mementingkan tarbiyyah karena yakin bahwa inilah jalan pasti untuk melahirkan para kader-kader militan handal.

Selanjutnya sambil mulai menuai hasil tarbiyyah dan tetap meneruskannya, mereka mengembangkan berbagai kegiatan lainnya seperti kegiatan ’*amal khairiyyah-ijtima’iyyah* (aktifitas kebajikan-sosial)  menyantuni para janda dan yatim syuhada, petani, pekerja dan keluarga pejuang yang berada dalam tahanan penjara Israel, kaum fakir dan miskin, menyelenggarakan nikah massal bagi kalangan pemuda yang kurang mampu  dan lain sebagainya.  Selain aktifitas *tarbiyyah *dan *khairiyyah-ijtima’iyyah, *Hamas mengembangkan aktifitas *al-jihad wal-muqowwamah* (jihad dan perlawanan). Aspek ini bisa dikatakan merupakan primadona sekaligus pesona utama gerakan Hamas. Oleh karenanya Hamas membentuk sayap militer khusus bernama *Kataib AsySyahid Izzuddin Al-Qossam* (Batalion AsySyahid Izzuddin Al-Qossam).  Aktifitas ini dilakukan melalui unit-unit militernya, dengan menyelenggarakan berbagai *mukhayyam ’askari* (perkemahan militer) serta mengajarkan  cara membuat persenjataan sendiri mulai dari amunisi, roket bahkan senjata pelontar mortir atau RPG.

Selain aktifitas *tarbiyyah, khairiyyah-ijtima’iyyah *dan *al-jihad wal-muqowwamah, *Hamas juga mengembangkan aktifitas *siyasah* (politik). Dalam bidang ini mereka kemudian mengkaji situasi politik masyarakat Palestina. Mereka mengamati terus perkembangan aspirasi masyarakat.  Hamas sadar bahwa sistem politik yang berlaku merupakan sistem kafir Demokrasi ala Barat. Ini bukanlah sistem Islam. Tetapi mereka juga sadar bahwa sistem jahiliyyah Demokrasi dapat dijadikan sebagai sebuah kuda tunggangan untuk mencapapai sasaran antara perjuangan. Maka ketika ada Pemilu  tahun 1996, para pimpinan Hamas mengkaji kemungkinan untuk berpartisipasi. Namun setelah menimbang antara *mafsadat *dan *maslahat*-nya, mereka berkesimpulan bahwa jika partai Hamas terlibat pada saat itu niscaya mereka bakal mengalami kekalahan yang menyebabkan  Hamas menjadi masuk dalam jebakan permainan sistem Demokrasi. Hamas hanya mau terlibat jika kemenangan besar kemungkinan dapat diraih. Pada tahun 1996 Hamas tahu diri dan menilai bahwa hasil aktifitas *tarbiyyah, khairiyyah-ijtima’iyyah *dan *al-jihad wal-muqowwamah *yang mereka lakukan belumlah mencakup jumlah cukup mayoritas rakyat Palestina. Sehingga mereka tunda keterlibatannya dalam Pemilu.

Sepuluh tahun kemudian ketika diselenggarkan Pemilu tahun 2006, Hamas kembali mengkaji kemungkinan terlibat dalam Pemilu. Dan pada saat itu mereka optimis bahwa sebagian besar masyarakat telah terbentuk menjadi pendukung Hamas berkat berbagai program multidimensi yang dijalankan Hamas.  Jika saat itu Hamas ikut pemilu kemungkinan besar mereka bakal meraih kemenangan. *Lalu, kita bertanya sekali lagi, apakah ini berarti Hamas telah khianat kepada sistem Islam dan berfihak kepada sistem kafir Demokrasi ala Barat?  *

Satu-satunya saingan politik pada masa itu hanyalah partai Fatah. Partai ini bersifat sekularis-nasionalis. Dan Partai Fatah telah meninggalkan jalan *jihad* dan *perlawanan* diganti dengan jalan damai dan negosiasi sebagai solusi menghadapi negara penjajah Zionis Yahudi Israel. Ini berarti bahwa PLO dan Fatah telah mengakui eksistensi negara ilegal Zionis Yahudi Israel. Sedangkan fihak Barat memandang PLO dan Fatah sebagai wakil sahih rakyat Palestina yang bisa mereka kendalikan. Dengan kata lain Barat ingin memaksakan opini bahwa rakyat Palestina pada umumnya menyetujui pula eksistensi negara Israel. Sebaliknya hasil kajian Hamas menilai bahwa kebanyakan rakyat Palestina sudah menunjukkan keberfihakan kepada solusi jihad dan perlawanan yang ditunjukkan oleh Hamas, sehingga merekapun memberanikan diri untuk membuktikannya di Tempat Pemungutan Suara. Jadi kesimpulannya, Hamas tidak pernah mengakui sistem Demokrasi sebagai solusi, melainkan sebagai sekedar kuda tunggangan untuk membuktikan di hadapan semua fihak bahwa mayoritas rakyat Palestina memilih sikap dan jalur *jihad* dan *perlawanan *bukan jalur yang ditawarkan oleh partai sekularis-nasionalis Fatah, yaitu jalan damai dan negosiasi dalam menghadapi musuh.

*Subhaanallah,* begitu Pemilu dilangsungkan pada akhir Januari 2006, terbukti bahwa perhitungan Hamas benar adanya. Hamas berhasil memperoleh 74 dari 132 kursi legislatif. Suatu kemenangan yang mencapai  hampir 60% suara pemilih yang masuk. Media massa barat seperti CNN dan BBC langsung menyebutnya sebagai suatu *Political Earthquake*. Semua fihak dibuat terkejut. Padahal Pemilu yang diadakan sarat kecurangan yang dilakukan oleh fihak pemerintah PLO yang berkuasa dibawah kepemimpinan partai Fatah. Padahal Hamas merupakan organisasi yang baru pertama kali berpartisipasi dalam pemilu..!

“*Kemenangan Hamas yang berhasil meraih hampir 60 persen suara rakyat Palestina dalam pemilu membuktikan bahwa rakyat Palestina mendukung jihad dan perlawanan terhadap penjajahan Zionis Israel*,” ujar Syeikh Abu Bakar Al-Awawida. Lalu ia melanjutkan, “*Dalam hal ini, bukan berarti Hamas mengikuti konsep demokrasi ala Barat. Demokrasi itu semata-mata hanya sebagai ‘wasilah’ (sarana), Hamas mengambil manfaat dari demokrasi untuk menuju kemenangan, untuk membela agama dan umat dan bukan untuk kepentingan Hamas*.”

Berarti upaya AS, Eropa, Israel dan antek-antek mereka di Palestina dalam tubuh Fatah, untuk membentuk opini publik bahwa *jihad *dan *perlawanan*bukanlah pilihan rakyat Palestina melalui hasil Pemilu 2006 tersebut terbukti salah. Lalu ketika akhirnya fihak Barat tidak mengakui kemenangan poltik Hamas, maka mereka lalu berkonspirasi untuk memerangi rakyat Palestina melalui perang fisik yang tidak seimbang. Fihak Hamas-pun meladeninya dengan *heroisme* jihad dan perlawanan yang memang merupakan watak orisinal perjuangan gerakan ini. Dan melalui *Ma’rokah Al-Furqon*(perang Gaza)  yang berlangsung selama 22 hari di akhir Desember 2008 hingga Januari 2009 Hamas kembali membuktikan kepada dunia bahwa rakyat Palestina memang berfihak kepada *jihad* dan *perlawanan* bukan kepada jalan damai dan negosiasi menghadapi musuh Zionis Yahudi Israel. Sehingga selama perang berlangsung tidak ada terdengar seorangpun warga Gaza maupun Tepi Barat yang menyalahkan Hamas, kecuali dari para politisi Fatah yang memang dengki dan
berseberangan dengan gagasan *al-jihad wal-muqowwah *(jihad dan perlawanan).

Saudaraku, belajar dari pengalaman Hamas berarti ada beberapa kesimpulan yang sepatutnya diambil oleh setiap organisasi, jamaah, da’wah, *harokah*(gerakan) dan partai Islam bila hendak berpartisipasi dalam sistem kafir Demokrasi ala Barat, khususnya Pemilu:

*Pertama*, Hamas memandang Pemilu -sebagai bagian dari sistem Demokrasi- merupakan sebuah sistem di luar Islam yang bisa dijadikan kuda tunggangan untuk meraih sasaran antara perjuangan. Di dalamnya mengandung unsur *mafsadat *(kerusakan) dan *maslahat* (manfaat). Partai Hamas memastikan bahwa institusinya telah cukup immune untuk tidak terkontaminasi oleh mafsadatnya dan cukup yakin sanggup memetik maslahatnya. Oleh karenanya Hamas  telah melakukan *assessment* yang akurat dan teliti akan dukungan masyarakat terhadap ide-ide Partai Hamas.

*Kedua*, hendaknya ada sasaran kuantitatif yang bisa diukur untuk memastikan bahwa ide Partai didukung oleh masyarakat. Dalam hal Hamas, ide yang mereka usung adalah *al-jihad wal-muqowwah *(jihad dan perlawanan). Dan mereka secara tegas menawarkannya kepada publik. Sedikitpun mereka tidak surut dalam menawarkan gagasan militannya itu. Mereka sejak awal telah secara tegas mengumumkan kepada publik bahwa Hamas tidak akan menempuh jalan damai dan negosiasi dalam menghadapi musuh Zionis Yahudi Israel.

*Ketiga*, Hamas tidak pernah tunduk kepada  selera masyarakat dalam berpolitik, khususnya dalam tampilan kampanyenya. Malah Hamas-lah yang mengarahkan masyarakat. Dan mengingat bahwa kerja *tarbiyyah, khairiyyah-ijtima’iyyah *dan *al-jihad wal-muqowwamah *telah berlangsung dengan kokoh dan meluas di tengah masyarakat, maka Hamas cukup *confident *untuk memastikan mereka bakal memenangkan suara rakyat. Dan terbukti dalam realita bahwa estimasi mereka bukanlah sekadar asumsi apalagi mimpi di siang bolong.

*Keempat*, Hamas membuktikan dirinya sebagai sebuah partai Islam yang tidak sekedar pandai menebar janji. Bahkan jauh sebelum  berpartisipasi dalam Pemilu Hamas telah membuktikan janji-janji yang kemudian dilontarkannya di masa menjelang Pemilu. Sehingga bagi rakyat mereka tidak perlu bertanya apakah janji Hamas sanggup ditepati atau tidak, karena yang terjadi selama ini ialah bukti lapangan telah ditunjukkan sebelum janji dilontarkan.

*Kelima*, sejak hari pertama berkiprah di tengah masyarakat Hamas tanpa ragu telah mengedepankan identitas Islam. Mereka tidak pernah seharipun meninggalkan dan menanggalkan identitas dan ideologi Islam dalam berjuang, sebab mereka sangat yakin bahwa kemuliaan hanyalah bersama Iman dan Islam dan sebaliknya bila meninggalkan Iman dan Islam kehinaanlah yang akan didapat di dunia dan siksa pedih menanti di akhirat. ”*Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS AlBaqarah ayat 85)*

*Keenam*, Hamas telah sukses membuktikan bahwa Pemilu/Demokrasi hendaknya hanya dijadikan sebatas kuda tunggangan untuk benar-benar hanya menawarkan Islam sebagai solusi tunggal kehidupan ke-ummatan dan bernegara. Hamas tidak pernah malu-malu mengumumkan bahwa Syariat Islam merupakan cita-cita bersama. Sehingga masyarakat Palestina tidak pernah memiliki kesamaran dalam melihat maksud dan tujuan Partai Hamas. Sehingga jelas sekali perbedaan antara Hamas sebagai partai Islam dengan Fatah sebagai partai nasionalis-sekularis. Sehingga batallah anggapan yang mengatakan bahwa Hamas terjebak terjebak dalam permainan sistem kafir demokrasi sebagaimana banyak partai-partai Islam kebanyakan di negeri lainnnya.

*Ketujuh*, Hamas dengan mudah dan relatif cepat memperoleh dukungan dan kepercayaan luas masyarakat karena mereka sukses membuktikan dirinya bukan sekedar sebuah partai politik yang hanya haus dan  sibuk mengejar kekuasaan. Hamas dikenal luas sebagai sebuah organisasi multidimensi mencakup aspek da’wah, tarbiyyah, sosial-kebajikan, jihad-perlawanan dan politik.

‘*Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran ayat 139)*
*
http://www.eramuslim.com/suara-langit/undangan-surga/mengapa-hamas-ikut-permainan-demokrasi.htm
*

From: wirawan <wirawan.smg@gmail.com>

Subject: [syiar-islam] Mari Melihat Fatah dan Hamas Lebih Dalam

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: