Muslim in Suffer

Bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem. Assalamu\’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!

Archive for February 18th, 2011

JALAN PENYELESAIAN AHMADIYAH

Posted by musliminsuffer on February 18, 2011

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

JALAN PENYELESAIAN AHMADIYAH

Oleh Inayatullah Hasyim, LL.M

Sewaktu masih kuliah di Islamabad, Pakistan, saya sempat beberapa kali ke kota Lahore, ibukota provinsi Punjab. Jarak Islamabad – Lahore sekitar 300 kilometer. Dan, meski Islamabad adalah ibukota negara, sesungguhnya kota budaya Pakistan adalah Lahore. Selain memiliki banyak universitas, Lahore merupakan  saksi dari lanskap peradaban  yang amat panjang. Di kota itu terdapat Masjid Badhsahi, tempat di mana Allama Iqbal, penyair besar Pakistan, acap mementaskan pembacaan puisi-puisinya yang mengagumkan. Di kota ini pula terdapat pusat jamaah Ahmadiyah (selain Qadian di India) sehingga dikenal jamaah Ahmadiyah Lahore.

Ribut-ribut soal Ahmadiyah di tanah air saat ini, mengingatkan saya saat ke Lahore sekian tahun lalu. Waktu itu, mobil bis yang saya tumpangi mogok di tengah jalan. Oleh sopir, kami dipindah ke mobil wagon yang hanya mampu memuat sebagian penumpang. Karena hari sudah mulai gelap, dan – mungkin – karena saya dianggap foreigner, oleh sopir saya didahulukan bersama sejumlah orang tua. Rupanya, di antara penumpang wagon ada seorang pengikut Ahmadiyah. Saya tahu itu, saat kami sudah sampai di kota Lahore, dan saya mencari masjid untuk shalat Maghrib dan Isya yang digabungkan.

Demi menyadarai saya sedang celingukan, Bapak tersebut menawarkan shalat di tempatnya. Namun Bapak itu terlihat ragu. Ia  buru-buru menambahkan, “Tapi ini bukan masjid. Kami tidak berhak menyebutnya demikian. Ini adalah Bait al-Hikmah.”  Saya pun menolak dengan halus. Saya teringat bahwa Umar bin Khattab menolak shalat di synagoge Yahudi saat ia menguasai Palestina. Tak ada larangan, memang. Tetapi Umar khawatir jika ia melakukannya akan menjadi preseden bagi yang lainnya. Dalam konstitusi Pakistan, Ahmadiyah memang tidak dimasukan dalam kelompok Islam. Setelah terjadi ketegangan antara Ahmadiyah dan umat Islam Pakistan, Parlemen Pakistan melakukan amandemen ke-dua tahun 1974 atas konstitusinya. Isinya, antara lain, menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah suatu aliran di luar Islam dan menjadi bagian dari agama minoritas (Pasal 260 ayat 3b). Sejak itu, ketegangan tentang Ahmadiyah tidak pernah lagi terdengar di Pakistan. Mereka hidup berdampingan sebagai aliran (agama) baru non-Islam.

Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Deprivatisasi Agama

Posted by musliminsuffer on February 18, 2011

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

Deprivatisasi Agama

Ust. DR Hamid Fahmy Zarkasyi – INSIST

Ketika Ahmadiyah ditolak oleh umat Islam Indonesia dan ketika Saksi Jehovah ditolak oleh umat Katholik dan Protestan, negara ikut campur menjadi wasit. Ketika gelombang penistiaan agama menyeruak di Amerika, pemerintah negara bagian Massachusetts di Amerika Serikat mengeluarkan undang-undang yang menghukum dan mendenda penista agama. Pada saat Taslima Nasrin di Bangladesh menulis di koran The Statesman  (tahun 1994) ”…al-Qur’an harus direvisi secara menyeluruh” negara memfonis hukuman mati.

Empat tahun kemudian, Ghulam Akbar, menghina Nabi Muhammad dan segera dihukum mati. Tahun 2000 kelakuan Ghulam Akbar ditiru oleh Abdul Hasnain Muhammad Yusuf Ali pengadilan pemerintah propinsi Lahore memutuskan pun hukuman mati. Di Mesir seorang yang mengaku Nabi langsung dihukum mati dan selesai. Disini kisah-kisah itu membuktikan peran negara dalam menyelesaikan konflik agama mutlak perlu dan terus berjalan.

Bagi penganut sekularisme dan liberalisme kaaffah, negara tidak boleh ngurusi agama dan sebaliknya. Ini harga mati. Sebab agama dianggap sebagai domain pribadi. Privatisasi agama adalah sekularisasi. Sekularisasi telah menjadi tren sosial politik di Barat Eropah sejak abad Pencerahan (1720-1880). Setengah abad yang lalu Smith (1970-76) mendeklarasikan sekularisasi sebagai perubahan struktur dan ideologi yang sangat mendasar dalam proses pengembangan politik dan tren global modernisasi. Acuannya adalah figur-figur ilmuwan sosial abad 19 seperti Marx, Durkheim, Weber dsb. Jadi desakralisasi agama adalah satu paket dengan sekularisasi dan modernisasi masyarakat.

Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Ahmadiyah sesat kata MUI, kata NU hanya Allah yg tentukan sesat

Posted by musliminsuffer on February 18, 2011

bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful

=== News Update ===

From: Hasyim Toriq <hasyimtoriq@gmail.com>
Subject: [AlHakim_BSD] Re: [imas_sg] Ahmadiyah sesat kata MUI, kata NU hanya Allah yg tentukan sesat

Yang berhak mengatakan sesat dan tidaknya adalah Allah Subhanahuwataala, lewat apa pertanyaan berikutnya, tentunya lewat apa Allah akan menyatakan sesat, jawabanya tentu lewat AlQuran dan sunnah Rasulullah Salallahualaihiwassalam.

Lha kalau nunggu wahyu, ya gak ada bedanya ulama tersebut dengan MGA, kadang saya gak ngerti juga dengan cara pikir sebagian ulama PBNU.

Kalau ngomong HAM kelaut aja, pernah ada teman Nasrani nanya kenapa kok ribut ribut tentang Ahmadiyah.

Terus kukasih analogi begini, menurut kepercayaan Katholik, Jesus itu siapa, anak Tuhan kan, sekarang kalau ada sekte baru di Katholik yg mengatakan kalau anak Tuhan berikutnya adalah Paulus dan sekte ini mengaku Katholik namun tetap berpedoman Paulus lah anak Tuhan terakhir.

Kira kira bisa gak sekte baru itu bernaung di bawah bendera Katholik.

Dia manggut manggut terus bilang ya tidak, bahkan tidak bisa sekte tersebut masuk dalam kategori agama Nasrani karena menempatkan Tuhan Paulus sebagai anak Tuhan.

Ini lho yg mestinya di jelaskan, jadi orang gak asal jual abab ngomong HAM.

Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »