Muslim in Suffer

Bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem. Assalamu\’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!

Para Tokoh yang Dibanggakan

Posted by musliminsuffer on May 15, 2009

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Kamis, 09 April 2009 pukul 00:08:00

Para Tokoh yang Dibanggakan

Ir. Budi Handrianto
Mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan dan Pemikiran Islam Universitas Ibnu Khaldun, Bogor

AMINA WADUD

Pada Hari Jumat, 18 Maret 2005, dunia Islam dikejutkan oleh sebuah peristiwa di Synod House, gereja Cathedral St. John, di Manhattan, New York, AS. Ketika itu, seorang tokoh Liberal yang aktif memperjuangkan paham kesetaraan gender (gender equality), Prof. Dr. Amina Wadud, menjadi imam dan khatib salat Jumat. Jamaahnya sekitar 100 orang, terdiri dari pria wanita yang sejajar tanpa dipisah. Muazinnya seorang wanita, tanpa jilbab. Dia ikut salat Jumat juga.

Peristiwa serupa diulangi pada 17 Oktober 2008. Kali ini bertempat di Oxford Center, Inggris. Wadud menjadi imam shalat di Pusat Pendidikan Muslim di Oxford dengan makmum laki-laki dan perempuan, campur-aduk. Aktivis liberal dari Pusat Kependidikan Muslim Oxford (MECO), sebagai pihak pengundang Wadud, menggambarkan peristiwa ini sebagai perlompatan kemajuan untuk takdir teologish.

Tak pelak, aksi Amina Wadud tersebut mendapatkan banyak kritikan. Majmaal-Fiqhi al-Islami (MFI), badan internasional dalam hukum Fiqh Islam, mengkritik tindakan Wadud. MFI yang bernaung di bawah OIC ini menilai apa yang dilakukan Wadud ini sebagai bidah yang menyesatkan dan musibah. Dr Yusuf Qardhawi, ulama kharismatik asal Qatar menyebut Wadud telah menyimpang dari ajaran Islam.

Tapi, tindakan Wadud disambut gembira oleh pegiat gender di Indonesia. Mereka mendukung langkah Wadud. Tindakan Wadud mereka pandang sebagai usaha penting untuk menjebol tradisi patriarki yang merendahkan martabat wanita. Seorang aktivis kesetaraan gender dari daerah Jawa Barat menulis dalam makalahnya: Maka kehadiran dan penampilan perempuan di hadapan laki-laki apalagi dalam shalat, dianggap atau diyakini bisa mengganggu pikiran dan hati laki-laki pada umumnya. Pandangan ini sesungguhnya muncul dari mainstream kebudayaan laki-laki atau yang sering kali disebut pandangan kebudayaan patriarki.

Amina Wadud adalah seorang feminis. Ia juga seorang dosen di Virginia Commonwealth University. Gelar Ph.D diraihnya di The University of Michigan tahun 1988 dalam bidang Studi Islam dan Arab. Wadud juga pernah menimba ilmu Studi Arab di Mesir pada American University in Cairo, belajar studi Quran dan tafsir di Cairo University dan mengambil kursus filsafat di Universitas Al Azhar.Spesialisasi Wadud di bidang gender dan studi Quran. Ia menulis buku berjudul Qurfan and Women : Rereading the Sacred Text from a Woman Perspective. Buku ini di-Indonesiakan dengan judul Quran menurut Wanita. Melalui buku ini, Wadud berusaha membongkar cara menafsirkan Al Quran model klasik yang dinilainya menghasilkan tafsir yang bias…

sumber: http://republika.co.id/koran/155/42946/Para_Tokoh_yang_Dibanggakan

===

-muslim voice-
______________________________________
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: